24.4 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Saku Mas, Cara ASN Kecamatan Nganjuk Berbagi

Ada banyak cara untuk terus berbuat kebaikan. Seperti yang dilakukan ASN di Kecamatan Nganjuk. Setiap hari mereka menyediakan nasi bungkus gratis untuk kaum dhuafa. Karenanya, kegiatan itu layak diapresiasi.

REKIAN, Nganjuk, JP Radar Nganjuk

Pengayuh becak berderet di depan kantor Kecamatan Nganjuk di Jalan Dermojoyo, Kelurahan Payaman, Kota Nganjuk, Kamis lalu (26/3), sekitar pukul 07.30. Di tangan mereka sudah ada satu bungkus nasi berisi mi dan sambal. Mereka melahapnya di atas becak masing-masing.

Tidak hanya di halaman depan kantor Kecamatan Nganjuk, mereka juga mendatangi gerobak nasi yang sudah tersedia di depan kantor. Gerobak itu bertulis Saku Mas Peduli. Merupakan singkatan dari sedekah aparatur kecamatan untuk masyarakat dan lingkungan sekitar. Kaum dhuafa bisa makan gratis mulai hari Senin-Jumat.

“Kalau Sabtu-Minggu kantor tutup,” ucap Agus Irianto, Camat Nganjuk. Setiap hari, ada 50 nasi yang disediakan di dalam gerobak Saku Mas Peduli. Tidak hanya nasi, tapi juga disediakan air mineral untuk minum. Satu orang biasanya hanya mengambil satu bungkus nasi dan segelas air untuk dimakan di lokasi.

Baca Juga :  Ibu-Ibu Karang Taruna Produktif Bikin Tas Rajut di Desa Jarak

Pagi itu, jumlah nasi yang disediakan untuk kaum dhuafa masih terbilang banyak. Sekitar 20 bungkus. Biasanya nasi akan ludes hingga pukul 10.00. Selama ini, ketersediaan nasi di kantor Kecamatan Kota Nganjuk itu selalu habis. Program berbagi kepada sesama itu merupakan inisiatif dari ASN di Kecamatan Nganjuk.

Sejak dibukanya Saku Mas Peduli, ASN di lingkungan Kecamatan Kota Nganjuk bisa menyisihkan hartanya kepada sesama. Bahkan, Agus mengaku ada yang setiap bulannya mengeluaran layaknya zakat yakni 2,5 persen dari penghasilannya. Selain untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama, kegiatan ini juga menjadi cara ASN di Kota Nganjuk untuk terus bersedekah. 

“Sebagian harta kita ada hak kaum dhuafa,” bebernya. Agar nasi bungkus selelu tersedia, setiap hari Jumat selalu dilakukan pengumpulan uang. Setiap ASN bisa menyumbang uang seikhlasya. Uang yang terkumpul secara sukarela itu nantinya akan diserahkan ke kelurahan. Dari kelurahan nanti akan dikelola, sampai di Kantor Kecamatan sudah berbentuk nasi bungkus.      

Nasi yang disediakan di dalam gerobak Saku Mas Peduli di Kantor Kecamatan Nganjuk bisa diproduksi sendiri atau dipesan dari penjual nasi. Karena diproduksi berbeda, maka setiap hari menu yang tersedia di dalam gerobak itu sudah pasti berbeda-beda. “Yang paling penting nasinya halal dan bergizi,” lanjut mantan Kabaghumas Pemkab Nganjuk ini.

Baca Juga :  Heboh Sapi Berkepala 2 dan Berkuping 3

Hingga dua tahun berjalan, iurannya tidak pernah dibatasi. Berapa pun nominal yang diberikan akan ditampung. Agus pun bersyukur kagiatan ini bisa tetap bertahan. Sehingga bisa tetap membantu mereka yang membutuhkan.

Mereka yang kerap datang bukan saja para pengayuh becak, tetap ada juga pekerja buruh  serabutan dan para petugas kebersihan jalan. “Kaum dhuafa lainnya yang tidak sempat memasak maupun membeli makanan pagi hari bisa makan di kantor dibuka selama hari kerja, gratis,” aku pria yang juga pernah menjabat sebagai Kabid Mitigasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Disampaikan Agus, petugas yang membersihkan jalan biasanya baru mengambil nasinya setelah semua pekerjaan selesai. Sementara pengayuh becak, akan menyerbu kantor saat gerobak Saku Mas Peduli dibuka. Mereka akan datang bergantian untuk menikmati nasi bungkus gratis di kantor kecamatan.

