Burung cendet adalah salah satu jenis burung kicauan yang populer di kalangan pecinta burung. Namun, seperti burung lainnya, cendet juga rentan terhadap berbagai penyakit yang dapat memengaruhi kesehatan dan performanya. Berikut adalah beberapa penyakit yang sering menyerang burung cendet, penyebabnya, gejalanya, serta cara mengatasinya.
Snot (Radang Mata dan Hidung)
Snot disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyebab awalnya, sangkar terlalu lembap dan kotor. Karena kondisi ini menyebabkan bakteri mudah berkembang. Namun walaupun kandang sudah bersih dan kering, bisa juga burung cendet terserang penyakit hidung ini. Hal ini terjadi bila kondisi fisik burung tersebut tidak fit. Misalnya karena pakan yang kurang.
Gejala yang paling mudah dilihat bila burung cendet terkena snot adalah pada mata dan hidungnya. Burung yang terinfeksi bakteri, pada hidungnya akan terlihat berair. Sedangkan matanya terlihat bengkan dan berair. Dari tingkah laku, burung yang terkena snot akan sering menggosokkan kepala ke jeruji kandang.
Untuk mengobati snot bisa dengan antibiotik. Di antaranya yang obat yang mengandung chepalosporin, enro B, primadoxin 100 mg dan lain-lainnya. Obat snot mudah dibeli di toko pakan burung. Mengikuti petunjuk yang ada di kemasan.
Pencegahan snot bisa dilakukan denggan membersihkan kandang secara rutin. Pastikan tempat meletakkan sangkar tidak lembap dan cukup cahaya.
Bila ada burung yang sudah terkena snot, harus segera dipisahkan dengan burung yang sehat. Hal ini untuk mencegah penularan.
Cacingan
Burung cacingan umunya disebabkan pakan atau air minum yang terkontaminasi. Itulah sebabnya pergantian pakan dan minum harus dilakukan setiap hari. Selain itu pastikan tempat pakan dan minum kering sebelum dimasukkan pakan yang baru.
Burung yang cacingan akan terlihat kurang nafsu makan. Hal ini ditandai dengan melihat kebiasaan makannya. Bila mulai berkurang dari kebiasaannya, maka perlu perhatian khusus.
Selain itu kotoran burung akan lebih pucat dari biasanya. Keluarnya pun encer. Penampakan burung lebih kurus dan terlihat lesu.
Untuk pengobatan bisa dilakukan dengan obat cacing khusus burung. Cari obat cacing yang mengandung amprolium, totrazuril, piperazine citrat, atau bahan lain.
Berak Kapur
Berak kapur disebabkan oleh infeksi bakteri salmonella. Sperti penyakit yang disebabkan bakteri lainnya, hal ini dimulai dari sanitasi kandang yang buruk. Sehingga pakan atau air minum terkontaminasi.
Gejala burung yang terkena penyakit ini cukup jelas. Kotoran berwarna putih seperti kapur. Gejala lainnya, nafsu makan menurun dan kurang aktif.
Obat berak kapur pada burung bisa berupa antibiotik, seperti coccilin, mycomas, neo terramycin, atau tetra. Obat harus ini diberikan sesuai resep dokter.
Sariawan atau Jamur Mulut
Sariawan atau jamur mulut pada burung disebabkan adanya infeksi jamur. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kebersihan pakan dan air minum. Selain itu bisa juga disebabkan imunitas burung yang lemah.
Burung yang terkena sariawan bisa dilihat dari perubahan mulut dan lidahnya. Warna mulut dan lidahnya akan berwarna putih keabu-abuan. Nafas berbau tidak sedap dan terlihat sulit makan.
Hal yang bisa dilakukan adalah memberikan vitamin khusus burung untuk menjaga kekebalan tubuhnya. Vitamin untuk burung banyak dijual di pasaran. Selain itu juga bisa diberikan anti jamur untuk burung. Gunakan yang mengandung klotrimazol, ketokonazol atau pilih yang herbal.
Lumpuh atau Lesu
Bila mendapati burung yang lumpuh atau lesu, perlu diperhatikan penyebabnya. Amati apakah ada cedara di tubuhnya. Terutama poada kaki. Misalnya ada bekas terjepit atau memar. Bila tidak ada, bisa diduga burung tersebut kekurangan vitamin D atau kalsium.
Untuk pencegahan, berikan suplemen vitamin D yang cukup. Selain itu peletakan burung harus cukup cahaya matahari.
Secara umum, langkah pencegahan sangat penting untuk menjaga kesehatan burung cendet. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Membersihkan kandang secara rutin
- Memberikan makanan bergizi dan berkualitas
- Memastikan burung mendapatkan sinar matahari yang cukup
- Menghindari stres dengan menyediakan lingkungan yang nyaman
Dengan perawatan yang baik dan perhatian terhadap kesehatan burung cendet, risiko terkena penyakit bisa diminimalisir. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pecinta burung cendet!
Editor : Jauhar Yohanis