Para pecinta kucing pasti pernah menemukan kasus ini. Mata kucing kesayangan memerah atau berair. Ini biasa terjadi terutama pada anak kucing.
Pecinta kucing harus segera tanggap. Harus segera ditreatmen. Karena bisa menurunkan nafsu makan.
Salah satu penyakit yang menyerang anak kucing adalah kunjungtivitis. Apa itu dan bagaimana pertolongan pertamanya? Yuk simak artikel berikut.
Konjungtivitis, Tanda dan Penyebabnya
Dinamakan konjungtivitis, karena yang diserang adalah konjungtiva. Yakni lapisa merah muda di sekitar bola mata. Yang terserang penyakit ini biasanya anak kucing usia kurang dari 6 bulan.
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Mata anak kucing yang sehat terlihata jernih. Selaput konjungtivanya berwarna sedikit merah muda.
Berikut tanda-tanda mata kucing terserang konjungtivitis yang bisa dicermati.
- Satu atau kedua mata anak kucing kesayangan terlihat merah dan bengkak
- Sensitif terhadap cahaya. Hal ini ditandai dengan seringnya anak kucing menyipitkan mata saat berada di tempat yang terlalu terang.
- Mata mengeluarkan lendir atau kotoran mata yang berwarna putih kehijauan, berkaca-kaca, atau bertekstur kental.
Konjungtivitis pada anak kucing penyebabnya tidak selalu sama, antara lain:
- Debu
Petlovers perlu memperhatikan kegiatan bermain anak kucing kesayangan. Jangan biarkan anak kucing bermain di tempat yang penuh dengan debu.
- Virus herpes
Virus dapat menyebabkan anak kucing sakit mata, dan beberapa jenis virus yang paling umum ditemui sebagai penyebab sakit mata pada anak kucing adalah virus herpes. Memberi vaksin pada anak kucing merupakan cara terbaik untuk mencegahnya.
- Bakteri
Ada banyak jenis bakteri penyebab konjungtivitis pada anak kucing, misalnya seperti Chlamydia, Mycoplasma, Streptococci dan Staphylococci. Kucing kemungkinan akan terkena konjungtivitis akibat bakteri setidaknya satu atau dua kali dalam hidupnya.
Apa yang Harus Dilakukan Bila Ditemui Gejala di Atas.
- Bersihkan bola mata anak kucing. Caranya, ambil bola kapas yang bersih. Celupkan bola kapas taadi ke dalam air yang bersih. Basuhlah sudut mata anak kucing dengan perlahan. Arah Gerakan dari dalam ke luar. Lakukan secara hati-hati,
- Lakukan dengan cara yang sama untuk mata yang lainnya. Gunakan kapas baru yang masih bersih dan steril.
- Bila menginginkan memberi obat tetes. Sebaiknya konsultasikan ke dokter hewan lebih dulu. Karena bila salah obat justru menambah risiko lebih parah.
Untuk pencegahan dan penyembuhan, berilah anak kucing makanan dengan nutrisi yang cukup. Bisa juga dengan makanan jadi khusus anak kucing.
Atau kalau memang terbiasa memberi makanan buatan sendiri, pastikan nutrisinya sesuai dengan kebutuhan anak kucing.
Editor : Jauhar Yohanis