25.3 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Pembangunan Jembatan Perintis di Desa Cepoko

Jembatan Cepoko memang berlabel jembatan perintis. Namun, kekuatan jembatan ini tak perlu diragukan. Menurut tim Santri Tangguh Indonesia (Satguna) yang membangun, Jembatan Cepoko kuat menahan beban tidak hanya hitungan kuintal tetapi ton.

“Jembatan Cepoko ini kuat menahan beban maksimal lima ton,” ujar Iip Saeful Bahri kemarin. Karena itu, papan kayu yang digunakan tidak sembarangan. Tim Satguna memilih kayu akasia sebagai lantai jembatan. Karena selain kuat menahan beban, kayu akasia juga tergolong awet. Bisa bertahan minimal satu tahun.

Untuk kebutuhan papan kayu, Jembatan Cepoko yang memiliki panjang 65 meter membutuhkan 320 papan kayu. Kemarin, ratusan papan kayu tersebut sudah dipasang. Rencananya, pemasangan akan dilaksanakan hingga malam hari. Ini agar Jembatan Cepoko bisa cepat selesai.

Baca Juga :  Pelatihan BLS untuk Marshal

Menurut Iip, jika tidak ada kendala, Jembatan Cepoko bisa selesai tepat waktu. Sehingga, rencana uji coba Jembatan Cepoko pada 26 Oktober bisa dilaksanakan. Kemudian, pada Kamis (27/10), Jembatan Cepoko bisa diresmikan. “Kami akan kerja keras untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Cepoko,” ujarnya.

Pria asal Bandung ini mengatakan, saat ini, pengerjaan Jembatan Cepoko sudah mencapai 80 persen. Diharapkan, dalam waktu dekat, jembatan sudah masuk finishing.

Terkait goyangan Jembatan Cepoko, Iip mengatakan, karena desain jembatan perintis ini adalah jembatan gantung maka goyangan tetap ada. Namun, tidak akan terlalu besar. Karena akan dipasang seling di sisi kiri dan kanan untuk meredam goyangan. Sehingga, warga yang melintas tidak perlu takut. “Motor bisa dikendarai lewat jembatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Sarang Tawon Vespa Bikin Geger Warga Desa Kampungbaru

Namun karena lebar jembatan hanya 1,2 meter maka sepeda motor harus bergantian untuk melintas. Sehingga, tidak terjadi kemacetan di jembatan. Sebab, tujuan pembangunan jembatan ini untuk memudahkan warga Dusun Tahunan dan Bayeman, Desa Cepoko, Kecamatan Berbek saat akan salat Jumat, berangkat ke sekolah hingga memakamkan jenazah.

- Advertisement -

Jembatan Cepoko memang berlabel jembatan perintis. Namun, kekuatan jembatan ini tak perlu diragukan. Menurut tim Santri Tangguh Indonesia (Satguna) yang membangun, Jembatan Cepoko kuat menahan beban tidak hanya hitungan kuintal tetapi ton.

“Jembatan Cepoko ini kuat menahan beban maksimal lima ton,” ujar Iip Saeful Bahri kemarin. Karena itu, papan kayu yang digunakan tidak sembarangan. Tim Satguna memilih kayu akasia sebagai lantai jembatan. Karena selain kuat menahan beban, kayu akasia juga tergolong awet. Bisa bertahan minimal satu tahun.

Untuk kebutuhan papan kayu, Jembatan Cepoko yang memiliki panjang 65 meter membutuhkan 320 papan kayu. Kemarin, ratusan papan kayu tersebut sudah dipasang. Rencananya, pemasangan akan dilaksanakan hingga malam hari. Ini agar Jembatan Cepoko bisa cepat selesai.

Baca Juga :  Mantan Napi Asimilasi Asal Kediri, Mandiri dengan Usaha Kerajinan

Menurut Iip, jika tidak ada kendala, Jembatan Cepoko bisa selesai tepat waktu. Sehingga, rencana uji coba Jembatan Cepoko pada 26 Oktober bisa dilaksanakan. Kemudian, pada Kamis (27/10), Jembatan Cepoko bisa diresmikan. “Kami akan kerja keras untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Cepoko,” ujarnya.

Pria asal Bandung ini mengatakan, saat ini, pengerjaan Jembatan Cepoko sudah mencapai 80 persen. Diharapkan, dalam waktu dekat, jembatan sudah masuk finishing.

Terkait goyangan Jembatan Cepoko, Iip mengatakan, karena desain jembatan perintis ini adalah jembatan gantung maka goyangan tetap ada. Namun, tidak akan terlalu besar. Karena akan dipasang seling di sisi kiri dan kanan untuk meredam goyangan. Sehingga, warga yang melintas tidak perlu takut. “Motor bisa dikendarai lewat jembatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bus Eka Tabrak Pemulung di Bagor, Nganjuk

Namun karena lebar jembatan hanya 1,2 meter maka sepeda motor harus bergantian untuk melintas. Sehingga, tidak terjadi kemacetan di jembatan. Sebab, tujuan pembangunan jembatan ini untuk memudahkan warga Dusun Tahunan dan Bayeman, Desa Cepoko, Kecamatan Berbek saat akan salat Jumat, berangkat ke sekolah hingga memakamkan jenazah.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/