27.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Joko Suwono, Kepala Dishub Kabupaten Kediri yang Hobi Gowes

Aktivitas padat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, tak menghambat Joko Suwono menjalani hobi sehatnya. Tak ingin sendirian bugar, dia menjadikan hobinya itu menjadi agenda rutin di kantor.

 

Sejak kapan hobi gowes itu mulai?

Hobi sepeda muncul tahun 2018. Awalnya itu hobi saya bermain tenis, bukan gowes. Mulai menyukai sepeda sejak masuk di Dinas Perhubungan.

 

Kapan mulai gowes bareng para staf?

Itu dimulai tahun 2018 lalu. Kalau jarak lokal sering, sedangkan jarak jauh waktu akhir pekan. Akhirnya saya membuat Guyub Rukun Semangat (GRS) Cycling Club.

 

Bagaimana awal mula bisa gowes bareng staf?

Kita sudah punya link GRS cycling club karena teman-teman semangat melihat saya gowes lalu terpacu ikut gowes juga. Awal-awal gowes hanya ada 5 staf. Itu dulu berkunjung ke UPT pengujian kendaraan (KIR). Selain itu ke terminal dan ke rumah staf saat Jumat itu berbagi. Di situ ada lingkungan yang kurang mampu kita kunjungi lalu kita bagikan sembako. Mulai dari Pare, Papar, Tegowangi, Kandat. Itu pun inisiatif teman-teman, dananya pun urunan.

Baca Juga :  Menggali’ Candi Klotok, Mencari Jejak Besar Kota Kediri (26)

 

Manfaat apa yang didapatkan selama gowes?

Kalau rute di wilayah Kediri yang didapat tentunya badan lebih sehat dan pantauan lalu lintas. Menyelam sambil minum air.

 

Apakah itu sebagai cara membangun kedekatan dengan staf?

Ya, kalau sudah gowes olahraga tidak ada batasan antara kepala dinas dengan staf. Kami bisa bercanda bareng tanpa ada batasan. Karena kita motonya GRS guyup rukun semangat, itu saya ciptakan masuk Dishub terbentuk hingga sekarang. Selain itu berbagai dan pantau lalu lintas.

 

Kenapa menyukai gowes?

Ketika kita gowes itu sudah tidak mikir apapun. Refreshing di jalan. Senang, pikiran menjadi fresh, pikiran jadi loss.

 

Baca Juga :  Suasana Ramadan Umat Muslim Minoritas di Kediri (1)

Jarak gowes dengan staf berapa lama?

Kalau hari Sabtu dari pagi hingga pukul 10, kalau Jumat hanya sebentar. Pernah, gowes paling ekstrem bersama lima staf gowes ke Waduk Selorejo lewat Siman naik gunung dan hutan-hutan. Itu yang paling ekstrem.

 

Bagaimana cara mempertahankan gowes bersama?

Ya disemangati dan dipancing juga. Dengan urunan seadanya untuk membeli makan saat gowes bareng. Selain itu, iuran bsersama untuk berbagi yang dibelikan sembako dan dibagikan sembari gowes.

 

 

 

 

 

- Advertisement -

Aktivitas padat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, tak menghambat Joko Suwono menjalani hobi sehatnya. Tak ingin sendirian bugar, dia menjadikan hobinya itu menjadi agenda rutin di kantor.

 

Sejak kapan hobi gowes itu mulai?

Hobi sepeda muncul tahun 2018. Awalnya itu hobi saya bermain tenis, bukan gowes. Mulai menyukai sepeda sejak masuk di Dinas Perhubungan.

 

Kapan mulai gowes bareng para staf?

Itu dimulai tahun 2018 lalu. Kalau jarak lokal sering, sedangkan jarak jauh waktu akhir pekan. Akhirnya saya membuat Guyub Rukun Semangat (GRS) Cycling Club.

 

Bagaimana awal mula bisa gowes bareng staf?

Kita sudah punya link GRS cycling club karena teman-teman semangat melihat saya gowes lalu terpacu ikut gowes juga. Awal-awal gowes hanya ada 5 staf. Itu dulu berkunjung ke UPT pengujian kendaraan (KIR). Selain itu ke terminal dan ke rumah staf saat Jumat itu berbagi. Di situ ada lingkungan yang kurang mampu kita kunjungi lalu kita bagikan sembako. Mulai dari Pare, Papar, Tegowangi, Kandat. Itu pun inisiatif teman-teman, dananya pun urunan.

Baca Juga :  Dituntut 1,5 Tahun, Suparmi Siap Melawan

 

Manfaat apa yang didapatkan selama gowes?

Kalau rute di wilayah Kediri yang didapat tentunya badan lebih sehat dan pantauan lalu lintas. Menyelam sambil minum air.

 

Apakah itu sebagai cara membangun kedekatan dengan staf?

Ya, kalau sudah gowes olahraga tidak ada batasan antara kepala dinas dengan staf. Kami bisa bercanda bareng tanpa ada batasan. Karena kita motonya GRS guyup rukun semangat, itu saya ciptakan masuk Dishub terbentuk hingga sekarang. Selain itu berbagai dan pantau lalu lintas.

 

Kenapa menyukai gowes?

Ketika kita gowes itu sudah tidak mikir apapun. Refreshing di jalan. Senang, pikiran menjadi fresh, pikiran jadi loss.

 

Baca Juga :  MTs Arrahmah Papar Raih Juara Umum Jelajah Santri Se-Jatim

Jarak gowes dengan staf berapa lama?

Kalau hari Sabtu dari pagi hingga pukul 10, kalau Jumat hanya sebentar. Pernah, gowes paling ekstrem bersama lima staf gowes ke Waduk Selorejo lewat Siman naik gunung dan hutan-hutan. Itu yang paling ekstrem.

 

Bagaimana cara mempertahankan gowes bersama?

Ya disemangati dan dipancing juga. Dengan urunan seadanya untuk membeli makan saat gowes bareng. Selain itu, iuran bsersama untuk berbagi yang dibelikan sembako dan dibagikan sembari gowes.

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/