25 C
Kediri
Saturday, October 1, 2022

Para Jawara Ajang GenZverse School Contest XIV (2)

Tema Budaya dan Negeri di Atas Awan Pikat Juri

- Advertisement -

Memenangi Lomba Mading kategori SMP dan SMA, SMPK Petra Kota Kediri dan MAN 1 Kota Kediri mengusung tema yang berbeda. Meski demikian, keduanya memiliki kesamaan. Sama-sama bisa memadukan tema, konten, dan desain menjadi karya yang apik.   

Rona bahagia tergambar di wajah Mitzi Davly, 14; dan Nayuka Adventia, 15. Ditemui di ruang guru SMP Kristen Petra kemarin, gadis yang menjadi ketua dan wakil ketua Spektrans itu terlihat antusias membicarakan karya mading yang dilombakan dalam GenZverse School Contest XIV. “Ini tadi (kemarin, Red) baru saja mengecek mading. Kebetulan pelajaran sedang kosong,” kata Mitzi.

Gadis asal Kelurahan/Kecamatan Mojoroto itu mengakui, Spektrans kali ini memiliki beban berat saat berlomba. Sebab, di ajang serupa sebelumnya mereka sudah langganan juara.

Karenanya, di GenZverse tahun ini mereka tak ingin menuai hasil yang kurang memuaskan. Begitu pengumuman pendaftaran School Contest 2022 dibuka, mereka langsung bersiap.

Dua tahun absen akibat pandemi Covid-19, mereka begitu bersemangat menggarap mading. Apalagi, sebelumnya Mitzi dan Nayuka sudah mendengar keseruan pesta pelajar itu dari kakak-kakak kelasnya.

- Advertisement -

Dari beberapa diskusi lantas terbentuk tim mading beranggotakan 12 siswa. Empat anak laki-laki yaitu Mosses Valentino, James Patterson, Ewan Alfreno, dan Levius. Enam lainnya perempuan. Mereka adalah Velaine, Michelle, Graceylla, Princessa Diva, dan Shanon. “Kami sudah bertekad untuk maksimal karena ini tahun pertama dan terakhir kami berseragam SMPK Petra,” terangnya bersemangat.

Rupanya kekompakan dan semangat mereka dalam menggali ide, mewujudkannya dalam bentuk konten, desain, lengkap dengan aksesori yang cantik berbuah manis. Mengusung tema Preserve Our Culture by GenZ, Spektrans yang mengangkat Kampung Pecut dan Omah Panji dinobatkan sebagai Best Overall Mading SMP.

Baca Juga :  Semalam, 2 Bangunan dan Satu Mobil di Kediri Terbakar

“Kami senang dan bersyukur karena bisa mempertahankan kemenangan SMPK Petra,” kata Mitzi dan Nayuka kompak. Kemenangan itu jadi “bayaran” yang sepadan untuk rasa lelah yang mereka rasakan selama hampir tiga minggu terakhir.

Tidak hanya mengerjakan mading hingga jam 18.00 sore, tim mading juga harus membolos les selama tiga minggu agar bisa optimal bekerja. “Yang penting jadwal ibadah tidak bisa diganggu gugat. Tetap ibadah Minggu dan ibadah kecil pelayanan,” paparnya sambil tersenyum.

Kegembiraan tidak hanya dirasakan oleh tim mading, Kepala SMPK Petra Christina Setiawati menuturkan, mereka selalu mengajarkan anak-anak untuk selalu rendah hati. Karenanya, meski SMPK Petra menjadi langganan juara mading tingkat SMP, mereka diwanti-wanti agar tidak angkuh atau sombong.

“Selama pembuatan mading kami terus memberi dukungan,” terang Christina sembari menyebut empat guru pendamping yang rutin men-support anak-anak. Mereka adalah Setyaji, Nathanael Eka, Evangeline dan Dwi Sutyowati.

Dari proses pembuatan mading selama tiga minggu, tahap pembuatan bubur kertas paling diingat oleh Christina. “Anak-anak ini agak jijik karena (bubur kertas, Red) bau. Tapi begitu diingatkan agar mereka all out, hasilnya tetap maksimal,” kenangnya sambil tersenyum.

Sementara itu, kegembiraan juga dirasakan oleh tim mading MAN 1 Kota Kediri. Mengusung tema Pulau di Atas Awan, mereka memenangkan kategori Best Overall Mading SMA. “Ada 15 anggota tim yang menggarapnya dalam waktu sebulan,” beber Najwa Filzah Aziza, 16, salah satu anggota tim.

