JP Radar Kediri - Sebutan wibu dan otaku biasa disematkan kepada orang yang suka menonton anime. Dalam komunitas penggemar anime dan manga tidak jarang kata wibu atau otaku digunakan untuk mendeskripsikan suatu hal yang sama. Sejatinya, terdapat perbedaan dari kedua kosakata tersebut.
Sebenarnya apa sih perbedaan wibu dan otaku itu? Mari simak penjelasan berikut ini.
Pengertian Wibu dan Otaku
Wibu sering diafiliasikan dengan istilah Japanofilia yang berarti pencinta Jepang. Padahal dua istilah tersebut memiliki makna yang berbeda. Wibu berasal dari istilah slang bahasa Inggris, yaitu weeaboo berarti orang yang terobsesi dengan kebudayaan populer Jepang seperti anime. Bedanya, Japanofilia adalah yang mencintai budaya Jepang secara luas, sedangkan weeaboo adalah orang yang menyukai budaya populernya.
Otaku merupakan istilah orang Jepang yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terobsesi dengan hobi mereka tidak terbatas pada anime dan manga saja. Misalnya, Otaku Idol adalah orang yang menyukai idola wanita atau pria dari grup idola seperti AKB48. Otaku Game itu orang-orang yang suka bermain game dan mengetahui banyak tentang game, Densha Otaku atau Otaku Kereta yang sangat menggemari segala hal tentang kereta api dan banyak jenis otaku lainnya.
Kurang benar rasanya bila menyebut orang Jepang sebagai wibu atau weeaboo, karena mereka pasti menyukai budaya populernya. Maka dari itu istilah yang biasa digunakan orang Jepang adalah Otaku.
Stigma
Semakin hari, semakin banyak orang menyebut pencinta anime dengan sebutan wibu, hal ini mulai dinormalisasi oleh komunitas jejepangan di Indonesia. Sebelum populer seperti sekarang, wibu sebenarnya dianggap negatif oleh sebagian orang. Berawal dari tahun 2000-an awal, di sebuah forum bernama 4chan, kata weeaboo/wibu digunakan untuk menggantikan istilah wapanese yang merupakan singkatan dari wanna be Japanese (Ingin menjadi orang Jepang).
Baca Juga: Mitos dan Fakta Menarik tentang Burung Gagak, Simbol Keberuntungan atau Pertanda Malapetaka?
Wapanese dulu merupakan sebuah ejekan kepada orang-orang yang terlalu maniak kepada segala hal yang berbau tentang Jepang, mulai dari budaya, karya, bahkan orang-orangnya. Mereka lebih menyukai segala hal tentang Jepang daripada negaranya sendiri.
Sedangkan untuk istilah Otaku dalam beberapa literatur Jepang sering dianggap negatif meskipun stigma terhadap Otaku sudah jauh berkurang dibandingkan dulu, masih ada pandangan negatif tertentu. Hal ini karena Otaku biasanya merupakan orang yang anti sosial, suka mengurung diri, jarang mandi dan lain-lainnya.
Saat ini Otaku lebih digambarkan sebagai orang yang antusias terhadap sesuatu atau orang yang menyalurkan dengan hobinya dengan semangat, hal ini membuat citranya sedikit demi sedikit jadi lebih positif.
Baca Juga: Android 1.0, Kisah Awal Revolusi Smartphone yang Mengubah Dunia Selamanya
Biasanya wibu lebih digunakan sebagai sarkastik kepada orang yang terlihat menyukai jejepangan di Indonesia sedangkan Otaku lebih sering digunakan orang luar untuk menyebut pencinta anime, manga dan game dari Jepang.
Dalam KBBI sendiri wibu didefinisikan sebagai seseorang yang terobsesi dengan budaya dan gaya hidup orang Jepang. (Radyan Fahmi)
Editor : Radar Kediri