28.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Kawasan Besuki, Sajikan Kuliner Unik dan Eksotisme Wisata Alam

Banyak alasan untuk menjadikan kawasan wisata Besuki sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Kediri. Tak hanya ada air terjun Irenggolo dan Dolo saja. Juga, kuliner unik yang menggoda selera.

 

Soal makanan khas yang bikin lidah bergoyang, kawasan wisata Besuki adalah surganya. Beraneka makanan rakyat tersedia di jajaran warung-warung di lokasi wisata yang mengandalkan air terjun dan keindahan alam itu. Salah satunya yang patut dicoba adalah oseng-oseng pakis.

Menu khas ini bisa ditemui di area wisata air terjun Irenggolo. Air terjun ini adalah satu dari dua air terjun andalan di kawasan ini. Jaraknya sekitar 4,7 kilometer di bawah air terjun Dolo yang berada di bagian atas.

“Menu ini (oseng-oseng pakis, Red) banyak yang mencari. Biasanya (para pengunjung) dari luar kota,” terang Lukman, 30, pengelola salah satu warung di area parkir Irenggolo.

Saking ngangeninya, Lukman yang biasa bermalam di warung makan pernah dihubungi tamu yang hendak berkunjung dini hari. Hanya untuk merasakan oseng pakis olahannya.

Menurutnya, olahan pakis di kawasan wisata Irenggolo ini memang beda dengan olahan lainnya. Salah satu sebabnya adalah bahan sayurnya segar dan dia memberikan bumbu yang berlimpah.

Bukan saja sayur pakis, satu menu lagi yang tidak bisa ditemukan di tempat wisata lainnya adalah kopi wilis. Kopi jenis robusta yang asli ditanam di lereng Gunung Wilis. Rasanya yang khas cocok bagi penggemar kopi.

Baca Juga :  Mbah Choi, Guru yang Juga Seniman Pohon Kopi Lereng Kelud

Olahan lainnya yang juga bisa didapatkan di kawasan Besuki adalah nasi goreng tiwul dan nasi goreng jagung. Bukan saja di kawasan wisata Irenggolo, menu yang satu ini juga bisa didapatkan di kawasan wisata Dolo dan Wisata Sumberpodang di Desa Joho, Kecamatan Semen.

Aneka menu ini menjadi pelengkap para wisatawan saat mendatangi kawasan wisata Besuki selain keindahan alamnya. Seperti air terjun Irenggolo yang menawarkan air terjun dengan bebatuan bertingkat yang membuat pengunjung bisa merasakan sensasi berfoto di bawah limpahan air terjun. “Sini (Irenggolo, Red) lebih dekat, asyik buat foto,” tutur Woko, salah satu pengunjung dari Papar.

Daya Tarik yang tinggi di kawasan wisata Besuki ini diakui oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Adi Suwignyo. Menurutnya, minat itu terlihat semakin banyaknya kafe-kafe yang dibangun di sepanjang jalan menuju kawasan wisata Besuki hingga Sumberpodang. Bahkan, kafe-kafe yang mengandalkan keindahan alam tersebut selalu dipadati pengunjung.

“Banyak yang viral. Jumlahnya pun sudah puluhan. Ada yang besar, ada yang warung biasa,” beber Suwignyo.

Baca Juga :  Fokus Tujuan, Jangan Salah Pergaulan

Hal ini menunjukkan kawasan wisata Besuki telah mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Alasan inilah yang mendasari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana untuk membuka kembali kawasan wisata Besuki untuk masyarakat umum pada Oktober lalu.

Meski begitu, Suwignyo mengingatkan pengunjung kawasan wisata atau kafe yang ada di lereng Wilis untuk tetap menerapkan prosedur kesehatan yang ketat. Mengingat saat ini masih masa pandemi Covid-19. “Selalu menggunakan masker saat di lokasi, kurangi kerumunan, dan sering cuci tangan,” jelasnya.

Disparbud juga telah menerapkan aturan ketat untuk memasuki kawasan wisata. Yaitu dengan mewajibkan pengunjung untuk vaksin dan menggunakan aplikasi pedulilindungi. Aturan ketat ini diterapkan di setiap pintu masuk kawasan wisata Irenggolo.

Suwignyo juga mengatakan penutupan tempat wisata yang cukup lama juga membuat dinas berusaha untuk melakukan promosi tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Kediri. Sebagai awal, hanya ada tiga tempat wisata yang dibuka. Yaitu Kawasan Wisata Gunung Kelud, Kawasan Wisata Besuki, dan Sumberpodang.

Perkembangannya, lokasi wisata lainnya juga dibuka. Seiring dengan semakin turunnya level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Tidak hanya tempat wisata yang dikelola pemerintah tetapi juga tempat wisata desa dan lokasi wisata yang dikelola swasta. (par/dea/fud)

- Advertisement -

Banyak alasan untuk menjadikan kawasan wisata Besuki sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Kediri. Tak hanya ada air terjun Irenggolo dan Dolo saja. Juga, kuliner unik yang menggoda selera.

 

Soal makanan khas yang bikin lidah bergoyang, kawasan wisata Besuki adalah surganya. Beraneka makanan rakyat tersedia di jajaran warung-warung di lokasi wisata yang mengandalkan air terjun dan keindahan alam itu. Salah satunya yang patut dicoba adalah oseng-oseng pakis.

Menu khas ini bisa ditemui di area wisata air terjun Irenggolo. Air terjun ini adalah satu dari dua air terjun andalan di kawasan ini. Jaraknya sekitar 4,7 kilometer di bawah air terjun Dolo yang berada di bagian atas.

“Menu ini (oseng-oseng pakis, Red) banyak yang mencari. Biasanya (para pengunjung) dari luar kota,” terang Lukman, 30, pengelola salah satu warung di area parkir Irenggolo.

Saking ngangeninya, Lukman yang biasa bermalam di warung makan pernah dihubungi tamu yang hendak berkunjung dini hari. Hanya untuk merasakan oseng pakis olahannya.

Menurutnya, olahan pakis di kawasan wisata Irenggolo ini memang beda dengan olahan lainnya. Salah satu sebabnya adalah bahan sayurnya segar dan dia memberikan bumbu yang berlimpah.

Bukan saja sayur pakis, satu menu lagi yang tidak bisa ditemukan di tempat wisata lainnya adalah kopi wilis. Kopi jenis robusta yang asli ditanam di lereng Gunung Wilis. Rasanya yang khas cocok bagi penggemar kopi.

Baca Juga :  Nenek Pemulung Ditemukan Tewas di Rumah Petak

Olahan lainnya yang juga bisa didapatkan di kawasan Besuki adalah nasi goreng tiwul dan nasi goreng jagung. Bukan saja di kawasan wisata Irenggolo, menu yang satu ini juga bisa didapatkan di kawasan wisata Dolo dan Wisata Sumberpodang di Desa Joho, Kecamatan Semen.

Aneka menu ini menjadi pelengkap para wisatawan saat mendatangi kawasan wisata Besuki selain keindahan alamnya. Seperti air terjun Irenggolo yang menawarkan air terjun dengan bebatuan bertingkat yang membuat pengunjung bisa merasakan sensasi berfoto di bawah limpahan air terjun. “Sini (Irenggolo, Red) lebih dekat, asyik buat foto,” tutur Woko, salah satu pengunjung dari Papar.

Daya Tarik yang tinggi di kawasan wisata Besuki ini diakui oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Adi Suwignyo. Menurutnya, minat itu terlihat semakin banyaknya kafe-kafe yang dibangun di sepanjang jalan menuju kawasan wisata Besuki hingga Sumberpodang. Bahkan, kafe-kafe yang mengandalkan keindahan alam tersebut selalu dipadati pengunjung.

“Banyak yang viral. Jumlahnya pun sudah puluhan. Ada yang besar, ada yang warung biasa,” beber Suwignyo.

Baca Juga :  Cara Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo Melawan Korona

Hal ini menunjukkan kawasan wisata Besuki telah mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Alasan inilah yang mendasari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana untuk membuka kembali kawasan wisata Besuki untuk masyarakat umum pada Oktober lalu.

Meski begitu, Suwignyo mengingatkan pengunjung kawasan wisata atau kafe yang ada di lereng Wilis untuk tetap menerapkan prosedur kesehatan yang ketat. Mengingat saat ini masih masa pandemi Covid-19. “Selalu menggunakan masker saat di lokasi, kurangi kerumunan, dan sering cuci tangan,” jelasnya.

Disparbud juga telah menerapkan aturan ketat untuk memasuki kawasan wisata. Yaitu dengan mewajibkan pengunjung untuk vaksin dan menggunakan aplikasi pedulilindungi. Aturan ketat ini diterapkan di setiap pintu masuk kawasan wisata Irenggolo.

Suwignyo juga mengatakan penutupan tempat wisata yang cukup lama juga membuat dinas berusaha untuk melakukan promosi tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Kediri. Sebagai awal, hanya ada tiga tempat wisata yang dibuka. Yaitu Kawasan Wisata Gunung Kelud, Kawasan Wisata Besuki, dan Sumberpodang.

Perkembangannya, lokasi wisata lainnya juga dibuka. Seiring dengan semakin turunnya level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Tidak hanya tempat wisata yang dikelola pemerintah tetapi juga tempat wisata desa dan lokasi wisata yang dikelola swasta. (par/dea/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/