29.6 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Jamikem, Korban Hanyut di Sungai Wengkal, Kecamatan Rejoso

Kesedihan terlihat jelas di wajah Slamet, 60, warga Desa Wengkal, Kecamatan Rejoso kemarin. Semalam dia tidak bisa tertidur. Karena Jamikem, istri tercintanya hanyut di Sungai Wengkal. Hingga kemarin sore, Jamikem juga belum ditemukan.

“Wes tak larang melu ngemes jagung nang sabin tapi Jamikem ngeyel melu (Saya sudah melarang ikut memupuk tanaman jagung di sawah tetapi Jamikem tetap ngotot ikut, Red),” ujar Slamet saat ditemui wartawan koran ini di rumahnya. Berungkali kalimat itu diulangi Slamet. Dia terus menyalahkan kengototan Jamikem ikut ke sawah. Sehingga, akhirnya hanyut di Sungai Wengkal ketika pulang dari sawah.

Sebenarnya, Slamet tidak pernah memupuk tanaman di sawahnya pada sore hari. Dia selalu memilih pagi hingga siang hari. Namun, karena pada Kamis pagi (25/11), Slamet dan Jamikem harus menjalani vaksinasi Covid-19 di Balai Desa Wengkal. Pasutri ini baru pulang sekitar pukul 13.00 WIB. Karena antre. Sehingga, rencana memupuk tanaman jagung diubah menjadi sore hari.

Baca Juga :  Mengikuti Acara Ngaji Bareng Cak Nun di STAI Hasanuddin Pare

Sayang, belum selesai memupuk tanaman jagung, hujan sudah mulai turun. Slamet dan Jamikem memutuskan pulang sekitar pukul 15.00 WIB. Pupuk satu karung dibawa pulang Slamet.

Saat itu, tiba-tiba jembatan kecil di sungai tidak terlihat. Karena air sungai meluap. Hal ini membuat Slamet yang sudah berusia 60 tahun dan Jamikem berusia 57 tahun kesulitan melihat jembatan. Mereka akhirnya terperosok. Jamikem yang berjalan di belakang suaminya sambil memegang celana pendek suaminya akhirnya terseret arus sungai. Meski pupuk sudah dibantu Sunar dan ditaruh di tepi, Slamet gagal meraih tangan istrinya. Arus sungai yang deras membuat Jamikem langsung terseret. Beruntung, tangan Slamet berhasil diraih Sunar sehingga dia tidak ikut hanyut. “Mugo-mugo Jamikem ketemu selamet (Semoga Jamikem segera ditemukan dalam kondisi selamat, Red),” harapnya.

Baca Juga :  Khusyuk Wukuf Meski Berkeringat

Slamet sendiri hanya bisa menunggu di rumah. Dia berharap ada kabar baik segera datang dari tim BPBD, polisi, dan warga yang sedang menyisir Sungai Wengkal untuk menemukan Jamikem.

- Advertisement -

Kesedihan terlihat jelas di wajah Slamet, 60, warga Desa Wengkal, Kecamatan Rejoso kemarin. Semalam dia tidak bisa tertidur. Karena Jamikem, istri tercintanya hanyut di Sungai Wengkal. Hingga kemarin sore, Jamikem juga belum ditemukan.

“Wes tak larang melu ngemes jagung nang sabin tapi Jamikem ngeyel melu (Saya sudah melarang ikut memupuk tanaman jagung di sawah tetapi Jamikem tetap ngotot ikut, Red),” ujar Slamet saat ditemui wartawan koran ini di rumahnya. Berungkali kalimat itu diulangi Slamet. Dia terus menyalahkan kengototan Jamikem ikut ke sawah. Sehingga, akhirnya hanyut di Sungai Wengkal ketika pulang dari sawah.

Sebenarnya, Slamet tidak pernah memupuk tanaman di sawahnya pada sore hari. Dia selalu memilih pagi hingga siang hari. Namun, karena pada Kamis pagi (25/11), Slamet dan Jamikem harus menjalani vaksinasi Covid-19 di Balai Desa Wengkal. Pasutri ini baru pulang sekitar pukul 13.00 WIB. Karena antre. Sehingga, rencana memupuk tanaman jagung diubah menjadi sore hari.

Baca Juga :  Khusyuk Wukuf Meski Berkeringat

Sayang, belum selesai memupuk tanaman jagung, hujan sudah mulai turun. Slamet dan Jamikem memutuskan pulang sekitar pukul 15.00 WIB. Pupuk satu karung dibawa pulang Slamet.

Saat itu, tiba-tiba jembatan kecil di sungai tidak terlihat. Karena air sungai meluap. Hal ini membuat Slamet yang sudah berusia 60 tahun dan Jamikem berusia 57 tahun kesulitan melihat jembatan. Mereka akhirnya terperosok. Jamikem yang berjalan di belakang suaminya sambil memegang celana pendek suaminya akhirnya terseret arus sungai. Meski pupuk sudah dibantu Sunar dan ditaruh di tepi, Slamet gagal meraih tangan istrinya. Arus sungai yang deras membuat Jamikem langsung terseret. Beruntung, tangan Slamet berhasil diraih Sunar sehingga dia tidak ikut hanyut. “Mugo-mugo Jamikem ketemu selamet (Semoga Jamikem segera ditemukan dalam kondisi selamat, Red),” harapnya.

Baca Juga :  Mengikuti Acara Ngaji Bareng Cak Nun di STAI Hasanuddin Pare

Slamet sendiri hanya bisa menunggu di rumah. Dia berharap ada kabar baik segera datang dari tim BPBD, polisi, dan warga yang sedang menyisir Sungai Wengkal untuk menemukan Jamikem.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/