23.1 C
Kediri
Monday, August 15, 2022
Array

Kerahkan Bhabinkamtibmas Buru Pembuang Bayi

- Advertisement -

NGANJUK – Polisi terus mendalami kasus pembuangan bayi di tong sampah di Perum Cacat Veteran di Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk. Untuk memburu sang pelaku, polisi mengerahkan bhayangkara pembina keamanan ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas). Personel polisi yang ada di tiap desa itu diminta koordinasi dengan bidan untuk mendata ibu hamil di lingkungan masing-masing.

Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Yogi Ardhi Kristanto mengatakan, bhabinkamtibmas diberi waktu seminggu untuk mendata jumlah ibu hamil di desa mereka. Pun jumlah ibu yang sudah melahirkan. “Laporan secara berjenjang terus dilakukan kepada pimpinan,” katanya.

Dengan pendataan tersebut, diakui Yogi, upaya polisi akan lebih mudah untuk mencari identitas ibu yang tega membuang bayinya tersebut. Terutama, jika didapati ada ibu hamil yang melahirkan tetapi sang anak tidak ada lagi di pangkuannya.

Selain terus memburu pelaku, Yogi memastikan kondisi bayi cantik yang ditemukan Jumat (5/1) malam lalu itu baik-baik saja. “Semua kebutuhan bayi sudah difasilitasi. Tapi memang bayinya belum diberi nama,” lanjut Yogi sembari mengatakan, Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta akan memberi nama bayi malang itu jika dalam beberapa hari ke depan sang ibu belum ditemukan.

Baca Juga :  PSN Tetap Jadi Prioritas

Untuk diketahui, kabar tentang penemuan bayi di tong sampah langsung mengundang simpati warga Nganjuk. Hingga kemarin, sudah ada tiga orang yang mendaftar untuk bisa mengadopsi bayi berkulit bersih itu.

- Advertisement -

Meski banyak yang menyatakan minatnya untuk mengadopsi, Yogi mengatakan, polisi belum berani memutuskan. Termasuk untuk memproses adopsi. Alasannya, mereka masih fokus untuk menemukan identitas orang tuanya.

Terkait proses adopsi, Yogi mengatakan, pihaknya masih akan koordinasi dengan dinas sosial. Sebab, ada persyaratan khusus yang mengatur proses adopsi.

Di antaranya, kondisi mental calon adopsi, kondisi ekonomi hingga persyaratan teknis lainnya.

Termasuk, kondisi kesehatan dan usia calon pasangan suami istri yang mengadopsi. “Anak yang diadopsi harus benar-benar aman. Tugas polisi untuk menjamin pengadopsi bayi tidak terlibat kasus penjualan anak,” tandas perwira dengan pangkat tiga balok di pundak ini.

Baca Juga :  Razia Kos, Pasangan Bukan Suami-Istri Terjaring

Seperti diberitakan, Jumat malam lalu warga Perumahan Cacat Veteran di Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk heboh. Sebab, di tong sampah perumahan itu ditemukan bayi perempuan sekitar pukul 20.00. Bayi yang diduga hasil hubungan gelap itu diperkirakan baru berusia tiga hari.

Untuk menjaga kesehatan bayi, hingga kemarin bayi yang ditemukan oleh dua siswi SMK itu masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara. Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit milik polisi itu, bayi dengan panjang 52 sentimeter dan berat 2,8 kilogram ini dinyatakan sehat.

- Advertisement -

NGANJUK – Polisi terus mendalami kasus pembuangan bayi di tong sampah di Perum Cacat Veteran di Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk. Untuk memburu sang pelaku, polisi mengerahkan bhayangkara pembina keamanan ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas). Personel polisi yang ada di tiap desa itu diminta koordinasi dengan bidan untuk mendata ibu hamil di lingkungan masing-masing.

Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Yogi Ardhi Kristanto mengatakan, bhabinkamtibmas diberi waktu seminggu untuk mendata jumlah ibu hamil di desa mereka. Pun jumlah ibu yang sudah melahirkan. “Laporan secara berjenjang terus dilakukan kepada pimpinan,” katanya.

Dengan pendataan tersebut, diakui Yogi, upaya polisi akan lebih mudah untuk mencari identitas ibu yang tega membuang bayinya tersebut. Terutama, jika didapati ada ibu hamil yang melahirkan tetapi sang anak tidak ada lagi di pangkuannya.

Selain terus memburu pelaku, Yogi memastikan kondisi bayi cantik yang ditemukan Jumat (5/1) malam lalu itu baik-baik saja. “Semua kebutuhan bayi sudah difasilitasi. Tapi memang bayinya belum diberi nama,” lanjut Yogi sembari mengatakan, Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta akan memberi nama bayi malang itu jika dalam beberapa hari ke depan sang ibu belum ditemukan.

Baca Juga :  Menelisik Sejarah Islam di Sepanjang Sungai Brantas (13)

Untuk diketahui, kabar tentang penemuan bayi di tong sampah langsung mengundang simpati warga Nganjuk. Hingga kemarin, sudah ada tiga orang yang mendaftar untuk bisa mengadopsi bayi berkulit bersih itu.

Meski banyak yang menyatakan minatnya untuk mengadopsi, Yogi mengatakan, polisi belum berani memutuskan. Termasuk untuk memproses adopsi. Alasannya, mereka masih fokus untuk menemukan identitas orang tuanya.

Terkait proses adopsi, Yogi mengatakan, pihaknya masih akan koordinasi dengan dinas sosial. Sebab, ada persyaratan khusus yang mengatur proses adopsi.

Di antaranya, kondisi mental calon adopsi, kondisi ekonomi hingga persyaratan teknis lainnya.

Termasuk, kondisi kesehatan dan usia calon pasangan suami istri yang mengadopsi. “Anak yang diadopsi harus benar-benar aman. Tugas polisi untuk menjamin pengadopsi bayi tidak terlibat kasus penjualan anak,” tandas perwira dengan pangkat tiga balok di pundak ini.

Baca Juga :  Perempuan Muda di Patianrowo Tewas Dibacok

Seperti diberitakan, Jumat malam lalu warga Perumahan Cacat Veteran di Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk heboh. Sebab, di tong sampah perumahan itu ditemukan bayi perempuan sekitar pukul 20.00. Bayi yang diduga hasil hubungan gelap itu diperkirakan baru berusia tiga hari.

Untuk menjaga kesehatan bayi, hingga kemarin bayi yang ditemukan oleh dua siswi SMK itu masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara. Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit milik polisi itu, bayi dengan panjang 52 sentimeter dan berat 2,8 kilogram ini dinyatakan sehat.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/