Dari berbagai aksesori yang ada di mading setinggi dua meter itu, keberadaan robot botak yang terus berputar jadi magnet pengunjung. Robot yang diberi nama Gavin ini juga bisa menggerakkan tangannya.

Baca Juga :  Geledah Pengedar Narkoba, Polres Kediri Sita 450 Butir Pil Dobel L

Di sekeliling Gavin, ada sejumlah objek wisata Kabupaten Kediri. Mulai Simpang Lima Gumul, Bendungan Waru Turi, Air Terjun Dolo, hingga wisata Gunung Kelud.

Miniatur seluruh objek wisata itu ditata di mading berukuran 1×1 meter. Sesuai persyaratan panitia, material mading menggunakan bubur kertas. Sebanyak 90 persen menggunakan koran bekas yang diubah menjadi seperti “pulau”.

“Gavin ini artinya elang putih. Dari bahasa Skotlandia,” sambung Muhammad Rizky Ramadhan,16, ketua mading. Untuk membuat robot Gavin, dibutuhkan waktu sekitar satu bulan. Mulai merancang ide, menyiapkan bahan, hingga merealisasikan mading secara utuh.

Untuk bisa mewujudkan robot, anggota ekstrakurikuler jurnalistik harus kerja sama dengan ekstrakurikuler robotik. Kolaborasi keduanya berhasil menciptakan karya yang beda dengan peserta lainnya.

Untuk diketahui, selain kategori Best Overall SMP dan SMA, ada pula pemenang kategori Best Creative 2D SMA yang dimenangkan oleh tim SMK Al Huda Kota Kediri. Tim beranggotakan sembilan anak ini mengangkat tema Potret Kita.

Mengusung tema tersebut, Ahmad Zaky Putra mengaku ingin belajar menghargai setiap kenangan dan waktu yang telah dimakan oleh perkembangan zaman. “Alhamdulilah kami tim mading 2D ini merasa senang, hasil kerja keras kami terbayarkan,” ujar Zaky.

Sedangkan untuk lomba mading SMP 3D, kategori Best Content dimenangkan oleh MTSN 7 Kediri. Tim yang diketuai oleh Jibril Adam Faizuna,15, mengangkat tentang dampak pembuatan arang pada lingkungan.






Reporter: Iqbal Syahroni
- Advertisement -

Memenangi Lomba Mading kategori SMP dan SMA, SMPK Petra Kota Kediri dan MAN 1 Kota Kediri mengusung tema yang berbeda. Meski demikian, keduanya memiliki kesamaan. Sama-sama bisa memadukan tema, konten, dan desain menjadi karya yang apik.   

Rona bahagia tergambar di wajah Mitzi Davly, 14; dan Nayuka Adventia, 15. Ditemui di ruang guru SMP Kristen Petra kemarin, gadis yang menjadi ketua dan wakil ketua Spektrans itu terlihat antusias membicarakan karya mading yang dilombakan dalam GenZverse School Contest XIV. “Ini tadi (kemarin, Red) baru saja mengecek mading. Kebetulan pelajaran sedang kosong,” kata Mitzi.

Gadis asal Kelurahan/Kecamatan Mojoroto itu mengakui, Spektrans kali ini memiliki beban berat saat berlomba. Sebab, di ajang serupa sebelumnya mereka sudah langganan juara.

Karenanya, di GenZverse tahun ini mereka tak ingin menuai hasil yang kurang memuaskan. Begitu pengumuman pendaftaran School Contest 2022 dibuka, mereka langsung bersiap.

Dua tahun absen akibat pandemi Covid-19, mereka begitu bersemangat menggarap mading. Apalagi, sebelumnya Mitzi dan Nayuka sudah mendengar keseruan pesta pelajar itu dari kakak-kakak kelasnya.

Dari beberapa diskusi lantas terbentuk tim mading beranggotakan 12 siswa. Empat anak laki-laki yaitu Mosses Valentino, James Patterson, Ewan Alfreno, dan Levius. Enam lainnya perempuan. Mereka adalah Velaine, Michelle, Graceylla, Princessa Diva, dan Shanon. “Kami sudah bertekad untuk maksimal karena ini tahun pertama dan terakhir kami berseragam SMPK Petra,” terangnya bersemangat.

