23.1 C
Kediri
Monday, August 15, 2022

Antara Guna-Guna dan Tidak Suka

- Advertisement -

Usia Kang Paijo sudah menginjak kepala tiga. Sudah masuk dalam kategori bujang lapuk, alias telat kawin. Wajar bila warga Kecamatan Wates ini ngebet pingin segera dapat bojo.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Bertemulah dia dengan Yu Minthul, perawan yang usianya tiga tahun lebih muda darinya. Yu Minthul baru pulang dari perantauan. Dipertemukan karena dia adalah anak dari kolega ayah Kang Paijo.

Kang Paijo merasa bungah. Setelah intensif pedekate, dia langsung main tembak. Eh, ndilalah, Yu Minthul juga hooh. Tak ada wajah keberatan ketika Kang Paijo mengutarakan keinginannya mempersunting.

(Ilustrasi: Afrizal)

Kang Paijo pun tak ingin menyi-nyiakan kesempatan. Persiapan dibuat sangat cepat. Katering, dekor, mahar, dia siapkan segera. “Mumpung dewekne gelem. Sapa ngerti mengko berubah pikiran,” batin Kang Paijo sambil senyum girang.

Karena sudah suka sama suka, ditambah kedua keluarga juga sudah tak sabar untuk mantu, menikahlah keduanya. Prosesinya sederhana saja. Dimulai dari akad dan resepsi di kediaman Yu Minthul. Sejak pagi, semua berjalan lancar-lancar saja.

Baca Juga :  Oleh Gendakan, Pokok Ora Konangan
- Advertisement -

Masalah baru datang bar acara walimah. Ketika tamu berdatangan, Yu Minthul pamit ke kamar mandi. Tentu saja semua tak ada yang curiga. Barulah ketika Yu Minthul tak kunjung muncul, rasa waswas mulai datang.

Kebingungan semakin menjadi ketika pencarian tak membawa hasil. Dicari di kamar mandi, dapur, hingga pekarangan belakang, sang mempelai wanita tak terlihat batang hidungnya. Maka, gemparlah keluarga dan tamu yang datang.

Yang paling shock tentu saja Kang Paijo. Antara percaya dan tidak, dia harus menerima kenyataan mendapatkan nasib seperti pilem yang pernah ditontonnya, Runnaway Bride, yang dibintangi si cantik Julia Robbert itu.

Hati Kang Paijo semakin remuk ketika menemukan pesan singkat dari sang istri. ‘Maafkan daku Mas karena harus pergi.’ Sejak itu keberadaan Yu Minthul tak terdeteksi. Nomor teleponnya juga tak aktif.

Baca Juga :  Istri Melar, Suami Kepincut Ipar

Tak kurang upaya, Bagus dan keluarganya mendatangi orang pintar. Nah, jarene wong pinter kuwi, Yu Minthul kena guna-guna. Yang melakukan adalah pacar lamanya. Guna-guna itulah yang membuat Yu Minthul lupa pada sang suami.

Isa dilawan Mbah?” tanya Kang Paijo.

Angel, nggone adoh lan pelete kuat banget,” kilah sang dukun.

Mau percaya ataupun tidak, Kang Paijo toh sudah  menerima nasib itu. Ditinggal minggat sang istri meskipun belum merasakan malam pertama. “Mboh pancen deweke kena guna-guna apa pancen sejak awal wis ora suka, iku sing aku ora weruh,” gerutu Kang Paijo.

Padahal, hidup harus terus berjalan. Dan, Kang Paijo pun berjalan lunglai ke pengadilan agama. Mengajukan talak kepada sang istri yang tak pernah dia temui. “Aku pasrah, palingo deweke dudu jodohku,” ucapnya sendu.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

Usia Kang Paijo sudah menginjak kepala tiga. Sudah masuk dalam kategori bujang lapuk, alias telat kawin. Wajar bila warga Kecamatan Wates ini ngebet pingin segera dapat bojo.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Bertemulah dia dengan Yu Minthul, perawan yang usianya tiga tahun lebih muda darinya. Yu Minthul baru pulang dari perantauan. Dipertemukan karena dia adalah anak dari kolega ayah Kang Paijo.

Kang Paijo merasa bungah. Setelah intensif pedekate, dia langsung main tembak. Eh, ndilalah, Yu Minthul juga hooh. Tak ada wajah keberatan ketika Kang Paijo mengutarakan keinginannya mempersunting.

(Ilustrasi: Afrizal)

Kang Paijo pun tak ingin menyi-nyiakan kesempatan. Persiapan dibuat sangat cepat. Katering, dekor, mahar, dia siapkan segera. “Mumpung dewekne gelem. Sapa ngerti mengko berubah pikiran,” batin Kang Paijo sambil senyum girang.

Karena sudah suka sama suka, ditambah kedua keluarga juga sudah tak sabar untuk mantu, menikahlah keduanya. Prosesinya sederhana saja. Dimulai dari akad dan resepsi di kediaman Yu Minthul. Sejak pagi, semua berjalan lancar-lancar saja.

Baca Juga :  Menang Lagi, Persik Kian Jauhi Papan Bawah

Masalah baru datang bar acara walimah. Ketika tamu berdatangan, Yu Minthul pamit ke kamar mandi. Tentu saja semua tak ada yang curiga. Barulah ketika Yu Minthul tak kunjung muncul, rasa waswas mulai datang.

Kebingungan semakin menjadi ketika pencarian tak membawa hasil. Dicari di kamar mandi, dapur, hingga pekarangan belakang, sang mempelai wanita tak terlihat batang hidungnya. Maka, gemparlah keluarga dan tamu yang datang.

Yang paling shock tentu saja Kang Paijo. Antara percaya dan tidak, dia harus menerima kenyataan mendapatkan nasib seperti pilem yang pernah ditontonnya, Runnaway Bride, yang dibintangi si cantik Julia Robbert itu.

Hati Kang Paijo semakin remuk ketika menemukan pesan singkat dari sang istri. ‘Maafkan daku Mas karena harus pergi.’ Sejak itu keberadaan Yu Minthul tak terdeteksi. Nomor teleponnya juga tak aktif.

Baca Juga :  Balada Sopir sing Seneng Mampir

Tak kurang upaya, Bagus dan keluarganya mendatangi orang pintar. Nah, jarene wong pinter kuwi, Yu Minthul kena guna-guna. Yang melakukan adalah pacar lamanya. Guna-guna itulah yang membuat Yu Minthul lupa pada sang suami.

Isa dilawan Mbah?” tanya Kang Paijo.

Angel, nggone adoh lan pelete kuat banget,” kilah sang dukun.

Mau percaya ataupun tidak, Kang Paijo toh sudah  menerima nasib itu. Ditinggal minggat sang istri meskipun belum merasakan malam pertama. “Mboh pancen deweke kena guna-guna apa pancen sejak awal wis ora suka, iku sing aku ora weruh,” gerutu Kang Paijo.

Padahal, hidup harus terus berjalan. Dan, Kang Paijo pun berjalan lunglai ke pengadilan agama. Mengajukan talak kepada sang istri yang tak pernah dia temui. “Aku pasrah, palingo deweke dudu jodohku,” ucapnya sendu.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/