29.2 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Nilai Kembar Berpeluang Ikut SKB di Kediri

KOTA, JP Radar Kediri– Kelanjutan pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Kediri masih menunggu jadwal dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun hingga kemarin, jadwal untuk seleksi kompetensi bidang (SKB) belum juga diumumkan.

Kepala Badan Kepegawian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kediri Un Achmad Kurniawan menjelaskan, mereka yang akan ikut SKB adalah tiga besar dari peserta yang lulus passing grade seleksi kompetensi dasar (SKD). Kemungkinan untuk peserta lebih dari tiga merebut satu formasi masih ada. Itu apabila terjadi nilai yang kembar.

 “Mungkin saja kalau passing grade, lalu nilai setiap komponennya sama,” ujar Un kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin. Jika ada peserta lulus nilai ambang batas tetapi memiliki kesamaan poin maka panitia akan memprioritaskan urutan nilai tertinggi berdasarkan komponen.

Baca Juga :  Barang Langka, Antre Kulakan Setengah Hari Jadi Hal Biasa

Urutan yang akan dinilai paling tinggi adalah dari tes karakteristik pribadi (TKP). Bila TKP-nya sama maka nilai berikutnya yang akan diadu adalah tes intelegensia umum (TIU). Terakhir, baru nilai tes wawasan kebangsaan (TWK).

Jika ketiga komponen itu sama maka bisa diikutkan untuk tes SKB. Jadi, jumlah peserta yang ikut SKB bisa lebih dari tiga orang. Ini dengan syarat nilai pesertanya kembar.

Hal ini berbeda dengan peserta yang ikut tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) non guru. Bila ada peserta yang nilai kembar maka komponen yang akan diadu adalah nilai teknis, kemudian komponen sosiokultural dan manajerial. Bila nilai tetap sama maka panitia akan memilih satu peserta yang usianya paling tinggi. “Jadi kalau ada nilai kembar tetap ada hitungan penilaiannya,” aku Un.

Baca Juga :  Perum Perhutani KPH Kediri Tanam 20.000 Pohon

Sekadar diketahui, kemarin pelaksanaan CP3K Kota Kediri digabung dengan Kabupaten Kediri. Tesnya digelar serentak di Convention Hall SLG Ngasem. Dari 69 peserta, satu tidak hadir. Sedangkan di Kabupaten Kediri dari 78 peserta ada lima yang tidak hadir.

Un mempertegas, peserta yang tidak hadir tanpa keterangan tidak bisa ikut ujian pengganti di tempat lain. Dia mengatakan, panitia sudah berusaha menghubungi peserta yang tidak hadir. Tetapi tidak ada jawaban.

Hal yang sama terjadi pada peserta CP3K di Kabupaten Kediri. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mohamad Solikin yang ditemui usai tes CP3K non guru di Convention Hall SLG, memastikan lima orang yang tidak hadir tanpa keterangan tidak bisa mengajukan tes pengganti di tempat lain. “Ketentuannya seperti itu, kalau tanpa keterangan otomatis gugur,” tegasnya. (rq/ndr)

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri– Kelanjutan pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Kediri masih menunggu jadwal dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun hingga kemarin, jadwal untuk seleksi kompetensi bidang (SKB) belum juga diumumkan.

Kepala Badan Kepegawian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kediri Un Achmad Kurniawan menjelaskan, mereka yang akan ikut SKB adalah tiga besar dari peserta yang lulus passing grade seleksi kompetensi dasar (SKD). Kemungkinan untuk peserta lebih dari tiga merebut satu formasi masih ada. Itu apabila terjadi nilai yang kembar.

 “Mungkin saja kalau passing grade, lalu nilai setiap komponennya sama,” ujar Un kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin. Jika ada peserta lulus nilai ambang batas tetapi memiliki kesamaan poin maka panitia akan memprioritaskan urutan nilai tertinggi berdasarkan komponen.

Baca Juga :  Perum Perhutani KPH Kediri Tanam 20.000 Pohon

Urutan yang akan dinilai paling tinggi adalah dari tes karakteristik pribadi (TKP). Bila TKP-nya sama maka nilai berikutnya yang akan diadu adalah tes intelegensia umum (TIU). Terakhir, baru nilai tes wawasan kebangsaan (TWK).

Jika ketiga komponen itu sama maka bisa diikutkan untuk tes SKB. Jadi, jumlah peserta yang ikut SKB bisa lebih dari tiga orang. Ini dengan syarat nilai pesertanya kembar.

Hal ini berbeda dengan peserta yang ikut tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) non guru. Bila ada peserta yang nilai kembar maka komponen yang akan diadu adalah nilai teknis, kemudian komponen sosiokultural dan manajerial. Bila nilai tetap sama maka panitia akan memilih satu peserta yang usianya paling tinggi. “Jadi kalau ada nilai kembar tetap ada hitungan penilaiannya,” aku Un.

Baca Juga :  Melihat Latihan Para Sinden Cilik di Sanggar Sang Aji Tunjung Seta

Sekadar diketahui, kemarin pelaksanaan CP3K Kota Kediri digabung dengan Kabupaten Kediri. Tesnya digelar serentak di Convention Hall SLG Ngasem. Dari 69 peserta, satu tidak hadir. Sedangkan di Kabupaten Kediri dari 78 peserta ada lima yang tidak hadir.

Un mempertegas, peserta yang tidak hadir tanpa keterangan tidak bisa ikut ujian pengganti di tempat lain. Dia mengatakan, panitia sudah berusaha menghubungi peserta yang tidak hadir. Tetapi tidak ada jawaban.

Hal yang sama terjadi pada peserta CP3K di Kabupaten Kediri. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mohamad Solikin yang ditemui usai tes CP3K non guru di Convention Hall SLG, memastikan lima orang yang tidak hadir tanpa keterangan tidak bisa mengajukan tes pengganti di tempat lain. “Ketentuannya seperti itu, kalau tanpa keterangan otomatis gugur,” tegasnya. (rq/ndr)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/