Burung cucak cungkok (Chloropsis hardwickii) adalah salah satu burung kicau yang memiliki daya tarik luar biasa di kalangan pecinta burung.
Burung ini berasal dari kawasan Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Tiongkok, Myanmar, Thailand, Laos, dan Malaysia.
Meskipun bukan spesies asli Indonesia, cucak cungkok telah menjadi salah satu burung yang populer di pasar burung kicau Tanah Air karena suara dan penampilannya yang memukau.
Baca Juga: Harga Cucak HIjau, Peniru Kicau Burung Lain ini Bisa Sampai Rp. 10 Juta.
Secara fisik, cucak cungkok memiliki penampilan yang sangat menarik. Tubuhnya berukuran sedang dengan panjang sekitar 25 cm.
Warna bulunya didominasi hijau cerah di bagian kepala, punggung, sayap, dan ekor. Bagian dada dan perutnya dihiasi warna kuning keoranyean yang mencolok, sementara dagu dan beberapa bagian sayap memiliki aksen biru tua.
Paruhnya melengkung ke bawah berwarna hitam pekat, sedangkan kakinya berwarna merah muda. Kombinasi warna ini membuat cucak cungkok terlihat eksotis dan elegan.
Salah satu daya tarik utama cucak cungkok adalah suara kicauannya yang merdu dan bervariasi. Burung ini dikenal mampu menirukan suara burung lain dengan sangat baik.
Baca Juga: Harga Burung Cucak Rowo Tak Pernah Turun, Investasi di Dunia Kicau yang Menggiurkan
Kicauan jantan biasanya lebih tajam dan kasar dibandingkan betina yang cenderung memiliki suara lebih halus dan lembut. Kemampuan meniru suara ini menjadikan cucak cungkok sering digunakan sebagai "masteran" untuk melatih burung kicau lainnya agar memiliki variasi suara yang lebih kaya.
Habitat asli cucak cungkok adalah hutan berbukit dengan suhu yang relatif sejuk. Mereka biasanya hidup di kawasan hutan tropis atau subtropis dengan pepohonan lebat.
Di habitat aslinya, burung ini memakan buah-buahan kecil, serangga, dan nektar bunga. Namun, ketika dipelihara, mereka dapat diberi pakan berupa voer khusus burung kicau serta buah-buahan seperti pisang atau pepaya.
Baca Juga: 9 Alasan Mengapa Murai Batu Banyak Diminati sebagai Burung Peliharaan
Meskipun bukan burung endemik Indonesia, cucak cungkok mulai banyak ditemukan di pasar burung lokal akibat perdagangan internasional.
Popularitasnya terus meningkat karena suaranya yang unik dan kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun, penting untuk memastikan bahwa burung ini diperoleh secara legal agar tidak mendukung perdagangan satwa liar ilegal.
Di kalangan penghobi burung kicau di Indonesia, cucak cungkok menjadi salah satu spesies favorit karena dianggap sebagai simbol prestise.
Selain itu, perawatannya relatif mudah jika dibandingkan dengan beberapa jenis burung kicau lainnya. Dengan memberikan pakan bergizi serta menjaga kebersihan kandang, cucak cungkok dapat hidup sehat dan berkicau dengan optimal.
Harga cucak cungkok di pasar burung cukup tinggi dibandingkan jenis burung lainnya. Seekor cucak cungkok bisa dihargai hingga Rp 3 juta hingga Rp 4 juta tergantung pada kualitas suara dan kondisi fisiknya. Harga tersebut tentu sebanding dengan keindahan fisik serta kemampuan kicauan yang dimiliki oleh burung ini.
Baca Juga: Keindahan dan Kecerdasan Burung Macaw: Pesona dari Hutan Hujan Amerika
Namun demikian, memelihara cucak cungkok membutuhkan komitmen tinggi dari pemiliknya.
Burung ini memerlukan perhatian khusus dalam hal pemberian pakan berkualitas serta lingkungan yang nyaman agar tetap sehat dan aktif berkicau.
Selain itu, pemilik juga harus melatihnya secara rutin untuk menjaga kualitas suaranya.
Cucak cungkok adalah contoh sempurna dari bagaimana keindahan alam dapat memikat hati manusia melalui suara dan penampilan. Sebagai salah satu burung kicau eksotis yang populer di Indonesia, cucak cungkok tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga simbol kecintaan terhadap dunia burung kicau.
Dengan perawatan yang baik dan penuh kasih sayang, cucak cungkok dapat menjadi teman setia bagi para pecinta burung selama bertahun-tahun. (Agie)
Baca Juga: Ini Doa Yang Dibaca Menjelang Bulan Ramadhan 2025
Editor : Jauhar Yohanis