30.2 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022
Array

Ada Pantomim, Ada Pameran Karya

 

KEDIRI KOTA– Taman Sekartaji Minggu pagi kemarin (4/3) sangat semarak. Berisi banyak pertunjukan seni dan sastra. Musik, teater, puisi, pantomim, hingga sablon on the spot. Semuanya berlangsung di ruang terbuka hijau tersebut. Dikemas dalam acara bertajuk “Kapan Kita Ketemu Lagi?”.

Acara  ini digagas kumpulan komunitas seni sastra se-Kediri Raya. Selain untuk berkangen-kangenan juga bertujuan mengedukasi pengunjung taman. Agar lebih mengenal seni dan sastra.

Sejak pagi, di taman  tersebut sudah diisi oleh anak-anak muda anggota komunitas seni sastra. Tak segan-segan mereka menunjukkan aksinya di tengah pengunjung. Seperti beberapa pemain pantomim dari TT Mime. Mereka beraksi di antara kerumunan pengunjung. Tak canggung pula mereka berinteraksi dengan pengunjung. Terlebih dengan anak-anak.

Baca Juga :  Pemkab Kediri Siap Beri Sanksi Pedagang Nakal

“Di setiap pementasan pantomim kami selalu sebisa mungkin mengajak komunikasi penonton. Terlebih mengajak anak-anak bermain,” ungkap Chandra Eka Setiawan, salah seorang pemain pantomim.

Pria yang memiliki nama panggung Tile kemarin bermain pantomim bersama dengan Lukman Aditya yang nama panggungnya Timbul. Aksi pantomim mereka lucu. Mengundang gelak tawa. Namun tetap dengan sisipan pesan moral.

Mahasiswa ITS itu memeragakan gerakan menyetir manusia. Ujungnya, orang yang disetir itu berbuat merusak alam. “Kami ingin gambarkan juga dalam gerakan kami seorang pemimpin yang disetir beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun ternyata yang menyetir itu juga disetir oleh tangan-tangan yang tidak terlihat,” terang pria asal Kelurahan/Kecamatan Pare ini.

Puguh Asmani, ketua pelaksana acara, mengatakan acara kemarin merupakan wadah berkumpulnya komunitas seni sastra se-Kediri Raya. Dalam pertemuan keempat kemarin, konsepnya berbeda dibanding sebelumnya. Kalau biasanya ‘Kapan Kita Ketemu Lagi?’ diadakan untuk kalangan sendiri kemarin mereka ganti tampil di ranah publik. “Setidaknya kami ingin menghibur para pengunjung sekaligus mengedukasi tentang seni sastra,” ujar pria yang aktif di Taman Baca Mahanani ini.

Baca Juga :  Henggar Ernanda, Dapat Ilmu dari Perangkai Bunga Istana

Selain itu, kemarin juga ada pameran karya. Seperti pameran foto yang diikuti dari Komunitas Foster. Juga, komunitas Sablon Berdonasi ikut menunjukkan kelihaiannya. Mereka menyablon di bawah pohon trembesi. Hasil sablonan yang terjual akan diberikan pada orang yang tidak mampu.

“Kami harapkan kegiatan seperti ini nantinya bisa terus berkelanjutan,” ungkap pria asal Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih ini.

- Advertisement -

 

KEDIRI KOTA– Taman Sekartaji Minggu pagi kemarin (4/3) sangat semarak. Berisi banyak pertunjukan seni dan sastra. Musik, teater, puisi, pantomim, hingga sablon on the spot. Semuanya berlangsung di ruang terbuka hijau tersebut. Dikemas dalam acara bertajuk “Kapan Kita Ketemu Lagi?”.

Acara  ini digagas kumpulan komunitas seni sastra se-Kediri Raya. Selain untuk berkangen-kangenan juga bertujuan mengedukasi pengunjung taman. Agar lebih mengenal seni dan sastra.

Sejak pagi, di taman  tersebut sudah diisi oleh anak-anak muda anggota komunitas seni sastra. Tak segan-segan mereka menunjukkan aksinya di tengah pengunjung. Seperti beberapa pemain pantomim dari TT Mime. Mereka beraksi di antara kerumunan pengunjung. Tak canggung pula mereka berinteraksi dengan pengunjung. Terlebih dengan anak-anak.

Baca Juga :  Pemkab Kediri Siap Beri Sanksi Pedagang Nakal

“Di setiap pementasan pantomim kami selalu sebisa mungkin mengajak komunikasi penonton. Terlebih mengajak anak-anak bermain,” ungkap Chandra Eka Setiawan, salah seorang pemain pantomim.

Pria yang memiliki nama panggung Tile kemarin bermain pantomim bersama dengan Lukman Aditya yang nama panggungnya Timbul. Aksi pantomim mereka lucu. Mengundang gelak tawa. Namun tetap dengan sisipan pesan moral.

Mahasiswa ITS itu memeragakan gerakan menyetir manusia. Ujungnya, orang yang disetir itu berbuat merusak alam. “Kami ingin gambarkan juga dalam gerakan kami seorang pemimpin yang disetir beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun ternyata yang menyetir itu juga disetir oleh tangan-tangan yang tidak terlihat,” terang pria asal Kelurahan/Kecamatan Pare ini.

Puguh Asmani, ketua pelaksana acara, mengatakan acara kemarin merupakan wadah berkumpulnya komunitas seni sastra se-Kediri Raya. Dalam pertemuan keempat kemarin, konsepnya berbeda dibanding sebelumnya. Kalau biasanya ‘Kapan Kita Ketemu Lagi?’ diadakan untuk kalangan sendiri kemarin mereka ganti tampil di ranah publik. “Setidaknya kami ingin menghibur para pengunjung sekaligus mengedukasi tentang seni sastra,” ujar pria yang aktif di Taman Baca Mahanani ini.

Baca Juga :  Sabu Gratis Antar Amir ke Penjara

Selain itu, kemarin juga ada pameran karya. Seperti pameran foto yang diikuti dari Komunitas Foster. Juga, komunitas Sablon Berdonasi ikut menunjukkan kelihaiannya. Mereka menyablon di bawah pohon trembesi. Hasil sablonan yang terjual akan diberikan pada orang yang tidak mampu.

“Kami harapkan kegiatan seperti ini nantinya bisa terus berkelanjutan,” ungkap pria asal Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih ini.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/