25.5 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Pladu, Ratusan Warga Berburu Ikan di Sungai Brantas

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Ratusan warga berbondong-bondong memadati tepi sungai Brantas, kemarin (22/3) sore. Mereka antusias mengikuti pladu sejak pukul 15.00. Selain warga lokal Kediri, banyak warga dari luar daerah yang ikut terjun ke Brantas untuk mencari ikan mabuk.

          Yanto, 53, asal Tulungagung mengaku tidak pernah absen setiap kali ada pladu. Dia biasa mencari ikan mabuk mulai dari Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto hingga Bendungan Waruturi di Gampengrejo.  “Sekarang ikannya lebih banyak dibanding sebelumnya,” akunya. Dalam waktu tiga jam, dia sudah bisa mendapatkan ikan sebanyak 12 kilogram. Sebelumnya, ia hanya bisa mendapat lima atau enam kilogram dari sore hingga maghrib.

          Yanto antusias mengikuti pladu karena ikan di sungai Brantas selalu berukuran besar. Biasanya dia banyak mendapat ikan jenis rengkik dan bader. Ikan yang dia dapat dari menjaring itu bisa langsung dijual. “Nimbangnya kira-kira saja,” lanjutnya sembari menyebut satu kilogram dibanderol Rp 25 ribu untuk segala jenis ikan.

Baca Juga :  Atraksi Tari Pecut Samandiman Kediri, Penari Wanita Kian Mewarnai

          Untuk bisa mendapat ikan yang banyak, tak jarang para pencari ikan harus menceburkan diri ke sungai. Yanto bersama para pencari ikan lainnya pun adu strategi agar bisa mendapat hasil lebih banyak.

          Sementara itu, di Kota Kediri aktivitas pladu kemarin dipantau oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), satpol PP, hingga polisi. Mereka mengingatkan warga agar tidak nekat mencari ikan ke tengah sungai.

“Kami stand by dengan perahu,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri Indun Munarwaroh. Ia juga meminta anggota tetap memantau kegiatan pladu hingga selesai. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan warga mencari ikan secara aman.

          Pantauan koran ini, ratusan warga yang memadati tepi sungai Brantas bukan hanya para pencari ikan. Warga lain juga memadati bantaran Brantas untuk menyaksikan aktivitas para pencari ikan itu. “Senang saja melihat orang mencari ikan,” aku Masita, 37, warga Gampengrejo.

Baca Juga :  Ratusan Kena Tilang, Ini Pelanggaran Paling Banyak

          Selebihnya, ada pula yang memanfaatkan aktivitas pladu dengan membuka tempat parkir dadakan. Penitipan satu motor dipatok Rp 2 ribu. Dengan adanya puluhan unit motor yang diparkir, penyedia jasa bisa mengantongi uang hingga ratusan ribu dalam waktu beberapa jam. (rq/ut)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Ratusan warga berbondong-bondong memadati tepi sungai Brantas, kemarin (22/3) sore. Mereka antusias mengikuti pladu sejak pukul 15.00. Selain warga lokal Kediri, banyak warga dari luar daerah yang ikut terjun ke Brantas untuk mencari ikan mabuk.

          Yanto, 53, asal Tulungagung mengaku tidak pernah absen setiap kali ada pladu. Dia biasa mencari ikan mabuk mulai dari Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto hingga Bendungan Waruturi di Gampengrejo.  “Sekarang ikannya lebih banyak dibanding sebelumnya,” akunya. Dalam waktu tiga jam, dia sudah bisa mendapatkan ikan sebanyak 12 kilogram. Sebelumnya, ia hanya bisa mendapat lima atau enam kilogram dari sore hingga maghrib.

          Yanto antusias mengikuti pladu karena ikan di sungai Brantas selalu berukuran besar. Biasanya dia banyak mendapat ikan jenis rengkik dan bader. Ikan yang dia dapat dari menjaring itu bisa langsung dijual. “Nimbangnya kira-kira saja,” lanjutnya sembari menyebut satu kilogram dibanderol Rp 25 ribu untuk segala jenis ikan.

Baca Juga :  Kediri Belum Berani Buka Taman dan Wisata

          Untuk bisa mendapat ikan yang banyak, tak jarang para pencari ikan harus menceburkan diri ke sungai. Yanto bersama para pencari ikan lainnya pun adu strategi agar bisa mendapat hasil lebih banyak.

          Sementara itu, di Kota Kediri aktivitas pladu kemarin dipantau oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), satpol PP, hingga polisi. Mereka mengingatkan warga agar tidak nekat mencari ikan ke tengah sungai.

“Kami stand by dengan perahu,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri Indun Munarwaroh. Ia juga meminta anggota tetap memantau kegiatan pladu hingga selesai. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan warga mencari ikan secara aman.

          Pantauan koran ini, ratusan warga yang memadati tepi sungai Brantas bukan hanya para pencari ikan. Warga lain juga memadati bantaran Brantas untuk menyaksikan aktivitas para pencari ikan itu. “Senang saja melihat orang mencari ikan,” aku Masita, 37, warga Gampengrejo.

Baca Juga :  Penyidik Polres Kediri Tahan Kades Kras Bambang Sarwa Sambada

          Selebihnya, ada pula yang memanfaatkan aktivitas pladu dengan membuka tempat parkir dadakan. Penitipan satu motor dipatok Rp 2 ribu. Dengan adanya puluhan unit motor yang diparkir, penyedia jasa bisa mengantongi uang hingga ratusan ribu dalam waktu beberapa jam. (rq/ut)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/