31.7 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Bojo Urip Mewah, Kang Paijo Lelah

Yu Minthul punya angan-angan tinggi. Pingin urip mulya. Bisa merasakan kenikmatan hidup. Termasuk memenuhi gairahnya yang suka belanja.

Namun, apa mau dikata. Kang Paijo, suaminya, hanyalah pekerja di toko onderdil kendaraan bermotor. Bayarane, ya mesti wae, mung sebatas UMK alias upah minimum. Setiap bulan gaji Kang Paijo tersedot untuk kebutuhan sehari-hari. Apa maneh anake sing mung siji iku mulai butuh asupan susu dan lain sebagainya.

Sayang, Yu Minthul seperti tak mau tahu kondisi keuangan sang suami. Dia tetap saja mewujudkan impiannya itu. Hidup royal. Suka berbelanja barang-barang yang sebenarnya tak terlalu dibutuhkan. Lek wong saiki nyebute, Yu Minthul hedonis, seneng blanja.

(Ilustrasi: Afrizal)

Wiwit duwe anak bojoku borose wis keliwatan. Kebutuhan sing mambu bayi mesti dituku. Masiya ora butuh nemen,” keluh Kang Paijo, menyesali ulah sang istri.

Baca Juga :  Ketika Pencabulan dan Pemerkosaan Banyak Dilakukan Orang-Orang Dekat

Warga Kecamatan Plemahan ini kemudian menyebut beberapa barang yang dibeli sang istri. Mulai botol susu, wadah mangan bayi, lan klambi-klambi bayi. Belinya pun dalam jumlah yang banyak.

Lebih repot, sikap boros Yu Minthul itu tak diimbangi dengan kebiasaan baik. Sebagai ibu rumah tangga, dia justru malas bersih-bersih. Juga aras-arasen masak. Kesenengane mung siji, ngentekno duwite bojone, peh!

Wayah isuk wis budal nang baby-spa, terus arisan, beli baju baru untuk reunian, dan kegiata yang tak perlu lainnya. Dan, semuanya menyedot penghasilan Kang Paijo yang tak seberapa itu.

Sampai-sampai Kang Paijo pun terbelit hutang. Deweke terpaksa nyilih kiwa nyilih tengen. Kangge nutupi pengeluaran bojone sing semakin tak terkendali. Inilah yang membuat Kang Paijo mulai muntap. Sudah merasa tak sanggup lagi ngopeni Yu Minthul.

Baca Juga :  Identitas Budaya Bisa Lenyap bila Tak Dijaga

“Yen mung ora  seneng masak sih ora apa-apa. Nanging borose kuwi sing nggarai aku keblebet utang,” sungut Kang Paijo.

Nah, setelah berkali-kali dinasihati tak berubah, Kang Paijo pun ambil langkah pemungkas. Dia pun menalak sang istri yang sudah dinikahinya selama dua tahun. Sepertinya, dia sudah lelah dengan tabiat istrinya yang suka bergaya mewah itu.

Saat ini, dia sedang menjalani sidang untuk kali kedua.

“Dipertahankan ya percuma wae, utangku isa tambah akeh. Yen pisah ngene tanggunganku kan mung anak,” ucap Kang Paijo. Dasar Yu Minthul, ibarate gentong bocor, banyu pira ae ya bablas mancur. Trus gentonge kosong maneh.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

Yu Minthul punya angan-angan tinggi. Pingin urip mulya. Bisa merasakan kenikmatan hidup. Termasuk memenuhi gairahnya yang suka belanja.

Namun, apa mau dikata. Kang Paijo, suaminya, hanyalah pekerja di toko onderdil kendaraan bermotor. Bayarane, ya mesti wae, mung sebatas UMK alias upah minimum. Setiap bulan gaji Kang Paijo tersedot untuk kebutuhan sehari-hari. Apa maneh anake sing mung siji iku mulai butuh asupan susu dan lain sebagainya.

Sayang, Yu Minthul seperti tak mau tahu kondisi keuangan sang suami. Dia tetap saja mewujudkan impiannya itu. Hidup royal. Suka berbelanja barang-barang yang sebenarnya tak terlalu dibutuhkan. Lek wong saiki nyebute, Yu Minthul hedonis, seneng blanja.

(Ilustrasi: Afrizal)

Wiwit duwe anak bojoku borose wis keliwatan. Kebutuhan sing mambu bayi mesti dituku. Masiya ora butuh nemen,” keluh Kang Paijo, menyesali ulah sang istri.

Baca Juga :  Nguber Gengsi, Kurang Gizi

Warga Kecamatan Plemahan ini kemudian menyebut beberapa barang yang dibeli sang istri. Mulai botol susu, wadah mangan bayi, lan klambi-klambi bayi. Belinya pun dalam jumlah yang banyak.

Lebih repot, sikap boros Yu Minthul itu tak diimbangi dengan kebiasaan baik. Sebagai ibu rumah tangga, dia justru malas bersih-bersih. Juga aras-arasen masak. Kesenengane mung siji, ngentekno duwite bojone, peh!

Wayah isuk wis budal nang baby-spa, terus arisan, beli baju baru untuk reunian, dan kegiata yang tak perlu lainnya. Dan, semuanya menyedot penghasilan Kang Paijo yang tak seberapa itu.

Sampai-sampai Kang Paijo pun terbelit hutang. Deweke terpaksa nyilih kiwa nyilih tengen. Kangge nutupi pengeluaran bojone sing semakin tak terkendali. Inilah yang membuat Kang Paijo mulai muntap. Sudah merasa tak sanggup lagi ngopeni Yu Minthul.

Baca Juga :  Santo Kadarusman, The Best Customer Loyalty

“Yen mung ora  seneng masak sih ora apa-apa. Nanging borose kuwi sing nggarai aku keblebet utang,” sungut Kang Paijo.

Nah, setelah berkali-kali dinasihati tak berubah, Kang Paijo pun ambil langkah pemungkas. Dia pun menalak sang istri yang sudah dinikahinya selama dua tahun. Sepertinya, dia sudah lelah dengan tabiat istrinya yang suka bergaya mewah itu.

Saat ini, dia sedang menjalani sidang untuk kali kedua.

“Dipertahankan ya percuma wae, utangku isa tambah akeh. Yen pisah ngene tanggunganku kan mung anak,” ucap Kang Paijo. Dasar Yu Minthul, ibarate gentong bocor, banyu pira ae ya bablas mancur. Trus gentonge kosong maneh.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/