Rupanya kekompakan dan semangat mereka dalam menggali ide, mewujudkannya dalam bentuk konten, desain, lengkap dengan aksesori yang cantik berbuah manis. Mengusung tema Preserve Our Culture by GenZ, Spektrans yang mengangkat Kampung Pecut dan Omah Panji dinobatkan sebagai Best Overall Mading SMP.

Baca Juga :  Luar Biasa! Tiga Siswa SMK AL Huda Kota Kediri Raih Juara di LKS Jatim

“Kami senang dan bersyukur karena bisa mempertahankan kemenangan SMPK Petra,” kata Mitzi dan Nayuka kompak. Kemenangan itu jadi “bayaran” yang sepadan untuk rasa lelah yang mereka rasakan selama hampir tiga minggu terakhir.

Tidak hanya mengerjakan mading hingga jam 18.00 sore, tim mading juga harus membolos les selama tiga minggu agar bisa optimal bekerja. “Yang penting jadwal ibadah tidak bisa diganggu gugat. Tetap ibadah Minggu dan ibadah kecil pelayanan,” paparnya sambil tersenyum.

Kegembiraan tidak hanya dirasakan oleh tim mading, Kepala SMPK Petra Christina Setiawati menuturkan, mereka selalu mengajarkan anak-anak untuk selalu rendah hati. Karenanya, meski SMPK Petra menjadi langganan juara mading tingkat SMP, mereka diwanti-wanti agar tidak angkuh atau sombong.

“Selama pembuatan mading kami terus memberi dukungan,” terang Christina sembari menyebut empat guru pendamping yang rutin men-support anak-anak. Mereka adalah Setyaji, Nathanael Eka, Evangeline dan Dwi Sutyowati.

Dari proses pembuatan mading selama tiga minggu, tahap pembuatan bubur kertas paling diingat oleh Christina. “Anak-anak ini agak jijik karena (bubur kertas, Red) bau. Tapi begitu diingatkan agar mereka all out, hasilnya tetap maksimal,” kenangnya sambil tersenyum.

Sementara itu, kegembiraan juga dirasakan oleh tim mading MAN 1 Kota Kediri. Mengusung tema Pulau di Atas Awan, mereka memenangkan kategori Best Overall Mading SMA. “Ada 15 anggota tim yang menggarapnya dalam waktu sebulan,” beber Najwa Filzah Aziza, 16, salah satu anggota tim.

Dari berbagai aksesori yang ada di mading setinggi dua meter itu, keberadaan robot botak yang terus berputar jadi magnet pengunjung. Robot yang diberi nama Gavin ini juga bisa menggerakkan tangannya.

Baca Juga :  Dikepung tetapi Tak Ada Yang Dikalungi Sabit

Di sekeliling Gavin, ada sejumlah objek wisata Kabupaten Kediri. Mulai Simpang Lima Gumul, Bendungan Waru Turi, Air Terjun Dolo, hingga wisata Gunung Kelud.

Miniatur seluruh objek wisata itu ditata di mading berukuran 1×1 meter. Sesuai persyaratan panitia, material mading menggunakan bubur kertas. Sebanyak 90 persen menggunakan koran bekas yang diubah menjadi seperti “pulau”.

“Gavin ini artinya elang putih. Dari bahasa Skotlandia,” sambung Muhammad Rizky Ramadhan,16, ketua mading. Untuk membuat robot Gavin, dibutuhkan waktu sekitar satu bulan. Mulai merancang ide, menyiapkan bahan, hingga merealisasikan mading secara utuh.

Untuk bisa mewujudkan robot, anggota ekstrakurikuler jurnalistik harus kerja sama dengan ekstrakurikuler robotik. Kolaborasi keduanya berhasil menciptakan karya yang beda dengan peserta lainnya.

Untuk diketahui, selain kategori Best Overall SMP dan SMA, ada pula pemenang kategori Best Creative 2D SMA yang dimenangkan oleh tim SMK Al Huda Kota Kediri. Tim beranggotakan sembilan anak ini mengangkat tema Potret Kita.

Mengusung tema tersebut, Ahmad Zaky Putra mengaku ingin belajar menghargai setiap kenangan dan waktu yang telah dimakan oleh perkembangan zaman. “Alhamdulilah kami tim mading 2D ini merasa senang, hasil kerja keras kami terbayarkan,” ujar Zaky.

Sedangkan untuk lomba mading SMP 3D, kategori Best Content dimenangkan oleh MTSN 7 Kediri. Tim yang diketuai oleh Jibril Adam Faizuna,15, mengangkat tentang dampak pembuatan arang pada lingkungan.






Reporter: Iqbal Syahroni

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/