JP Radar Kediri - Ulat menjadi salah satu hama utama yang kerap menyerang pohon alpukat.
Jika tidak segera ditangani, serangan ulat dapat membuat daun rusak parah, menghambat pertumbuhan pohon, hingga menurunkan kualitas buah.
Untuk itu, diperlukan langkah cepat dan tepat dalam mengatasinya.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memeriksa secara rutin bagian bawah daun. Ulat biasanya bersembunyi di balik daun muda dan mulai merusak jaringan tanaman.
Jika ditemukan tanda-tanda serangan, segera lakukan pembersihan manual dengan memetik daun yang terserang dan membuang ulatnya.
Selain pembersihan manual, penggunaan pestisida alami menjadi pilihan bijak. Ramuan dari bawang putih, daun sirsak, atau campuran air sabun dapat disemprotkan ke seluruh bagian pohon, terutama pada daun yang rawan serangan.
Baca Juga: Menguak Rahasia Nasi Goreng Abang-Abang Pinggir Jalan, Sederhana Tapi Bikin Ketagihan
Penyemprotan sebaiknya dilakukan saat pagi atau sore hari untuk menghindari daun terbakar.
Untuk pohon yang sudah menunjukkan serangan berat, penyemprotan pestisida organik secara rutin setiap 5–7 hari sekali bisa membantu mengurangi populasi ulat.
Jika dirasa perlu, penggunaan pestisida kimia berbahan aktif rendah juga bisa dipertimbangkan, namun harus digunakan secara bijak agar tidak merusak ekosistem sekitar.
Baca Juga: Ratusan Pohon Hijau di Kota Kediri ikut Terkepras Tol Kediri - Tulungagung
Perawatan lanjutan seperti pemangkasan ranting yang terlalu rimbun juga penting dilakukan.
Sirkulasi udara yang baik akan mengurangi kelembapan berlebih yang menjadi tempat favorit ulat dan hama lain berkembang biak.
Dengan kombinasi pemeriksaan rutin, penyemprotan alami, dan perawatan pohon yang konsisten, pohon alpukat bisa tetap sehat, subur, dan siap menghasilkan buah unggulan tanpa gangguan ulat.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira