JP Radar Kediri - Walau sama-sama terasa beku dan terpencil, Kutub Utara dan Kutub Selatan sejatinya sangat berbeda. Mulai dari geografis hingga iklim dan kehidupan, semua punya karakter uniknya sendiri.
Biar gak bingung lagi saat nonton dokumenter atau tugas sekolah, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Geografi & Bentuk Wilayah
Kutub Utara adalah titik tengah Samudra Arktik, dikelilingi oleh daratan (Amerika Utara, Siberia, Eropa)
Kutub Selatan tepat di jantung Benua Antartika, dikelilingi samudra, dan memiliki es permanen yang tebalnya ribuan meter.
Baca Juga: Pekarangan Sempit? 5 Bunga Ini Bikin Rumah Jadi Taman Mini
Suhu Ekstrem
Di musim dingin, suhu di Kutub Utara rata-rata sekitar −40 °C sedangkan di Kutub Selatan bisa mencapai −60 °C hingga −76 °C menjadikannya lokasi terdingin di Bumi.
Kutub Selatan lebih dingin karena berada di atas dataran tinggi (kira-kira 2.800 m) ditutupi lapisan es tebal, sementara Kutub Utara mengambang di lautan yang membantu moderasi suhu.
Hewan Endemik
Kutub Utara dihuni beruang kutub, rubah arktik, rusa, musang, dan berbagai mamalia serta burung tundra.
Kutub Selatan dikenal sebagai habitat penguin (cuma di Selatan, ya!), anjing laut Weddell, paus, dan tidak ada beruang di sini.
Penduduk dan Kehidupan Manusia
Di Kutub Utara,terdapat penduduk seperti Inuit, Sami, dan para penduduk Siberia telah hidup bersama dengan lingkungan ekstrem ini selama ribuan tahun.
Sedangkan di Kutub Selatan, tidak ada penduduk asli hanya ilmuwan dari berbagai negara yang menetap sementara di stasiun riset.
Ketebalan & Jenis Es
Es di Kutub Utara berupa es laut yang hanya beberapa meter mengambang di atas Samudera Arktik.
Sementara Kutub Selatan ditutupi oleh lapisan es daratan setebal ribuan meter, dan sebagian besar wilayah dari Kutub Selatan adalah gletser permanen.
Baca Juga: Awas Bediding, 5 Tips Merawat Kulit saat Udara Kering
Jadi meskipun sama-sama berada di ujung Bumi, Kutub Utara dan Kutub Selatan sangat berbeda dari segi lokasi, suhu, satwa liar, hingga aktivitas manusianya.
Fakta-fakta ini mengingatkan kita pentingnya menjaga keseimbangan alam di dua wilayah ekstrem ini, karena perubahan kecil di sana bisa berdampak besar pada iklim dunia
Author: Muhammad Rafli Wicaksono
PSDKU Politeknik Negeri Malang di Kota Kediri
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira