JP Radar Kediri - Beberapa jenis ayam di dunia memiliki harga fantastis karena keunikan, kelangkaan, serta nilai historisnya. Ayam-ayam ini tidak hanya dipelihara sebagai unggas biasa, tetapi juga menjadi koleksi eksklusif bagi para penghobi. Faktor seperti warna bulu yang langka, ukuran tubuh, hingga mitos yang menyertainya turut berpengaruh pada nilai jualnya.
Salah satu ayam termahal adalah Ayam Cemani dari Indonesia, yang dikenal dengan warna hitam pekat di seluruh tubuhnya. Harganya bisa mencapai Rp 25 juta per ekor, terutama di pasar internasional, karena dianggap membawa keberuntungan. Selain itu, ada Ayam Brahma, yang dijuluki “raja ayam” berkat ukurannya yang besar, dengan harga berkisar Rp15-40 juta per ekor.
Dari Vietnam Ayam Dong Tao menarik perhatian karena bentuk kakinya yang tebal dan bersisik seperti naga. Dulunya hanya dipelihara oleh keluarga kerajaan, kini ayam ini dihargai hingga Rp 30-70 juta per ekor karena kelangkaan dan perawatannya yang sulit. Ayam ini juga memiliki daging berkualitas tinggi yang menjadi hidangan eksklusif di restoran mewah.
Baca Juga: Mie Ayam Solo Ini Jadi Favorit Warga Kediri saat Jam Makan Siang
Dari Inggris Ayam Sussex juga masuk dalam daftar unggas mahal dengan harga sekitar Rp3-10 juta per ekor. Selain memiliki bulu indah, ayam ini juga dikenal produktif dalam bertelur. Sementara itu, Ayam Serama dari Malaysia menjadi primadona dalam kontes ayam hias karena tubuhnya yang kecil dan posturnya yang unik, dengan harga mencapai Rp2-10 juta per ekor.
Popularitas ayam-ayam mahal ini tidak hanya karena penampilannya yang eksotis, tetapi juga nilai budayanya. Banyak dari mereka memiliki sejarah panjang dan menjadi simbol status di berbagai negara. Selain itu, perawatannya yang sulit dan waktu pertumbuhan yang lama membuat harga ayam-ayam ini semakin melambung tinggi.
Dari semua jenis ayam yang ada, Ayam Cemani dan Ayam Dong Tao termasuk yang paling mahal di dunia. Keunikan dan kelangkaan mereka menjadikan harga jualnya sangat tinggi, terutama bagi kolektor unggas eksotis. Bagi para penghobi, memiliki salah satu ayam ini bukan sekadar hobi, tetapi juga sebuah investasi bernilai tinggi.
Editor : Puspitorini Dian Hartanti