30.9 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Angga Santoso: Bikin Godam dan Jadi Volunteer Kuliner Kediri Raya

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Perjalanan Angga Pria Santoso meretas bisnis tak semudah membalik tangan. Jatuh bangun dalam berwirausaha menjadi pengalaman yang tak pernah dilupakan. Termasuk menepis malu karena berjualan dengan gerobak dorong.

Pemuda kelahiran 28 April 1994 ini mengawali usahanya dengan berjualan martabak bihun. Menjualnya menggunakan gerobak dorong. Kini, pemuda yang akrab disapa Mas Ang menjalankan usahanya melalui online. Membuat situs yang dia beri nama Godam, Gojek Ngidam.

“Kami juga memfasilitasi bagi pecinta kuliner yang sedang ngidam (sangat ingin, Red). Kapan pun dan dalam kondisi apapun insya Allah kami siap antar,” ujarnya.

Bisnis Kuliner yang ditekuni Mas Ang ini dimulai sejak 2016. Saat itu ia baru saja menyelesaikan belajarnya di SMK PGRI 1 Kota Kediri. Ketika teman-temannya sibuk cari pekerjaan, Mas Ang ingin berwirausaha.

“Saat itu hanya bermodalkan Rp 100 ribu saja,” ujarnya.

Baca Juga :  Imam Suhadi Sulap Bambu Jadi Songkok dan Topi Estetik
- Advertisement -

Mas Ang mengawalinya dengan berjualan keliling kelurahan. Saat itu ia merasakan beban mental yang luar biasa. “Awalnya saya malu. Namun berkat dorongan dan doa orang tuannya saya dapat melawan rasa malu itu,” terangnya.

Mas Ang harus mengatur waktu. Selain berjualan  ia juga harus disibukkan dengan kegiatan menjadi volunteer Kuliner Kediri Raya (KKR) Kota Kediri. “Saat itu saya juga sering mengadakan kegiatan sosial untuk mempromosikan kuliner khas Kediri raya,” ujarnya kepada koran ini. Bahkan salah satu produk usahanya yang saat ini ia geluti juga tidak terlepas dari peran medsos KKR tersebut.

Banyak suka duka dalam perjalanan anak pasangan Edi Santoso dan Sutarsih ini. Pernah dia merasakan tidak bisa berjualan selama satu bulan. Saat itu gerobak dorongnya harus ditimpa pohon yang patah akibat angin kencang.“Akhirnya saya off selama satu bulan,” ujarnya.

Baca Juga :  Suami Pingin ke Ranjang, Istri Ngajak Perang

Kini, pria yang juga sebagai kompartemen bidang start up dan UMKM Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Kediri ini terus gencar untuk meningkatkan kualitas produksinya. Selain belajar pemasaran ia juga berupaya belajar komunikasi yang baik. Terutama untuk bernegosiasi. “Selain kualitas produksi, dalah satu kunci berhasilnya pemasaran adalah komunikasi yang baik,” ungkapnya.

Dari kerja kerasnya hampir 4 tahun ini, Kini Mas Ang telah merasakan buah yang bisa dipetik. Kini ia memiliki 5 karyawan yang membantu ia dalam memasarkan usahanya tersebut. Terakhir, ia juga bisa mendirikan salah satu kios cabangnya di daerah Kelurahan Bujel. Mas Ang juga ingin menunjukkan kepada kaum pemuda-pemudi di Kediri Raya untuk bisa menciptakan pekerjaan dari pada harus ikut dengan orang lain.

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Perjalanan Angga Pria Santoso meretas bisnis tak semudah membalik tangan. Jatuh bangun dalam berwirausaha menjadi pengalaman yang tak pernah dilupakan. Termasuk menepis malu karena berjualan dengan gerobak dorong.

Pemuda kelahiran 28 April 1994 ini mengawali usahanya dengan berjualan martabak bihun. Menjualnya menggunakan gerobak dorong. Kini, pemuda yang akrab disapa Mas Ang menjalankan usahanya melalui online. Membuat situs yang dia beri nama Godam, Gojek Ngidam.

“Kami juga memfasilitasi bagi pecinta kuliner yang sedang ngidam (sangat ingin, Red). Kapan pun dan dalam kondisi apapun insya Allah kami siap antar,” ujarnya.

Bisnis Kuliner yang ditekuni Mas Ang ini dimulai sejak 2016. Saat itu ia baru saja menyelesaikan belajarnya di SMK PGRI 1 Kota Kediri. Ketika teman-temannya sibuk cari pekerjaan, Mas Ang ingin berwirausaha.

“Saat itu hanya bermodalkan Rp 100 ribu saja,” ujarnya.

Baca Juga :  Kucurkan Rp 0,5 Miliar untuk Ruang Media Center

Mas Ang mengawalinya dengan berjualan keliling kelurahan. Saat itu ia merasakan beban mental yang luar biasa. “Awalnya saya malu. Namun berkat dorongan dan doa orang tuannya saya dapat melawan rasa malu itu,” terangnya.

Mas Ang harus mengatur waktu. Selain berjualan  ia juga harus disibukkan dengan kegiatan menjadi volunteer Kuliner Kediri Raya (KKR) Kota Kediri. “Saat itu saya juga sering mengadakan kegiatan sosial untuk mempromosikan kuliner khas Kediri raya,” ujarnya kepada koran ini. Bahkan salah satu produk usahanya yang saat ini ia geluti juga tidak terlepas dari peran medsos KKR tersebut.

Banyak suka duka dalam perjalanan anak pasangan Edi Santoso dan Sutarsih ini. Pernah dia merasakan tidak bisa berjualan selama satu bulan. Saat itu gerobak dorongnya harus ditimpa pohon yang patah akibat angin kencang.“Akhirnya saya off selama satu bulan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dari Banker, Mega Selvia Beralih ke Bisnis Kuliner

Kini, pria yang juga sebagai kompartemen bidang start up dan UMKM Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Kediri ini terus gencar untuk meningkatkan kualitas produksinya. Selain belajar pemasaran ia juga berupaya belajar komunikasi yang baik. Terutama untuk bernegosiasi. “Selain kualitas produksi, dalah satu kunci berhasilnya pemasaran adalah komunikasi yang baik,” ungkapnya.

Dari kerja kerasnya hampir 4 tahun ini, Kini Mas Ang telah merasakan buah yang bisa dipetik. Kini ia memiliki 5 karyawan yang membantu ia dalam memasarkan usahanya tersebut. Terakhir, ia juga bisa mendirikan salah satu kios cabangnya di daerah Kelurahan Bujel. Mas Ang juga ingin menunjukkan kepada kaum pemuda-pemudi di Kediri Raya untuk bisa menciptakan pekerjaan dari pada harus ikut dengan orang lain.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/