- Advertisement -

Ada banyak cara untuk terus berbuat kebaikan. Seperti yang dilakukan ASN di Kecamatan Nganjuk. Setiap hari mereka menyediakan nasi bungkus gratis untuk kaum dhuafa. Karenanya, kegiatan itu layak diapresiasi.

REKIAN, Nganjuk, JP Radar Nganjuk

Pengayuh becak berderet di depan kantor Kecamatan Nganjuk di Jalan Dermojoyo, Kelurahan Payaman, Kota Nganjuk, Kamis lalu (26/3), sekitar pukul 07.30. Di tangan mereka sudah ada satu bungkus nasi berisi mi dan sambal. Mereka melahapnya di atas becak masing-masing.

Tidak hanya di halaman depan kantor Kecamatan Nganjuk, mereka juga mendatangi gerobak nasi yang sudah tersedia di depan kantor. Gerobak itu bertulis Saku Mas Peduli. Merupakan singkatan dari sedekah aparatur kecamatan untuk masyarakat dan lingkungan sekitar. Kaum dhuafa bisa makan gratis mulai hari Senin-Jumat.

“Kalau Sabtu-Minggu kantor tutup,” ucap Agus Irianto, Camat Nganjuk. Setiap hari, ada 50 nasi yang disediakan di dalam gerobak Saku Mas Peduli. Tidak hanya nasi, tapi juga disediakan air mineral untuk minum. Satu orang biasanya hanya mengambil satu bungkus nasi dan segelas air untuk dimakan di lokasi.

Baca Juga :  Tolak Operasional Pabrik Air Minum Kemasan

Pagi itu, jumlah nasi yang disediakan untuk kaum dhuafa masih terbilang banyak. Sekitar 20 bungkus. Biasanya nasi akan ludes hingga pukul 10.00. Selama ini, ketersediaan nasi di kantor Kecamatan Kota Nganjuk itu selalu habis. Program berbagi kepada sesama itu merupakan inisiatif dari ASN di Kecamatan Nganjuk.

Sejak dibukanya Saku Mas Peduli, ASN di lingkungan Kecamatan Kota Nganjuk bisa menyisihkan hartanya kepada sesama. Bahkan, Agus mengaku ada yang setiap bulannya mengeluaran layaknya zakat yakni 2,5 persen dari penghasilannya. Selain untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama, kegiatan ini juga menjadi cara ASN di Kota Nganjuk untuk terus bersedekah. 

“Sebagian harta kita ada hak kaum dhuafa,” bebernya. Agar nasi bungkus selelu tersedia, setiap hari Jumat selalu dilakukan pengumpulan uang. Setiap ASN bisa menyumbang uang seikhlasya. Uang yang terkumpul secara sukarela itu nantinya akan diserahkan ke kelurahan. Dari kelurahan nanti akan dikelola, sampai di Kantor Kecamatan sudah berbentuk nasi bungkus.      

Nasi yang disediakan di dalam gerobak Saku Mas Peduli di Kantor Kecamatan Nganjuk bisa diproduksi sendiri atau dipesan dari penjual nasi. Karena diproduksi berbeda, maka setiap hari menu yang tersedia di dalam gerobak itu sudah pasti berbeda-beda. “Yang paling penting nasinya halal dan bergizi,” lanjut mantan Kabaghumas Pemkab Nganjuk ini.

Baca Juga :  Kliping Berita Covid-19 di Jawa Pos Radar Nganjuk

Hingga dua tahun berjalan, iurannya tidak pernah dibatasi. Berapa pun nominal yang diberikan akan ditampung. Agus pun bersyukur kagiatan ini bisa tetap bertahan. Sehingga bisa tetap membantu mereka yang membutuhkan.

Mereka yang kerap datang bukan saja para pengayuh becak, tetap ada juga pekerja buruh  serabutan dan para petugas kebersihan jalan. “Kaum dhuafa lainnya yang tidak sempat memasak maupun membeli makanan pagi hari bisa makan di kantor dibuka selama hari kerja, gratis,” aku pria yang juga pernah menjabat sebagai Kabid Mitigasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Disampaikan Agus, petugas yang membersihkan jalan biasanya baru mengambil nasinya setelah semua pekerjaan selesai. Sementara pengayuh becak, akan menyerbu kantor saat gerobak Saku Mas Peduli dibuka. Mereka akan datang bergantian untuk menikmati nasi bungkus gratis di kantor kecamatan.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/