Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Slow Living sebagai Solusi Stres Modern.

I

Slow Living
Slow Living


Advertisement

JP Radar Kediri- Pernahkah kamu merasakan waktu berjalan begitu cepat, pekerjaan tak kunjung usai, dan tubuh tetap lelah meski sudah beristirahat? Dalam dunia psikologi dan tata kota, kondisi ini kerap disebut fast-paced life , yakni gaya hidup serba cepat yang menuntut manusia untuk selalu produktif di setiap waktu.

Fenomena tersebut sejalan dengan gaya hidup masyarakat masa kini yang saling bersaing mencapai kata “sukses” dalam versi masing-masing. Tekanan inilah yang kemudian melahirkan sebuah gerakan bernama slow living , yang belakangan wara-wiri di media sosial.

Slow living bukan sekedar tren di Instagram. Konsep ini justru memiliki landasan ilmiah yang kuat sebagai penawar stres di tengah kehidupan modern.

Slow living tidak dimaknai sebagai bentuk pengungsi dari tanggung jawab atau kemalasan. Mengutip Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan (2023), slow living merupakan kesadaran untuk menikmati kehidupan yang padat dengan cara yang lebih santai dan bermakna, dengan menekan pemeliharaan ritme hidup, bukan menghindari aktivitas.

Prinsip utama dalam slow living adalah mindfulness atau kesadaran penuh. Melalui prinsip ini, seseorang diajak untuk hadir sepenuhnya dalam setiap aktivitas yang dijalani, alih-alih hidup dalam mode “ autopilot ”.

Saat makan, seseorang benar-benar menikmati rasa makanan ( slow food ). Begitu pula saat membaca, fokus diarahkan untuk memahami isi bacaan tanpa gangguan ( slow books ).

Dalam penerapannya, slow living tidak harus dilakukan secara ekstrem. Perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang realistis, seperti mengurangi waktu penggunaan gawai, memasak makanan sendiri, serta fokus menyelesaikan satu pekerjaan dalam satu waktu.

Slow living juga mengajak seseorang untuk memilih kualitas dibandingkan kuantitas, baik dalam pekerjaan, hubungan sosial, maupun konsumsi informasi.

Pada akhirnya, slow living bukan upaya untuk menolak kemajuan zaman. Konsep ini justru berfungsi sebagai penyeimbang di tengah kehidupan yang serba instan. Seperti yang diungkapkan dalam berbagai kajian ilmiah, hidup bukanlah perlombaan tentang siapa yang paling cepat mencapai garis akhir.

Di tengah ritme kehidupan masyarakat saat ini, berani berpikir sejenak bisa menjadi cara untuk kembali menemukan makna, ketenangan, dan keseimbangan dalam hidup.

Penulis adalah Arlintang Sekar Phambayun, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Advertisement

Artikel Terkait

Mengenal Color Analysis, Cara Menemukan Warna Pakaian yang Cocok dengan Penampilan

Mengenal Color Analysis, Cara Menemukan Warna Pakaian yang Cocok dengan Penampilan

Mengenal color analysis untuk memilih warna pakaian sesuai penampilan. Ketahui perbedaan palet Spring, Summer, Autumn, dan Winter serta cara menerapkannya.

Tas Penuh Gantungan Lucu, Kenapa Bag Charm Jadi Cara Mengekspresikan Diri?

Tas Penuh Gantungan Lucu, Kenapa Bag Charm Jadi Cara Mengekspresikan Diri?

Bag charm menjadi aksesori untuk mempercantik tas sekaligus mengekspresikan diri. Kenali daya tarik gantungan lucu yang digemari pencinta fashion.

Mengenal Hobby Rotation, Kebiasaan Berganti Hobi Sesuai Minat dan Suasana Hati

Mengenal Hobby Rotation, Kebiasaan Berganti Hobi Sesuai Minat dan Suasana Hati

Mengenal hobby rotation, kebiasaan berganti hobi sesuai minat dan suasana hati. Cari tahu alasan seseorang senang mencoba berbagai kegiatan baru.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer