24.2 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Guntur, Korban Ledakan Elpiji di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret

Guntur harus dirawat di ICU RSUD Nganjuk kemarin. Pria berusia 22 tahun ini menderita luka bakar karena ledakan elpiji di rumahnya. Saat kejadian, Guntur sedang membantu orang tuanya membuat tempe.

 

KAREN WIBI. NGANJUK, JP Radar Nganjuk

 

Rumah di Gang 1 Jalan Merapi, Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret tampak sepi kemarin. Tidak ada aktivitas membuat tempe di rumah Guntur. Dapurnya kosong. Hanya ada panci yang gosong karena terbakar pada Sabtu (25/9). “Masih trauma dengan ledakan elpiji Sabtu sore (25/9),” ujar Hadiyanto, ayah Guntur kemarin.

Saat ini, keluarga Hadiyanto sedang berduka. Guntur masih menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Nganjuk. Tubuhnya terbakar karena ledakan elpiji. Bahkan, kata dokter, tubuh pemuda berusia 22 tahun itu terbakar 90 persen. “Anaknya sudah sadar tetapi lukanya sangat parah,” ujar Hadiyanto sambil menunjukkan foto Guntur di handphone.

Baca Juga :  Bekuk Pengedar Dobel L di Rumah

Di foto tersebut, luka Guntur sangat parah. Sekujur tubuhnya terbakar. Mulai dari wajah, perut, tangan, hingga kaki. bahkan, punggungnya juga terbakar. Karena itu setelah ledakan, Guntur langsung dilarikan ke RSUD Nganjuk.

Selain Guntur, ibu korban yaitu Damini dan Painem, nenek Guntur juga terkena ledakan. Namun, luka bakarnya tidak terlalu parah. Hanya tangan dan kakinya. Meski demikian, mereka juga dirawat di RSUD Nganjuk. “Mudah-mudahan cepat sembuh semuanya,” harap Hadiyanto.

Sebenarnya, ledakan elpiji tersebut sama sekali tidak diduga. Karena mereka sudah terbiasa membuat tempe dengan menggunakan elpiji. Namun pada hari kejadian itu, tiba-tiba elpiji berbunyi. Diduga regulatornya bocor. Kemudian, Guntur melepas regulator dan melemparkan tabung elpiji ke kamar mandi.

Baca Juga :  Trauma, Pengungsi Macanan Pindah ke TK Dharma Wanita II

Namun di dekat kamar mandi ada tungku yang sedang menyala. Karena saat itu, sedang merebus kedelai. Tiba-tiba api menyambar elpiji tersebut dan akhirnya meledak. Guntur terbakar. “Ibu dan neneknya berusaha menolong. Akibatnya tangan dan kakinya ikut terbakar,” kenang Hadiyanto.

Sayang, peristiwa tersebut tidak dilaporkan ke polisi. Hadiyanto langsung membawa Guntur, istri, dan mertuanya ke RSUD Nganjuk untuk mendapat perawatan.

- Advertisement -

Guntur harus dirawat di ICU RSUD Nganjuk kemarin. Pria berusia 22 tahun ini menderita luka bakar karena ledakan elpiji di rumahnya. Saat kejadian, Guntur sedang membantu orang tuanya membuat tempe.

 

KAREN WIBI. NGANJUK, JP Radar Nganjuk

 

Rumah di Gang 1 Jalan Merapi, Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret tampak sepi kemarin. Tidak ada aktivitas membuat tempe di rumah Guntur. Dapurnya kosong. Hanya ada panci yang gosong karena terbakar pada Sabtu (25/9). “Masih trauma dengan ledakan elpiji Sabtu sore (25/9),” ujar Hadiyanto, ayah Guntur kemarin.

Saat ini, keluarga Hadiyanto sedang berduka. Guntur masih menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Nganjuk. Tubuhnya terbakar karena ledakan elpiji. Bahkan, kata dokter, tubuh pemuda berusia 22 tahun itu terbakar 90 persen. “Anaknya sudah sadar tetapi lukanya sangat parah,” ujar Hadiyanto sambil menunjukkan foto Guntur di handphone.

Baca Juga :  Bekuk Pengedar Dobel L di Rumah

Di foto tersebut, luka Guntur sangat parah. Sekujur tubuhnya terbakar. Mulai dari wajah, perut, tangan, hingga kaki. bahkan, punggungnya juga terbakar. Karena itu setelah ledakan, Guntur langsung dilarikan ke RSUD Nganjuk.

Selain Guntur, ibu korban yaitu Damini dan Painem, nenek Guntur juga terkena ledakan. Namun, luka bakarnya tidak terlalu parah. Hanya tangan dan kakinya. Meski demikian, mereka juga dirawat di RSUD Nganjuk. “Mudah-mudahan cepat sembuh semuanya,” harap Hadiyanto.

Sebenarnya, ledakan elpiji tersebut sama sekali tidak diduga. Karena mereka sudah terbiasa membuat tempe dengan menggunakan elpiji. Namun pada hari kejadian itu, tiba-tiba elpiji berbunyi. Diduga regulatornya bocor. Kemudian, Guntur melepas regulator dan melemparkan tabung elpiji ke kamar mandi.

Baca Juga :  SMK PGRI 2 Kota Kediri Jalin Kerja Sama dengan IC Tech Co. Ltd Jepang

Namun di dekat kamar mandi ada tungku yang sedang menyala. Karena saat itu, sedang merebus kedelai. Tiba-tiba api menyambar elpiji tersebut dan akhirnya meledak. Guntur terbakar. “Ibu dan neneknya berusaha menolong. Akibatnya tangan dan kakinya ikut terbakar,” kenang Hadiyanto.

Sayang, peristiwa tersebut tidak dilaporkan ke polisi. Hadiyanto langsung membawa Guntur, istri, dan mertuanya ke RSUD Nganjuk untuk mendapat perawatan.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/