25.6 C
Kediri
Friday, July 1, 2022
Array

Bunuh Wahyu, Anas Terancam 15 Tahun

KEDIRI KABUPATEN– M. Ubaitul Anas, 24, warga Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih terancam harus mendekam di dalam penjara hingga 15 tahun. Tersangka kasus pembunuh Ahmat Wahyu Sobirin, 26, tersebut dinyatakan sebagai pelaku tunggal.

Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan mengatakan, hasil pemeriksaan polisi menunjukkan Anas menghabisi nyawa korban karena alasan ekonomi. Diketahui, Anas tega membunuh karena ingin memang ingin mengambil benda-benda milik Wahyu. “Pelaku terlebih dahulu menghabisi nyawa korban lalu mengambil barang-barang berharga di rental play station,” ujarnya melalui Kepala Unit Tindak Pidana Umum (Kanit Pidum) Polres Kediri Ipda Endro Purwandi.

Atas perbuatan tersebut, polisi menjerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Dengan demikian polisi menetapkan Anas sebagai pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan tersebut.

Baca Juga :  Bunuh Ibu Tiri, Sukarno Dituntut 13 Tahun

Tidak hanya menetapkan Anas sebagai pelaku pembunuhan, dalam rilis yang dilakukan oleh Polres Kediri kemarin, polisi juga menetapkan tiga orang tersangka lainnya. Mereka adalah Mohammad Farid Ghozali, Santoso, dan Sugiono. “Karena tiga orang tersebut diketahui sebagai penadah barang-barang hasil kejahatan Anas,” sambung Endro.

Meskipun sebenarnya ketiga orang tersebut mengaku tidak tahu bahwa barang yang mereka terima adalah hasil kejahatan, polisi tetap menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Polisi menjerat ketiganya dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Berdasarkan keterangan dari Anas kepada polisi, sepeda motor Yamaha Jupiter Z milik Wahyu awalnya dijual kepada kepada Santoso secara online. Selanjutnya, sepeda motor tersebut berpindah tangan lagi kepada M. Farid Ghozali, dan akhirnya jatuh ke tangan Sugiono.

Untuk diketahui, Wahyu, 26, warga Desa Mondo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri ditemukan tewas di ladang tebu di Desa/Kecamatan Kandat. Saat ditemukan pada Rabu (24/1), kondisi mayat Wahyu terbakar. Polisi lantas melakukan penyelidikan dan akhirnya pada Sabtu (3/2) lalu Anas ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan. Motif utama dalam kasus pembunuhan tersebut adalah murni perampokan.

Baca Juga :  Bos Mebel di Nganjuk Tewas Dibunuh

Dalam rilis kemarin, Polres Kediri juga menjelaskan mengenai kronologi pembunuhan tersebut. Endro mengatakan, peristiwa yang terjadi dini hari tersebut bermula saat Anas meminta Wahyu untuk mengantarkan pulang dengan iming-iming uang. Lantas, saat sedang berada di tengah jalan, Anas meminta berhenti dengan alasan hendak buang air kecil. “Di situlah lalu pelaku menghabisi nyawa korban,” sambungnya.

Selain menetapkan tersangka, kemarin polisi juga membeberkan barang bukti kejahatan tersebut. Di antaranya adalah sepeda motor, play station, STNK, dan ponsel.

 

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN– M. Ubaitul Anas, 24, warga Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih terancam harus mendekam di dalam penjara hingga 15 tahun. Tersangka kasus pembunuh Ahmat Wahyu Sobirin, 26, tersebut dinyatakan sebagai pelaku tunggal.

Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan mengatakan, hasil pemeriksaan polisi menunjukkan Anas menghabisi nyawa korban karena alasan ekonomi. Diketahui, Anas tega membunuh karena ingin memang ingin mengambil benda-benda milik Wahyu. “Pelaku terlebih dahulu menghabisi nyawa korban lalu mengambil barang-barang berharga di rental play station,” ujarnya melalui Kepala Unit Tindak Pidana Umum (Kanit Pidum) Polres Kediri Ipda Endro Purwandi.

Atas perbuatan tersebut, polisi menjerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Dengan demikian polisi menetapkan Anas sebagai pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan tersebut.

Baca Juga :  Bunuh Ibu Tiri, Sukarno Dituntut 13 Tahun

Tidak hanya menetapkan Anas sebagai pelaku pembunuhan, dalam rilis yang dilakukan oleh Polres Kediri kemarin, polisi juga menetapkan tiga orang tersangka lainnya. Mereka adalah Mohammad Farid Ghozali, Santoso, dan Sugiono. “Karena tiga orang tersebut diketahui sebagai penadah barang-barang hasil kejahatan Anas,” sambung Endro.

Meskipun sebenarnya ketiga orang tersebut mengaku tidak tahu bahwa barang yang mereka terima adalah hasil kejahatan, polisi tetap menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Polisi menjerat ketiganya dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Berdasarkan keterangan dari Anas kepada polisi, sepeda motor Yamaha Jupiter Z milik Wahyu awalnya dijual kepada kepada Santoso secara online. Selanjutnya, sepeda motor tersebut berpindah tangan lagi kepada M. Farid Ghozali, dan akhirnya jatuh ke tangan Sugiono.

Untuk diketahui, Wahyu, 26, warga Desa Mondo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri ditemukan tewas di ladang tebu di Desa/Kecamatan Kandat. Saat ditemukan pada Rabu (24/1), kondisi mayat Wahyu terbakar. Polisi lantas melakukan penyelidikan dan akhirnya pada Sabtu (3/2) lalu Anas ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan. Motif utama dalam kasus pembunuhan tersebut adalah murni perampokan.

Baca Juga :  3 Luka di Tubuh Korban

Dalam rilis kemarin, Polres Kediri juga menjelaskan mengenai kronologi pembunuhan tersebut. Endro mengatakan, peristiwa yang terjadi dini hari tersebut bermula saat Anas meminta Wahyu untuk mengantarkan pulang dengan iming-iming uang. Lantas, saat sedang berada di tengah jalan, Anas meminta berhenti dengan alasan hendak buang air kecil. “Di situlah lalu pelaku menghabisi nyawa korban,” sambungnya.

Selain menetapkan tersangka, kemarin polisi juga membeberkan barang bukti kejahatan tersebut. Di antaranya adalah sepeda motor, play station, STNK, dan ponsel.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/