25.7 C
Kediri
Wednesday, August 17, 2022

Kian Indah, Kian Nyaman

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN – Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) yang berada di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem terus berbenah. Selain dipercantik agar penampilan, beberapa penambahan di sekitar monument pun dilakukan. Tambahan tersebut sekaligus berfungsi sebagai pengaman.

Menurut Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Krisna Setiawan, beberapa bagian dibenahi tak sekadar untuk keindahan. Tapi juga sebagai pengaman. Seperti terdapat dua sisi taman bunga yang ada tepat di tengah jalan dua arus.

“Kita ada dua taman bunga untuk penyekat jalan. Dua taman itu adalah di tengah jalan arah Kediri-Pare ke timur dan arah menuju ke Kediri Kota atau arah ke barat,” ujarnya.

Baca Juga :  Persedikab Kian Kukuh di Puncak Klasemen

Krisna menerangkan taman itu sekaligus untuk pembatas ruas jalan. Agar pengendara jalan lebih aman. Untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan. Dulu, jalan di dua ruas jalur tersebut hanya dibatasi dengan garis marka saja. “Kami inginkan seperti jalur lain yang sudah sejak awal terdapat pembatas jalannya. Tujuannya untuk keindahan SLG juga,” ungkap Krisna.

Sementara itu, Proyek pembenahan Gumul telah sampai pada tahap pengecatan badan monumen. Sebelumnya sepanjang dinding monument telah dipasang scaffolding. Sebagai pijakan para pekerja.

- Advertisement -

“Rencananya seluruh badan monumen akan kami cat ulang,” ungkapnya.

Walaupun dilakukan pengecatan ulang, Krisna menerangkan bahwa tidak ada warna yang berubah. Pengecatan tetap dilakukan dengan warna seperti semula. Yaitu coklat cerah.

Baca Juga :  Khofifah Berharap Tidak Terjadi Kampanye Hitam

Tidak hanya itu pengecatan ruangan gedung pada monumen juga akan dilakukan dengan warna cat dasar sama dengan yang lalu. “Warnanya tetap sama. Hanya diperbarui agar terlihat indah lagi seperti awal berdirinya dulu,” ujar Krisna.

Selain itu, beberapa pembenahan dan wahana baru juga mulai ditambahkan di ruang terbuka hijau (RTH)  di sisi barat. Seperti penambahan kolam ikan hias. Keberadaan kolam itu agar menambah daya tarik monumen. Sehingga berfungsi penuh sebagai ruang terbuka hijau. Dan bisa dimanfaatkan warga Kediri secara maksimal.

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN – Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) yang berada di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem terus berbenah. Selain dipercantik agar penampilan, beberapa penambahan di sekitar monument pun dilakukan. Tambahan tersebut sekaligus berfungsi sebagai pengaman.

Menurut Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Krisna Setiawan, beberapa bagian dibenahi tak sekadar untuk keindahan. Tapi juga sebagai pengaman. Seperti terdapat dua sisi taman bunga yang ada tepat di tengah jalan dua arus.

“Kita ada dua taman bunga untuk penyekat jalan. Dua taman itu adalah di tengah jalan arah Kediri-Pare ke timur dan arah menuju ke Kediri Kota atau arah ke barat,” ujarnya.

Baca Juga :  Roca Masih Percaya dengan Bek Tengah Lokal

Krisna menerangkan taman itu sekaligus untuk pembatas ruas jalan. Agar pengendara jalan lebih aman. Untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan. Dulu, jalan di dua ruas jalur tersebut hanya dibatasi dengan garis marka saja. “Kami inginkan seperti jalur lain yang sudah sejak awal terdapat pembatas jalannya. Tujuannya untuk keindahan SLG juga,” ungkap Krisna.

Sementara itu, Proyek pembenahan Gumul telah sampai pada tahap pengecatan badan monumen. Sebelumnya sepanjang dinding monument telah dipasang scaffolding. Sebagai pijakan para pekerja.

“Rencananya seluruh badan monumen akan kami cat ulang,” ungkapnya.

Walaupun dilakukan pengecatan ulang, Krisna menerangkan bahwa tidak ada warna yang berubah. Pengecatan tetap dilakukan dengan warna seperti semula. Yaitu coklat cerah.

Baca Juga :  Harga Emas Stabil setelah Turun

Tidak hanya itu pengecatan ruangan gedung pada monumen juga akan dilakukan dengan warna cat dasar sama dengan yang lalu. “Warnanya tetap sama. Hanya diperbarui agar terlihat indah lagi seperti awal berdirinya dulu,” ujar Krisna.

Selain itu, beberapa pembenahan dan wahana baru juga mulai ditambahkan di ruang terbuka hijau (RTH)  di sisi barat. Seperti penambahan kolam ikan hias. Keberadaan kolam itu agar menambah daya tarik monumen. Sehingga berfungsi penuh sebagai ruang terbuka hijau. Dan bisa dimanfaatkan warga Kediri secara maksimal.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/