23.2 C
Kediri
Saturday, August 13, 2022
Array

Pesta Mihol di Pendapa Kecamatan

- Advertisement -

NGANJUK – Warga Nganjuk kemarin siang heboh. Ini setelah beredar video pesta minuman beralkohol (mihol) di Pendapa Kecamatan Bagor. Video berdurasi 01.01 menit itu menunjukkan belasan pria berpakaian putih-hitam dan beberapa pria berbaju bebas, tengah meminum mihol yang diduga jenis bir sembari menikmati hiburan organ tunggal.

Dari beberapa meja yang ada di Pendapa Kecamatan Bagor, keberadaan bir paling mencolok terlihat di meja paling belakang. Di sana, beberapa pria berbaju putih-hitam yang diduga merupakan aparatur sipil negara (ASN) bolak-balik memegang gelas air mineral berisi cairan berwarna cokelat yang diduga kuat bir.

Apalagi, beberapa saat kemudian seorang pria terlihat menuangkan cairan berwarna kecokelatan itu ke dalam gelas air mineral yang telah dikosongkan. Kejadian tak patut di gedung instansi pemerintahan itu diduga terjadi pukul 12.30, kemarin.

Hingga kemarin sore, video tersebut sudah dibagikan oleh puluhan orang. Ribuan warganet menyaksikan video tersebut. Mereka juga meninggalkan komentar bernada mencemooh aksi tak pantas tersebut. 

Baca Juga :  Geledah Warung, Polisi Amankan 5 Botol Vodka

Camat Bagor Kasno yang dikonfirmasi tentang pesta mihol di Pendapa Kecamatan Bagor mengatakan, dirinya tidak mengetahui kegiatan tersebut. “Saat itu (ada pesta mihol, Red) saya sedang berkumpul dengan kepala desa di rumah dinas,” kata Kasno.

- Advertisement -

Lebih lanjut Kasno mengatakan, kemarin siang Kecamatan Bagor menggelar deklarasi pilkada damai. Acara dihadiri oleh forum pimpinan kecamatan (forpimca) dan sejumlah undangan. Termasuk para kepala desa, perangkat desa dan perwakilan masyarakat lainnya.

Keberadaan organ tunggal di Kecamatan Bagor, menurut Kasno digunakan untuk mengiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. “Total ada 200 undangan,” kata Kasno.

Setelah deklarasi selesai, Kasno menyebut dirinya mengajak para kepala desa berkumpul di rumah dinasnya. Mereka membahas tugas pokok saat pelaksanaan pilkada.

Diduga, setelah acara deklarasi selesai barulah para undangan yang tersisa menggunakan organ tunggal untuk bernyanyi. Terkait keberadaan bir di Pendapa Kecamatan Bagor, Kasno mengaku tidak mengetahuinya. “Saya kira minumannya juga datang dari luar. Tidak mungkin kecamatan menyediakan bir saat dilaksanakan kegiatan resmi,” lanjut Kasno.

Baca Juga :  Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Razia 9 Bulan

Dengan beredarnya video pesta mihol di Kecamatan Bagor, Kasno menyebut pihaknya akan menindaklanjutinya. Jika memang ada perangkat yang terlibat, akan segera dipanggil. “Kejadian ini sudah mencoreng birokrasi di Kecamatan Bagor,” sesalnya.

Terpisah, Kepala Inspektorat Lishandoyo yang dikonfirmasi tentang pesta mihol di Kecamatan Bagor mengatakan, pihaknya meminta agar segera dibuat laporan tertulis terkait kejadian tersebut. “Laporan harus disertai dengan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan,” kata Lishandoyo.

Inspektorat, lanjut Lis, akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. Ditanya tentang sanksi yang akan diberikan, Lis mengaku belum bisa menyebutkan sebelum ada buktinya. “Kalau di medsos, tidak semua orang membuka medsos,” katanya.

 

 

 

- Advertisement -

NGANJUK – Warga Nganjuk kemarin siang heboh. Ini setelah beredar video pesta minuman beralkohol (mihol) di Pendapa Kecamatan Bagor. Video berdurasi 01.01 menit itu menunjukkan belasan pria berpakaian putih-hitam dan beberapa pria berbaju bebas, tengah meminum mihol yang diduga jenis bir sembari menikmati hiburan organ tunggal.

Dari beberapa meja yang ada di Pendapa Kecamatan Bagor, keberadaan bir paling mencolok terlihat di meja paling belakang. Di sana, beberapa pria berbaju putih-hitam yang diduga merupakan aparatur sipil negara (ASN) bolak-balik memegang gelas air mineral berisi cairan berwarna cokelat yang diduga kuat bir.

Apalagi, beberapa saat kemudian seorang pria terlihat menuangkan cairan berwarna kecokelatan itu ke dalam gelas air mineral yang telah dikosongkan. Kejadian tak patut di gedung instansi pemerintahan itu diduga terjadi pukul 12.30, kemarin.

Hingga kemarin sore, video tersebut sudah dibagikan oleh puluhan orang. Ribuan warganet menyaksikan video tersebut. Mereka juga meninggalkan komentar bernada mencemooh aksi tak pantas tersebut. 

Baca Juga :  ZN Hanya Mengaku Setubuhi Anak Dua Kali

Camat Bagor Kasno yang dikonfirmasi tentang pesta mihol di Pendapa Kecamatan Bagor mengatakan, dirinya tidak mengetahui kegiatan tersebut. “Saat itu (ada pesta mihol, Red) saya sedang berkumpul dengan kepala desa di rumah dinas,” kata Kasno.

Lebih lanjut Kasno mengatakan, kemarin siang Kecamatan Bagor menggelar deklarasi pilkada damai. Acara dihadiri oleh forum pimpinan kecamatan (forpimca) dan sejumlah undangan. Termasuk para kepala desa, perangkat desa dan perwakilan masyarakat lainnya.

Keberadaan organ tunggal di Kecamatan Bagor, menurut Kasno digunakan untuk mengiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. “Total ada 200 undangan,” kata Kasno.

Setelah deklarasi selesai, Kasno menyebut dirinya mengajak para kepala desa berkumpul di rumah dinasnya. Mereka membahas tugas pokok saat pelaksanaan pilkada.

Diduga, setelah acara deklarasi selesai barulah para undangan yang tersisa menggunakan organ tunggal untuk bernyanyi. Terkait keberadaan bir di Pendapa Kecamatan Bagor, Kasno mengaku tidak mengetahuinya. “Saya kira minumannya juga datang dari luar. Tidak mungkin kecamatan menyediakan bir saat dilaksanakan kegiatan resmi,” lanjut Kasno.

Baca Juga :  Ratusan PNS di Kabupaten Kediri Naik Pangkat

Dengan beredarnya video pesta mihol di Kecamatan Bagor, Kasno menyebut pihaknya akan menindaklanjutinya. Jika memang ada perangkat yang terlibat, akan segera dipanggil. “Kejadian ini sudah mencoreng birokrasi di Kecamatan Bagor,” sesalnya.

Terpisah, Kepala Inspektorat Lishandoyo yang dikonfirmasi tentang pesta mihol di Kecamatan Bagor mengatakan, pihaknya meminta agar segera dibuat laporan tertulis terkait kejadian tersebut. “Laporan harus disertai dengan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan,” kata Lishandoyo.

Inspektorat, lanjut Lis, akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. Ditanya tentang sanksi yang akan diberikan, Lis mengaku belum bisa menyebutkan sebelum ada buktinya. “Kalau di medsos, tidak semua orang membuka medsos,” katanya.

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/