23.4 C
Kediri
Wednesday, August 17, 2022

Suami Pelit, Istri Menjerit

- Advertisement -

Sudah jadi kebiasaan umum, seorang suami pasti punya duwit lanang. Artinya, uang yang dijadikan pegangan suami untuk keperluan sendiri. Biasane, jumlahe luwih sithik tinimbang uang belanja untuk sang istri.

Nanging, yang terjadi pada pasangan  Kang Sudrun-Mbok Ndewor kali ini terbalik. Justru duwit lanange sing luwih akeh. Tentu saja, itu membuat sang istri kerepotan. Sampai-sampai, untuk urusan dapur saja selalu kekurangan. Padahal, bila untuk urusan ngebosi kancane, pria yang berumah di Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri ini justru selalu berlebih.

Duwite Kang Sudrun kuwi sakjane ya akeh. Nanging sing diwenehne aku sithik banget. Kangge mangan bendinane wae ora cukup,” keluh Mbok Ndewor menyebut sikap buruk sang suami.

(Ilustrasi: Afrizal)

Kang Sudrun ngrabi Mbok Ndewor wis ana nem tahun. Anake wae wis loro. Namun, masa-masa bahagianya ternyata hanya seumur jagung. Di tahun ketiga, kehidupan keluarga ini berubah menjadi tidak sehat. Nafkah untuk Mbok Ndewor mulai berkurang. Sifat cethile sudah untup-untup.

Padahal, Kang Sudrun punya penghasilan yang lumayan. Sebagai seorang pengusaha ban bekas, uang selalu  mengalir deras. Apalagi, bisnisnya tergolong lancar jaya. Dia pun bisa dengan mudah mentraktir teman-temannya. Nyaris setiap hari berfoya-foya di kafe-kafe atau warung-warung makan.

Baca Juga :  Cantik dan Eksklusif dengan SZ Bordir & Sulam
- Advertisement -

Berbeda bila urusan rumah tangga. Kang Sudrun jadi cethil mbetithil. Jatah uang belanja bulanan untuk  Mbok Ndewor malah diungsret, dikurangi. Ketika sang istri minta, tak pernah dikasih.

“Tan saya suwe tan saya cethil,” keluh Mbok Ndewor.

Padahal, pengeluaran sehari-hari justru bertambah. Mbok Ndewor masih harus beli popok gawe anake. Belum lagi bila ada kebutuhan-kebutuhan mendesak. “Apa maneh rega janganan kaya ngene larange saiki dina,” sungut Mbok Ndewor lagi.

Yang juga bikin Mbok Ndewor kian ngresula, perhatian Kang Sudrun pada keluarga berkurang. Tak pernah mau ngemong anake sing isih cilik. Yen ada anake nangis, dia justru cuek. Ora gelem nggendong dan ngeneng-ngeneng.

Suatu saat, Kang Sudrun asyik dengan handphone-nya. Bermain game online. Sementara, sang anak tidur di kursi. Nah, ketika anak perempuannya itu terjatuh, Kang Sudrun meneng wae. Masih asyik ber-game online, peh!

Ya jelas mangkel aku. Anake ngglundung eh kok meneng ae,” gerutu Mbok Ndewor.

Baca Juga :  Bayar Iuran JKN, Peserta Anggap Seperti Menabung

Tak kurang-kurang Mbok Ndewor minta bojone berubah. Setidaknya berperilaku baik pada kedua anaknya. Tapi, bukannya berubah, Kang Sudrun malah marah-marah. Mengatainya sebagai perempuan tak berguna.

“Isane mung ngentekno duwit ambek leyehan nang omah ae awakmu,” tuding Kang Sudrun pada istrinya.

Nah, ucapan Kang Sudrun itu menusuk perasaan Mbok Ndewor. Dia langsung minta izin orang tuanya untuk menggugat cerai sang suami. Saat ini proses pegatan itu tengah berlangsung di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Kediri.

Luwih becik pisah ae. Saiki fokusku menangne hak asuhe anak,” kata Mbok Ndewor sambil mbesengut.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

Sudah jadi kebiasaan umum, seorang suami pasti punya duwit lanang. Artinya, uang yang dijadikan pegangan suami untuk keperluan sendiri. Biasane, jumlahe luwih sithik tinimbang uang belanja untuk sang istri.

Nanging, yang terjadi pada pasangan  Kang Sudrun-Mbok Ndewor kali ini terbalik. Justru duwit lanange sing luwih akeh. Tentu saja, itu membuat sang istri kerepotan. Sampai-sampai, untuk urusan dapur saja selalu kekurangan. Padahal, bila untuk urusan ngebosi kancane, pria yang berumah di Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri ini justru selalu berlebih.

Duwite Kang Sudrun kuwi sakjane ya akeh. Nanging sing diwenehne aku sithik banget. Kangge mangan bendinane wae ora cukup,” keluh Mbok Ndewor menyebut sikap buruk sang suami.

(Ilustrasi: Afrizal)

Kang Sudrun ngrabi Mbok Ndewor wis ana nem tahun. Anake wae wis loro. Namun, masa-masa bahagianya ternyata hanya seumur jagung. Di tahun ketiga, kehidupan keluarga ini berubah menjadi tidak sehat. Nafkah untuk Mbok Ndewor mulai berkurang. Sifat cethile sudah untup-untup.

Padahal, Kang Sudrun punya penghasilan yang lumayan. Sebagai seorang pengusaha ban bekas, uang selalu  mengalir deras. Apalagi, bisnisnya tergolong lancar jaya. Dia pun bisa dengan mudah mentraktir teman-temannya. Nyaris setiap hari berfoya-foya di kafe-kafe atau warung-warung makan.

Baca Juga :  Cantik dan Eksklusif dengan SZ Bordir & Sulam

Berbeda bila urusan rumah tangga. Kang Sudrun jadi cethil mbetithil. Jatah uang belanja bulanan untuk  Mbok Ndewor malah diungsret, dikurangi. Ketika sang istri minta, tak pernah dikasih.

“Tan saya suwe tan saya cethil,” keluh Mbok Ndewor.

Padahal, pengeluaran sehari-hari justru bertambah. Mbok Ndewor masih harus beli popok gawe anake. Belum lagi bila ada kebutuhan-kebutuhan mendesak. “Apa maneh rega janganan kaya ngene larange saiki dina,” sungut Mbok Ndewor lagi.

Yang juga bikin Mbok Ndewor kian ngresula, perhatian Kang Sudrun pada keluarga berkurang. Tak pernah mau ngemong anake sing isih cilik. Yen ada anake nangis, dia justru cuek. Ora gelem nggendong dan ngeneng-ngeneng.

Suatu saat, Kang Sudrun asyik dengan handphone-nya. Bermain game online. Sementara, sang anak tidur di kursi. Nah, ketika anak perempuannya itu terjatuh, Kang Sudrun meneng wae. Masih asyik ber-game online, peh!

Ya jelas mangkel aku. Anake ngglundung eh kok meneng ae,” gerutu Mbok Ndewor.

Baca Juga :  Tergoda Tetangga Genit Berbodi Amit-Amit

Tak kurang-kurang Mbok Ndewor minta bojone berubah. Setidaknya berperilaku baik pada kedua anaknya. Tapi, bukannya berubah, Kang Sudrun malah marah-marah. Mengatainya sebagai perempuan tak berguna.

“Isane mung ngentekno duwit ambek leyehan nang omah ae awakmu,” tuding Kang Sudrun pada istrinya.

Nah, ucapan Kang Sudrun itu menusuk perasaan Mbok Ndewor. Dia langsung minta izin orang tuanya untuk menggugat cerai sang suami. Saat ini proses pegatan itu tengah berlangsung di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Kediri.

Luwih becik pisah ae. Saiki fokusku menangne hak asuhe anak,” kata Mbok Ndewor sambil mbesengut.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/