23.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Tekes Panji Bisa Jadi Pakaian Adat Kediri

Budaya dan sejarah adalah dua hal yang berbeda. Meski demikian, keduanya saling terkait dan sulit untuk dipisahkan. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri Khusnul Arif beranggapan identitas Kediri bisa digali dari pakaian adatnya.

 

Pria yang mengikuti diskusi Quo Vadis Budaya Kediri? bersama para budayawan dan pelaku seni itu mengungkapkan, Kabupaten Kediri saat ini tengah menggali pakaian adat Kediri. Salah satu yang tengah dikaji adalah tekes (penutup kepala, Red) panji.

          Pria yang akrab disapa Pipin ini menjelaskan, hingga saat ini Kediri masih belum memiliki pakaian adat. Bahkan, udeng yang dipakai lebih banyak bergaya Solo dan Bali. “Padahal kalau ingin mengambil ciri khas Kediri bisa memakai tekesnya panji,” terang politisi dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini.

Baca Juga :  Air Terjun Irenggolo, Wisata Alam yang Elok di Lereng Gunung Wilis

          Pipin menjelaskan, tekes panji berbeda dengan daerah lainnya. Karakter yang kuat itu menurutnya bisa diambil sebagai identitas Kediri. Meski, diakui Pipin jika untuk menetapkan tekes sepakai pakaian khas Kediri masih memerlukan kajian lebih lanjut.

          Termasuk memperkuat referensi dari berbagai pihak terkait. Sehingga, pakaian adat atau pakaian khas Kediri yang ditetapkan nantinya benar-benar merepresentasikan Kediri. “Masih perlu masukan dan rekomendasi dari berbagai pihak,” jelasnya.

          Lebih jauh Pipin menegaskan, penetapan pakaian adat Kediri sekaligus untuk mencari identitas yang pas untuk Kediri. Sayangnya, berbagai diskusi budaya yang digelar belum mampu memutuskan hal tersebut.

          Karenanya, menurut pria berambut ikal ini diperlukan diskusi lanjutan agar bisa mendapati titik temu. Termasuk keterlibatan regulator yang akan memperjelas hasilnya.

Baca Juga :  Waspada Angin Ribut Sampai Tengah Bulan

          Dikatakan Pipin, dirinya tidak mempersoalkan penyatuan identitas Kota dan Kabupaten Kediri. Dia pun mengaku mendukung kolaborasi keduanya untuk memperkuat kebudayaan Kediri. “Memang keduanya (kota dan kabupaten, Red) tidak bisa lepas dari sejarah,” tegasnya. (rq/ut/bersambung)

 

 

         

 

- Advertisement -

Budaya dan sejarah adalah dua hal yang berbeda. Meski demikian, keduanya saling terkait dan sulit untuk dipisahkan. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri Khusnul Arif beranggapan identitas Kediri bisa digali dari pakaian adatnya.

 

Pria yang mengikuti diskusi Quo Vadis Budaya Kediri? bersama para budayawan dan pelaku seni itu mengungkapkan, Kabupaten Kediri saat ini tengah menggali pakaian adat Kediri. Salah satu yang tengah dikaji adalah tekes (penutup kepala, Red) panji.

          Pria yang akrab disapa Pipin ini menjelaskan, hingga saat ini Kediri masih belum memiliki pakaian adat. Bahkan, udeng yang dipakai lebih banyak bergaya Solo dan Bali. “Padahal kalau ingin mengambil ciri khas Kediri bisa memakai tekesnya panji,” terang politisi dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini.

Baca Juga :  Persik Kediri Membawa 22 Pemain ke Magelang

          Pipin menjelaskan, tekes panji berbeda dengan daerah lainnya. Karakter yang kuat itu menurutnya bisa diambil sebagai identitas Kediri. Meski, diakui Pipin jika untuk menetapkan tekes sepakai pakaian khas Kediri masih memerlukan kajian lebih lanjut.

          Termasuk memperkuat referensi dari berbagai pihak terkait. Sehingga, pakaian adat atau pakaian khas Kediri yang ditetapkan nantinya benar-benar merepresentasikan Kediri. “Masih perlu masukan dan rekomendasi dari berbagai pihak,” jelasnya.

          Lebih jauh Pipin menegaskan, penetapan pakaian adat Kediri sekaligus untuk mencari identitas yang pas untuk Kediri. Sayangnya, berbagai diskusi budaya yang digelar belum mampu memutuskan hal tersebut.

          Karenanya, menurut pria berambut ikal ini diperlukan diskusi lanjutan agar bisa mendapati titik temu. Termasuk keterlibatan regulator yang akan memperjelas hasilnya.

Baca Juga :  Kediri Belum Bebas Jentik Nyamuk

          Dikatakan Pipin, dirinya tidak mempersoalkan penyatuan identitas Kota dan Kabupaten Kediri. Dia pun mengaku mendukung kolaborasi keduanya untuk memperkuat kebudayaan Kediri. “Memang keduanya (kota dan kabupaten, Red) tidak bisa lepas dari sejarah,” tegasnya. (rq/ut/bersambung)

 

 

         

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/