JP Radar Kediri - Burung murai batu, dengan suara merdu dan penampilan menawannya, menjadi primadona di kalangan pecinta burung. Namun, seperti makhluk hidup lainnya, murai batu juga rentan terhadap berbagai penyakit.
Mengenali gejala penyakit sejak dini adalah kunci untuk menyelamatkan nyawa burung kesayangan Anda.
Jangan panik! Artikel ini akan memandu Anda mengenali gejala penyakit yang sering menyerang murai batu.
1. Sistem Pernapasan
Perhatikan gejala seperti bersin, keluar cairan dari hidung (bening, keruh, atau berdarah), hidung tersumbat, dan suara napas ngorok.
Ini bisa jadi indikasi pilek/snot/coryza yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur.
Sesak napas, napas terengah-engah, dan suara napas abnormal bisa menandakan pneumonia (radang paru-paru). Jangan abaikan gejala ini!
2. Sistem Pencernaan
Kotoran encer dengan warna tidak normal (hijau, putih, kuning, atau berdarah) adalah gejala diare.
Muntah atau regurgitasi (memuntahkan kembali makanan yang belum dicerna) bisa menjadi tanda megabacteria (avian gastric yeast) atau proventriculitis (radang proventrikulus). Waspadai penurunan berat badan meskipun nafsu makan normal atau meningkat.
3. Sistem Saraf
Gejala saraf seperti tortikolis (kepala memutar), tremor (gemetar), dan paralisis (kelumpuhan pada sayap atau kaki) adalah tanda bahaya.
Ini bisa jadi indikasi penyakit Newcastle (tetelo), penyakit Marek, atau avian encephalomyelitis (tremor epidemik). Penyakit ini sangat serius dan membutuhkan penanganan segera.
4. Kulit dan Bulu
Burung yang sering mematuk-matuk bulunya, bulu kusam dan rusak, serta iritasi kulit bisa jadi terinfestasi kutu atau tungau.
Keropeng tebal dan berkapur pada kaki dan/atau paruh menunjukkan adanya tungau kaki dan muka (scaly face/leg mites).
Pertumbuhan bulu yang abnormal dan bulu pendek mudah patah bisa jadi tanda french molt (penyakit bulu pendek).
Gejala Umum
Lesu/lemas, nafsu makan menurun atau hilang, penurunan berat badan, dan bulu mengembang adalah gejala umum yang sering menyertai berbagai penyakit.
Perubahan perilaku seperti menjadi lebih agresif, takut, atau menyendiri juga perlu diperhatikan. Jangan tunda konsultasi dengan dokter hewan jika Anda melihat gejala ini!
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah