22.3 C
Kediri
Monday, August 8, 2022

Sikat Gaji Istri untuk Poligami

Entah apa yang ada di benak Sudrun, 30. Saat Mbok Ndewor berjuang menjadi pekerja migran dan banting tulang di luar negeri demi kesehatan anaknya, pria asal Kecamatan Badas itu justru menghabiskan gaji istrinya untuk poligami. Setelah kedoknya terbongkar, keluarganya pun ambyar.

Mbok Ndewor membulatkan tekadnya untuk bekerja ke luar negeri sejak 2020 lalu. Kondisi anaknya yang sakit-sakitan karena kelainan sejak lahir, membuat dia memberanikan diri bekerja di negeri orang. “Seminggu dua kali harus check up. Biaya obatnya bisa jutaan rupiah,” kata perempuan berusia 28 tahun itu menceritakan motivasinya bekerja di luar negeri.

Awalnya, Mbok Ndewor berusaha bertahan di rumah mengurus anaknya. Tetapi, gaji Sudrun yang bekerja sebagai buruh pabrik bahkan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibu satu anak itu pun tak punya pilihan lain. Dia nekat bekerja ke luar negeri. Sedangkan Sudrun bekerja di rumah sembari mengurus anaknya.

Baca Juga :  Kasus Positif di Kota Kediri Meningkat, PTM Dibatasi 50 Persen
(Ilustrasi: Afrizal)

Tahun pertama bekerja di Malaysia, Mbok Ndewor bisa bekerja dengan tenang. Konsentrasinya mencari nafkah untuk keluarga terusik setelah dia mendengar suaminya di kampung menikah lagi. Istri keduanya tidak hanya lebih muda dari Mbok Ndewor. Melainkan juga lebih cantik dan lebih seksi.

Mendapat kabar itu, Mbok Ndewor memutuskan untuk menyudahi perjuangannya. Dia memilih pulang kampung untuk memastikan kebenaran informasi yang didapatnya. “Aku kerja keras tapi dia malah enak-enakan dengan istri mudanya,” sungut perempuan bertubuh kurus itu.

Bak mimpi di siang bolong, begitu tiba di rumah dia harus mendapati kenyataan pahit. Sudrun yang diam-diam menghanyutkan, ternyata benar-benar menikah lagi.

Mbok Ndewor pun langsung emosi. Tidak hanya mendapati sang suami telah menduakan dirinya. Melainkan, dia mengetahui jika uang yang dikirim tiap bulan untuk pengobatan putrinya ternyata digunakan untuk membiayai istri mudanya. Peh!

Baca Juga :  Sungai Bodor Meluap, Dua Desa Tergenang

Dia semakin marah mendengar kabar jika putrinya tidak mendapatkan pengobatan selama lima bulan terakhir. Adapun uang yang dikirimkan kepada Sudrun digunakan untuk berfoya-foya.

“Nasi sudah menjadi bubur, saya memilih fokus merawat anak,” papar Mbok Ndewor sembari menyebut dirinya tak menggubris permintaan maaf Sudrun yang sudah jelas-jelas melukai hatinya.

Setelah bermusyawarah dengan keluarga, perempuan berambut lurus itu mantap menggugat cerai suaminya. Beberapa kali agenda mediasi dilewati tanpa kesepakatan. Kini dia bisa bernapas lega karena hakim mengabulkan gugatan cerainya.

Selain melanjutkan pengobatan sang anak, Mbok Ndewor berencana menggugat mantan suaminya itu. Meminta kembali uang yang telah dihabiskan untuk merawat istri mudanya. “Saya akan meminta uang itu agar dikembalikan,” tegasnya.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

Entah apa yang ada di benak Sudrun, 30. Saat Mbok Ndewor berjuang menjadi pekerja migran dan banting tulang di luar negeri demi kesehatan anaknya, pria asal Kecamatan Badas itu justru menghabiskan gaji istrinya untuk poligami. Setelah kedoknya terbongkar, keluarganya pun ambyar.

Mbok Ndewor membulatkan tekadnya untuk bekerja ke luar negeri sejak 2020 lalu. Kondisi anaknya yang sakit-sakitan karena kelainan sejak lahir, membuat dia memberanikan diri bekerja di negeri orang. “Seminggu dua kali harus check up. Biaya obatnya bisa jutaan rupiah,” kata perempuan berusia 28 tahun itu menceritakan motivasinya bekerja di luar negeri.

Awalnya, Mbok Ndewor berusaha bertahan di rumah mengurus anaknya. Tetapi, gaji Sudrun yang bekerja sebagai buruh pabrik bahkan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibu satu anak itu pun tak punya pilihan lain. Dia nekat bekerja ke luar negeri. Sedangkan Sudrun bekerja di rumah sembari mengurus anaknya.

Baca Juga :  Ikut Salat Idul Adha Dua Kali
(Ilustrasi: Afrizal)

Tahun pertama bekerja di Malaysia, Mbok Ndewor bisa bekerja dengan tenang. Konsentrasinya mencari nafkah untuk keluarga terusik setelah dia mendengar suaminya di kampung menikah lagi. Istri keduanya tidak hanya lebih muda dari Mbok Ndewor. Melainkan juga lebih cantik dan lebih seksi.

Mendapat kabar itu, Mbok Ndewor memutuskan untuk menyudahi perjuangannya. Dia memilih pulang kampung untuk memastikan kebenaran informasi yang didapatnya. “Aku kerja keras tapi dia malah enak-enakan dengan istri mudanya,” sungut perempuan bertubuh kurus itu.

Bak mimpi di siang bolong, begitu tiba di rumah dia harus mendapati kenyataan pahit. Sudrun yang diam-diam menghanyutkan, ternyata benar-benar menikah lagi.

Mbok Ndewor pun langsung emosi. Tidak hanya mendapati sang suami telah menduakan dirinya. Melainkan, dia mengetahui jika uang yang dikirim tiap bulan untuk pengobatan putrinya ternyata digunakan untuk membiayai istri mudanya. Peh!

Baca Juga :  Balada Sopir sing Seneng Mampir

Dia semakin marah mendengar kabar jika putrinya tidak mendapatkan pengobatan selama lima bulan terakhir. Adapun uang yang dikirimkan kepada Sudrun digunakan untuk berfoya-foya.

“Nasi sudah menjadi bubur, saya memilih fokus merawat anak,” papar Mbok Ndewor sembari menyebut dirinya tak menggubris permintaan maaf Sudrun yang sudah jelas-jelas melukai hatinya.

Setelah bermusyawarah dengan keluarga, perempuan berambut lurus itu mantap menggugat cerai suaminya. Beberapa kali agenda mediasi dilewati tanpa kesepakatan. Kini dia bisa bernapas lega karena hakim mengabulkan gugatan cerainya.

Selain melanjutkan pengobatan sang anak, Mbok Ndewor berencana menggugat mantan suaminya itu. Meminta kembali uang yang telah dihabiskan untuk merawat istri mudanya. “Saya akan meminta uang itu agar dikembalikan,” tegasnya.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Mulai Data Tanah Tol Agustus


Artikel Terbaru

/