Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Istilah Kalcer, Budaya Gaul ala Gen Z yang Hits di Media Sosial

Internship Radar Kediri • Senin, 9 Juni 2025 | 03:41 WIB

Ilustrasi Kalcer Style
Ilustrasi Kalcer Style
JP Radar Kediri - Istilah kalcer merupakan bentuk adaptasi dari kata culture dalam bahasa Inggris, yang berarti budaya.

Dalam bahasa Indonesia sendiri, menurut KBBI, kata “kultur” diartikan sebagai hasil kegiatan batin manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat. 

Namun, dalam konteks bahasa gaul anak muda, terutama Gen Z, makna kalcer telah bergeser.

Istilah ini kini digunakan untuk menggambarkan gaya hidup atau tren yang sedang populer dan mencerminkan kebiasaan unik suatu komunitas, yang berpotensi membentuk budaya baru, baik dari segi gaya berpakaian, musik, hingga perilaku sosial.

Baca Juga: CEO Meta Mengungkap Era Berjejaring di Media Sosial Telah Berakhir, Kenapa?

Penggunaan kata kalcer kerap muncul dalam percakapan sehari-hari, terutama di media sosial, dan menjadi bagian dari bahasa gaul yang membuat interaksi antar anak muda terasa lebih santai dan menyenangkan.

Anak kalcer sering digambarkan sebagai individu yang selalu mengikuti perkembangan tren, baik dalam hal fashion maupun gaya hidup. 

Baca Juga: Arti Kata Exsaid dan Kalcer? Bahasa Gaul Baru yang Viral di Media Sosial

Misalnya, mereka biasa terlihat mengenakan outfit kekinian seperti kaos hitam bergambar, celana cargo, sneakers populer (seperti Adidas Samba, Nike Dunk Low, atau New Balance 530), serta membawa totebag polos atau laptop dengan stiker estetik.

Gaya ini umumnya dijumpai di komunitas urban seperti Jakarta Selatan, yang identik dengan julukan "anak Jaksel."

Istilah kalcer juga dikenal di kalangan komunitas pesepeda sejak masa pandemi COVID-19 sekitar tahun 2020, ketika tren bersepeda kembali naik daun.

Saat itu, kalcer merujuk pada gaya bersepeda, perlengkapan yang digunakan, atau simbol dari gaya hidup yang sedang hype. 

Dari situlah, penggunaan istilah ini berkembang luas dan mulai disematkan pada berbagai gaya hidup modern yang dianggap "ngetren" atau "FOMO-able."

Baca Juga: Tren Fashion 2025: Baju Kotak-Kotak Kembali Dilirik

Kini, sebutan anak kalcer melekat pada mereka yang rajin nongkrong di kafe artisan, aktif mengikuti konser indie, dan tampil menonjol di media sosial dengan gaya hidup yang mencolok namun tetap estetik.

Tak jarang pula mereka mengekspresikan diri lewat tato kecil di tubuh. 

Meskipun makna kalcer cenderung subjektif dan berkembang tergantung komunitas masing-masing, istilah ini telah menjadi bagian dari identitas sosial anak muda masa kini.

Contoh penggunaan kata kalcer dalam percakapan sehari-hari antara lain:
– “Dia anak kalcer banget, dari gaya sampe tempat nongkrongnya hits semua.”
– “Jangan ngaku anak kalcer kalo belum nyobain kopi di tempat yang lagi viral itu.”
– “Postingan Instagram-nya kalcer banget, outfit selalu on point.”
– “Wah jualan lo sekarang udah kalcer, emang nyari pasar anak muda banget, ya?”

Fenomena kalcer menjadi bukti bagaimana bahasa dan gaya hidup terus berkembang seiring perubahan zaman dan pengaruh budaya populer.

Bagi Generasi Z, istilah ini bukan sekadar tren sesaat, tetapi juga bentuk ekspresi diri dan cara menunjukkan identitas dalam lingkungan sosial.

Dengan memahami arti dan asal-usul kalcer, kita bisa melihat lebih jauh bagaimana budaya gaul anak muda menciptakan komunitas yang dinamis dan penuh warna.

Entah lewat pilihan outfit, tempat nongkrong, atau cara berinteraksi di media sosial, menjadi anak kalcer adalah bagian dari narasi budaya urban masa kini.

Jika kamu merasa relate atau bahkan menjalani gaya hidup seperti yang digambarkan, bisa jadi kamu adalah bagian dari kalangan kalcer yang sedang membentuk tren baru di masyarakat.

Author : Nawal Aulia

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kalcer #fomo #Kultur #fashion