22.6 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Dalam Seminggu Wisata Tani Betet Bisa Meraup Rp 10 Juta

Keberadaan WTB memberi dampak positif bagi warga setempat. Pasalnya, Pokdarwis Regul sengaja merekrut warga sekitar untuk turut berkecimpung di sana. Baik sebagai pengurus maupun warga yang berjualan di warung di tempat tersebut. “Kami utamakan warga sini dulu. Karena WTB untuk pemberdayaan warga setempat,” ujar Ketua Pokdarwsis Regul Heri Siswanto kepada koran ini.

Tercatat, ada 23 pemuda desa setempat yang direkrut menjadi kru tempat wisata tersebut. Tidak sukarela, mereka juga diberi upah oleh pengelola WTB. Upah diambilkan dari pendapatan tempat wisata tersebut.

Berdasarkan keterangan Heri, dalam seminggu WTB bisa meraup pendapatan tak kurang dari Rp 10 juta. Mayoritas uang didapat saat akhir pekan. Meskipun pada tengah pekan kunjungan wisatawan di sana tetap ada. Hanya nilainya tidak banyak. “Pas weekend sendiri bisa dapat Rp 8 juta,” imbuhnya.

Baca Juga :  Nestapa Suraji, Kuli Angkut Pabrik Pupuk yang Lumpuh usai Kecelakaan

Selain memberdayakan pemuda desa sebagai kru, WTB juga menyediakan 32 lapak warung yang disewakan kepada warga setempat. Namun begitu, belum semua lapak bisa diisi. Tercatat, hanya ada sebanyak 28 warung yang aktif. Pendapatan para penjual pun tidak bisa dipandang sebelah mata.

Seperti halnya yang diakui Sumini, 42, salah seorang penjual di sana. Ia mengaku bahwa sudah 3,5 tahun mengisi lapak tersebut. Sejak meledaknya WTB, pendapatannya dari berjualan signifikan. Pada saat hari biasa, dia bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp 300 ribu. “Kalau pas hari Sabtu-Minggu bisa sampai Rp 1,8 juta,” ungkap perempuan yang memiliki menu andalan kerupuk pecel tersebut.

Terpisah, Kepala Disporabudpar Gunawan Widagdo mengatakan bahwa kemandirian dan pemberdayaan inilah yang menjadi salah satu tujuan desa wisata. Karena dampak positif dari pariwisata tersebut dapat langsung dirasakan oleh warga setempat. “Pemerintah daerah dan desa akan terus bersinergi. Karena bagaimana pun kita saling terkait dan membutuhkan,” ujarnya. (tar/tyo)

Baca Juga :  Posyandu Ngampel Sehat, Pengurusnya Didominasi Pria
- Advertisement -

Keberadaan WTB memberi dampak positif bagi warga setempat. Pasalnya, Pokdarwis Regul sengaja merekrut warga sekitar untuk turut berkecimpung di sana. Baik sebagai pengurus maupun warga yang berjualan di warung di tempat tersebut. “Kami utamakan warga sini dulu. Karena WTB untuk pemberdayaan warga setempat,” ujar Ketua Pokdarwsis Regul Heri Siswanto kepada koran ini.

Tercatat, ada 23 pemuda desa setempat yang direkrut menjadi kru tempat wisata tersebut. Tidak sukarela, mereka juga diberi upah oleh pengelola WTB. Upah diambilkan dari pendapatan tempat wisata tersebut.

Berdasarkan keterangan Heri, dalam seminggu WTB bisa meraup pendapatan tak kurang dari Rp 10 juta. Mayoritas uang didapat saat akhir pekan. Meskipun pada tengah pekan kunjungan wisatawan di sana tetap ada. Hanya nilainya tidak banyak. “Pas weekend sendiri bisa dapat Rp 8 juta,” imbuhnya.

Baca Juga :  356 PPPK di Kabupaten Kediri Masih Tunggu SK

Selain memberdayakan pemuda desa sebagai kru, WTB juga menyediakan 32 lapak warung yang disewakan kepada warga setempat. Namun begitu, belum semua lapak bisa diisi. Tercatat, hanya ada sebanyak 28 warung yang aktif. Pendapatan para penjual pun tidak bisa dipandang sebelah mata.

Seperti halnya yang diakui Sumini, 42, salah seorang penjual di sana. Ia mengaku bahwa sudah 3,5 tahun mengisi lapak tersebut. Sejak meledaknya WTB, pendapatannya dari berjualan signifikan. Pada saat hari biasa, dia bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp 300 ribu. “Kalau pas hari Sabtu-Minggu bisa sampai Rp 1,8 juta,” ungkap perempuan yang memiliki menu andalan kerupuk pecel tersebut.

Terpisah, Kepala Disporabudpar Gunawan Widagdo mengatakan bahwa kemandirian dan pemberdayaan inilah yang menjadi salah satu tujuan desa wisata. Karena dampak positif dari pariwisata tersebut dapat langsung dirasakan oleh warga setempat. “Pemerintah daerah dan desa akan terus bersinergi. Karena bagaimana pun kita saling terkait dan membutuhkan,” ujarnya. (tar/tyo)

Baca Juga :  Ratusan Miliaran untuk Perbaikan Jalan Rusak

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/