31.7 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Maling Sarimbit

Pasangan Kang Paijo-Yu Minthul benar-benar serasi. Tabiat mereka cocok satu sama lain. Mangkane, keduanya langsung klik ketika berkenalan. Kemudian meneruskan dengan mengundang penghulu untuk menuntun ijab-kabul mereka.

Nanging, sayangnya, keserasian itu ternyata sesuatu yang buruk. Keduanya sama-sama punya tabiat menjadi maling. Beraksinya pun juga berduaan. Layak bila disebut sebagai maling sarimbit. Sewelas rolas dengan Bonnie-Clyde. Itu, suami-istri di Amerika sono yang juga pasangan penjahat.

Bedanya, bila Bonnie-Clyde pasangan perampok kejam yang kadang membunuh korbannya, si maling sarimbit asal Kertosono, Kabupaten Nganjuk ini hanyalah pencuri handphone. Sasarannya, penonton pertunjukan pawai sound system di Kencong, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

(Ilustrasi: Afrizal)

Kisah Bonnie-Clyde ala maling sarimbit ini terjadi Februari silam. Ketika itu, di Kencong ada pawai sound system, arak-arakan truk yang dilengkapi dengan perangkat musik yang dibunyikan keras-keras. Pawai seperti ini mengundang banyak penonton yang mengular di tepi jalan.

Baca Juga :  Dishub Kota Kediri Siapkan EWS di Perlintasan KA Tanpa Palang

Nah, Kang Paijo dan Yu Minthul pun merencanakan aksi jahatnya. Dari tempat tinggal mereka, keduanya naik taksi online. Tidak hanya berdua, juga ditemani tiga maling lain. Mereka langsung mengincar parkiran sepeda montor di halaman salah satu warga.

Wong-wong sing ndelok pawai mesti ndekek handphone nang jok montore,” bisik Kang Paijo kepada istrinya. Yu Minthul pun manthuk-manthuk tanda setuju.

Langsung saja keempatnya beraksi. Mereka membongkar paksa jok montor para penonton yang memarkir kendaraannya. Hasile, empat gawai sing iso mereka ambil. Mereknya, ada yang Oppo, Redmi, dan Vivo.

Malam itu aksi maling sarimbit ini memang ora konangan. Mereka bisa dengan mudah  melenggang pergi. Meninggalkan si pemilik montor yang kebingungan karena HP-ne lenyap tak berbekas.

Baca Juga :  Pemkab Kaji Pembatasan Operasional Gerai Waralaba

Tapi, sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Para maling sarimbit itu berusaha menjual barang colongan melalui Facebook. Memang, saat itu mereka berhasil menggaet pembeli. Uangnya pun juga langsung dibagi-bagi. Namun, ternyata, jejak digitalnya dijadikan polisi untuk memburu para  maling ini. Hingga akhirnya mereka dicokok di rumahnya masing-masing.

Dan, pasangan Kang Paijo-Yu Minthul pun harus rela jadi pesakitan. Nginep nang hotel prodeo. Njur, diadili neng ngarepi pak hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Maling sarimbit ini pun harus siap-siap hidup lama di penjara. Karena para jeksa meminta hakim menjatuhkan hukuman satu tahun penjara, peh!






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara
- Advertisement -

Pasangan Kang Paijo-Yu Minthul benar-benar serasi. Tabiat mereka cocok satu sama lain. Mangkane, keduanya langsung klik ketika berkenalan. Kemudian meneruskan dengan mengundang penghulu untuk menuntun ijab-kabul mereka.

Nanging, sayangnya, keserasian itu ternyata sesuatu yang buruk. Keduanya sama-sama punya tabiat menjadi maling. Beraksinya pun juga berduaan. Layak bila disebut sebagai maling sarimbit. Sewelas rolas dengan Bonnie-Clyde. Itu, suami-istri di Amerika sono yang juga pasangan penjahat.

Bedanya, bila Bonnie-Clyde pasangan perampok kejam yang kadang membunuh korbannya, si maling sarimbit asal Kertosono, Kabupaten Nganjuk ini hanyalah pencuri handphone. Sasarannya, penonton pertunjukan pawai sound system di Kencong, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

(Ilustrasi: Afrizal)

Kisah Bonnie-Clyde ala maling sarimbit ini terjadi Februari silam. Ketika itu, di Kencong ada pawai sound system, arak-arakan truk yang dilengkapi dengan perangkat musik yang dibunyikan keras-keras. Pawai seperti ini mengundang banyak penonton yang mengular di tepi jalan.

Baca Juga :  Hobi Kongkow, Lali Bojo

Nah, Kang Paijo dan Yu Minthul pun merencanakan aksi jahatnya. Dari tempat tinggal mereka, keduanya naik taksi online. Tidak hanya berdua, juga ditemani tiga maling lain. Mereka langsung mengincar parkiran sepeda montor di halaman salah satu warga.

Wong-wong sing ndelok pawai mesti ndekek handphone nang jok montore,” bisik Kang Paijo kepada istrinya. Yu Minthul pun manthuk-manthuk tanda setuju.

Langsung saja keempatnya beraksi. Mereka membongkar paksa jok montor para penonton yang memarkir kendaraannya. Hasile, empat gawai sing iso mereka ambil. Mereknya, ada yang Oppo, Redmi, dan Vivo.

Malam itu aksi maling sarimbit ini memang ora konangan. Mereka bisa dengan mudah  melenggang pergi. Meninggalkan si pemilik montor yang kebingungan karena HP-ne lenyap tak berbekas.

Baca Juga :  Kuras Kantong demi Berondong

Tapi, sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Para maling sarimbit itu berusaha menjual barang colongan melalui Facebook. Memang, saat itu mereka berhasil menggaet pembeli. Uangnya pun juga langsung dibagi-bagi. Namun, ternyata, jejak digitalnya dijadikan polisi untuk memburu para  maling ini. Hingga akhirnya mereka dicokok di rumahnya masing-masing.

Dan, pasangan Kang Paijo-Yu Minthul pun harus rela jadi pesakitan. Nginep nang hotel prodeo. Njur, diadili neng ngarepi pak hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Maling sarimbit ini pun harus siap-siap hidup lama di penjara. Karena para jeksa meminta hakim menjatuhkan hukuman satu tahun penjara, peh!






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/