JP Radar Kediri - Setelah momen Lebaran yang penuh kebersamaan dan kebahagiaan, justru tidak sedikit orang merasa kosong, kehilangan semangat, bahkan sulit kembali produktif.
Fenomena ini bukan hal aneh. Dalam psikologi, kondisi ini sering disebut sebagai post Ramadan syndrome atau mirip dengan post holiday blues.
Alih-alih masalah iman atau mental yang lemah, ini lebih tepat dipahami sebagai reaksi alami tubuh dan pikiran terhadap perubahan besar yang terjadi secara mendadak.
Baca Juga: Lebaran di Timur Tengah Tak Semeriah di Indonesia? Begini Faktanya
1. Perubahan Rutinitas yang Terlalu Cepat
Pola hidup berubah total selama Ramadan, mulai dari jam tidur, makan, hingga aktivitas ibadah. Semua itu berlangsung konsisten selama hampir satu bulan.
Ketika Lebaran selesai, ritme tersebut hilang secara tiba-tiba. Tubuh dan pikiran dipaksa kembali ke pola lama tanpa transisi yang cukup. Inilah yang memicu rasa kosong dan tidak stabil secara emosional.
Baca Juga: Tradisi Lebaran Ketupat Hari ke-7 Idulfitri: Sejarah dan Makna Filosofis
2. Euforia Sosial yang Tiba-Tiba Hilang
Lebaran identik dengan kumpul keluarga, silaturahmi, dan interaksi sosial yang intens.
Begitu semua selesai, suasana kembali sepi. Interaksi yang sebelumnya padat langsung turun drastis. Ini menciptakan efek kehilangan yang cukup signifikan secara emosional.
Secara sederhana, kamu berpindah dari “ramai banget” ke “sunyi banget” dalam waktu singkat, dan otak butuh waktu untuk menyesuaikan.
Baca Juga: Strategi WFH Satu Hari Sepekan: Upaya Pemerintah Tekan Konsumsi BBM Nasional
3. Kelelahan Fisik dan Mental yang Menumpuk
Aktivitas selama Lebaran seringkali lebih padat dari hari biasa, seperti mudik, silaturahmi, perjalanan jauh, hingga pola makan yang tidak terkontrol.
Tanpa disadari, tubuh mengalami kelelahan. Kondisi ini berdampak langsung pada emosi, seperti mudah lelah, badmood, dan kehilangan motivasi.
Jadi, rasa kosong yang kamu rasakan bisa jadi bukan masalah “perasaan”, tapi energi yang sudah habis.
Baca Juga: Terlalu Banyak Makan Opor dan Rendang? Ini 5 Tips Menjaga Kesehatan Setelah Lebaran
4. Fenomena “After Event Blues”
Dalam psikologi, ada istilah after event blues, yaitu perasaan hampa setelah momen besar berakhir.
Ramadan dan Lebaran adalah momen dengan makna emosional dan spiritual yang tinggi. Ketika itu selesai, muncul rasa kehilangan karena sesuatu yang “bermakna” tiba-tiba hilang dari keseharian.
Ini pola yang sama seperti setelah liburan panjang, pernikahan, atau event besar lainnya.
Baca Juga: Terlalu Banyak Makan Saat Lebaran? Ini Dampaknya bagi Tubuh dan Jiwa
5. Ekspektasi yang Tidak Sesuai Realita
Banyak orang tanpa sadar menaruh ekspektasi tinggi terhadap Lebaran, seperti harus bahagia, harus sempurna, harus berkesan.
Ketika realita tidak sepenuhnya sesuai harapan, muncul rasa kecewa yang berujung pada kehampaan.
Ini bukan soal Lebarannya kurang, tapi ekspektasimu yang terlalu tinggi.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita