25 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Jamu Jerman Bikin Boscu Masuk Tahanan

Boscu asal Kertosono ini adalah pekerja keras. Dia bekerja pagi, siang, malam hingga pagi hari lagi. Saking rajinnya bekerja, tetangga dan temannya menganggap Boscu ini adalah manusia super atau robot. Karena itu, Boscu tidak pernah menolak pesanan. Dia siap saja membuatkan pesawat terbang mainan.

Melihat suaminya sibuk bekerja, Mbak Sri selalu menawarkan kopi dan jamu. “Kopi dan jamunya Maszeee,” ujar Mbak Sri saat malam hari.

Namun, jamu buatan Mbak Sri ditolak Boscu. Dia hanya menerima kopi dari Mbak Sri. “Jamunya tidak usah. Aku punya jamu impor yang mujarab,” ujar Boscu saat menolak jamu beras kencur dari Mbak Sri.

Karena jamu Jerman. Otomatis, bahan-bahan dan cara membuatnya harus mengikuti anjuran orang Jerman. Tidak sama dengan jamu Jawi, seperti kunir asam, beras kencur atau sinom.

Baca Juga :  Intan Zahra, Bocah Penderita Tumor Perut yang Sabar Menunggu Operasi

“Saya belajar membuat jamu Jerman ini dari internet,” ujar Boscu.

Untuk bahan jamu Jerman ini, Boscu harus impor. Dia mendatangkan langsung bahan jamu bernama amphetamine dari Jerman. “Saya beri secara online,” ujarnya.

Setelah bahan jamu Jerman datang, Boscu langsung menakarnya. Lalu,  mengaduk amphetamine dengan air putih. Takaran dibuat sama seperti tutorial di internet. Setelah siap, langsung diminum. Gerrrr…

“Badan seger, tidak ngantuk dan capek-capek hilang,” ujar pria berusia 41 tahun ini.

Efek jamu Jerman ini benar-benar luar biasa. Apesnya, Boscu jadi ketagihan. Dia akhirnya kembali memesan bahan jamu dari Jerman. Tak terasa, Boscu sudah mengonsumsi jamu Jerman ini selama tiga bulan. Padahal, jamu ini ternyata tidak menyehatkan. Bahkan, jika dikonsumsi terus menerus akan merusak tubuh. Karena amphetamine adalah bahan baku untuk sabu-sabu (SS). Makanya, badan Boscu setiap hari bukannya tambah gemuk tetapi malah kurus. Nafsu makannya berkurang. Dia juga jarang berkumpul bersama Mbak Sri dan anaknya.

Baca Juga :  Area TPS Berubah jadi Pasar Dadakan

Beruntung, Boscu akhirnya ditangkap petugas. Karena amphetamine merupakan bahan baku SS. Yang otomatis, dilarang dikonsumsi. Boscu harus meringkuk di tahanan. Dia juga dianggap sebagai pemakai narkoba. Biyuh-Biyuh…Doping jamu Jerman malah jadi pesakitan. Yang sabar iya Boscu. Monggo jamu Jawi mawon.

- Advertisement -

Boscu asal Kertosono ini adalah pekerja keras. Dia bekerja pagi, siang, malam hingga pagi hari lagi. Saking rajinnya bekerja, tetangga dan temannya menganggap Boscu ini adalah manusia super atau robot. Karena itu, Boscu tidak pernah menolak pesanan. Dia siap saja membuatkan pesawat terbang mainan.

Melihat suaminya sibuk bekerja, Mbak Sri selalu menawarkan kopi dan jamu. “Kopi dan jamunya Maszeee,” ujar Mbak Sri saat malam hari.

Namun, jamu buatan Mbak Sri ditolak Boscu. Dia hanya menerima kopi dari Mbak Sri. “Jamunya tidak usah. Aku punya jamu impor yang mujarab,” ujar Boscu saat menolak jamu beras kencur dari Mbak Sri.

Karena jamu Jerman. Otomatis, bahan-bahan dan cara membuatnya harus mengikuti anjuran orang Jerman. Tidak sama dengan jamu Jawi, seperti kunir asam, beras kencur atau sinom.

Baca Juga :  Area TPS Berubah jadi Pasar Dadakan

“Saya belajar membuat jamu Jerman ini dari internet,” ujar Boscu.

Untuk bahan jamu Jerman ini, Boscu harus impor. Dia mendatangkan langsung bahan jamu bernama amphetamine dari Jerman. “Saya beri secara online,” ujarnya.

Setelah bahan jamu Jerman datang, Boscu langsung menakarnya. Lalu,  mengaduk amphetamine dengan air putih. Takaran dibuat sama seperti tutorial di internet. Setelah siap, langsung diminum. Gerrrr…

“Badan seger, tidak ngantuk dan capek-capek hilang,” ujar pria berusia 41 tahun ini.

Efek jamu Jerman ini benar-benar luar biasa. Apesnya, Boscu jadi ketagihan. Dia akhirnya kembali memesan bahan jamu dari Jerman. Tak terasa, Boscu sudah mengonsumsi jamu Jerman ini selama tiga bulan. Padahal, jamu ini ternyata tidak menyehatkan. Bahkan, jika dikonsumsi terus menerus akan merusak tubuh. Karena amphetamine adalah bahan baku untuk sabu-sabu (SS). Makanya, badan Boscu setiap hari bukannya tambah gemuk tetapi malah kurus. Nafsu makannya berkurang. Dia juga jarang berkumpul bersama Mbak Sri dan anaknya.

Baca Juga :  Izin Turun, Targetkan Bisa Beroperasi 2021

Beruntung, Boscu akhirnya ditangkap petugas. Karena amphetamine merupakan bahan baku SS. Yang otomatis, dilarang dikonsumsi. Boscu harus meringkuk di tahanan. Dia juga dianggap sebagai pemakai narkoba. Biyuh-Biyuh…Doping jamu Jerman malah jadi pesakitan. Yang sabar iya Boscu. Monggo jamu Jawi mawon.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/