JP Radar Kediri-Pernah berpikir untuk mencoba menetaskan telur ayam petelur di rumah? Eits, jangan buru-buru, karena nggak semua telur bisa menetas jadi anak ayam.
Ternyata, ada alasan ilmiah dibalik kenapa telur ayam petelur yang kita beli di pasar nggak akan pernah menetas, meskipun dierami.
Telur Ayam Petelur Tidak Dibuahi
Telur ayam petelur yang biasa kita beli berasal dari peternakan ayam ras petelur. Ayam petelur ini dikandangkan tanpa adanya ayam pejantan, mengakibatkan telur yang dihasilkan tidak dibuahi (infertil).
Tanpa pembuahan dari pejantan, telur hanya mengandung kuning dan putih dan tidak bisa menetas karena tidak ada embrionya.
Produksi Telur untuk Konsumsi, Bukan Penetasan
Ayam petelur memang dirancang untuk produksi telur untuk konsumsi. Mereka dipelihara dalam sistem intensif yang tidak memungkinkan terjadinya perkawinan alami.
Bahkan jika telur dierami, yang terjadi telur infertil hanya akan membusuk, bukan menetas.
Ciri Telur Fertil dan Infertil Berbeda
Telur fertil (yang bisa menetas) memiliki bintik putih kecil seperti “mata banteng” di kuning telur saat diteropong (candling).
Sedangkan telur infertil hanya ada bintik kecil polos yang tidak berkembang. Jadi telur di pasar rata-rata adalah telur infertil.
Penyimpanan di Suhu Rendah Mematikan Embrio
Kalaupun ada telur fertil yang lolos, proses penyimpanan di suhu rendah di kulkas atau cold storage pasar sudah mematikan kemungkinan embrio hidup.
Embrio ayam hanya bisa berkembang pada suhu ideal 37–39°C seperti dalam pengeraman alami.
Jadi tidak semua telur ayam bisa menetas. Telur ayam petelur di pasaran rata-rata infertil karena tidak ada proses pembuahan dari pejantan.
Kalau mau menetaskan telur, pastikan beli telur fertil langsung dari peternakan ayam kampung atau ayam ras pedaging yang dipelihara bersama jantan. Dengan begitu, peluang telur ayam dapat menetas jadi anak ayam jauh lebih besar!
Author: Muhammad Rafli Wicaksono
PSDKU Politeknik Negeri Malang di Kota Kediri
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira