23.6 C
Kediri
Tuesday, August 16, 2022

Semangat Berbagi demi Rida Allah

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Sedikitnya 15 ribu umat muslim tumpek-blek di areal Masjid Agung, Kota Kediri, sore kemarin. Lantunan salawat dan doa memenuhi langit-langit angkasa. Menciptakan suasana khusyuk menjelang pergantian tahun baru Islam 1439 H.

Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Saifullah Yusuf pun turut hadir dalam gelar istighotsah dan doa menyambut pergantian tahun di Masjid Agung tersebut. Tampak pula Wali Kota Abdullah Abu Bakar hadir bersama pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Kediri. Abu Bakar Abdul Jalil, ketua PCNU Kota Kediri, terlihat mendampingi.

Di awal sambutan, Saifullah Yusuf melantunkan salawat nabi yang diikuti gemuruh suara jamaah yang memadati masjid barat alun-alun kota tersebut. Tidak hanya itu, Gus Ipul – sapaan karib Wagub Jatim ini – tidak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

“Lewat acara seperti inilah Indonesia tetap kuat sampai hari ini. Atas pertolongan Allah, kesulitan-kesulitan bisa dihadapi,” terangnya kepada para jamaah.

Baca Juga :  Iptu Rudi Darmawan, KBO Satlantas Polres Kediri Gemar Main Jaranan

Lebih lanjut, Gus Ipul menceritakan, betapa perjuangan para pahlawan zaman dahulu sangat sulit. Namun atas pertolongan Allah, mereka bisa mengalahkan para penjajah yang bersenjatakan modern. Padahal pejuang hanya bermodalkan semangat dan bambu runcing.

- Advertisement -

“Saat ini kita juga banyak tantangan. Soal solidaritas kerukunan umat beragama, narkoba. termasuk kemiskinan dan kriminalitas. Dengan kerja keras dibantu pertolongan Allah semoga kita bisa menghadapinya,” tandasnya.

Untuk diketahui, acara doa bersama dimulai sejak pukul 16.00 WIB. Meski demikian, gelombang umat datang sejak sebelum dilaksanakan salat Asar. Saking banyaknya warga yang datang, ruas Jalan PB Sudirman, Kota Kediri ditutup total.

Bahkan jamaah meluber hingga lahan parkir Dhoho Plaza dan Alun-Alun Kota Kediri. Acara doa bersama kemarin dimulai dengan pembacaan surat Yasin yang kemudian dilanjut istighotsah. Doa akhir dan awal tahun dipanjatkan usai salat Magrib hingga akhirnya rangkaian acara ditutup dengan jamaah salat Isya.

Baca Juga :  Bibi Sempat Beritahu Ada Pengepungan

Wali Kota Abdullah Abu Bakar sendiri bangga melihat antusiasme warga Kota Kediri mengikuti istighotsah di Masjid Agung. Pasalnya, puluhan ribu jamaah sampai memadati seluruh areal masjid bahkan sampai membeludak ke jalanan.

“Di sini niatan kita sama. Yakni bertasyakur atas nikmat yang telah diberikan Allah,” terangnya dalam sambutan.

Abu juga sempat menyinggung kondisi saudara muslim Rohingya. Dia menuturkan, merasa prihatin atas kondisi mereka yang mengalami penindasan. Makanya, wali kota muda tersebut mengajak para jamaah untuk sama-sama peduli membantu mereka.

“Bisa dengan doa atau sedikit rezeki yang disisihkan. Semoga dengan semangat berbagi, kita semua mendapat rida Allah,” urainya.

Abu juga menekankan, betapa keharmonisan saat ini sangat rentan rusak karena isu-isu yang tidak dibuat sekelompok orang. Makanya, ia berharap, Kota Kediri ke depannya tetap kondusif.

“Mohon doanya para sesepuh, kiai, dan alim ulama serta seluruh warga Nahdliyin agar Kota Kediri selalu guyub rukun,” pungkasnya.

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Sedikitnya 15 ribu umat muslim tumpek-blek di areal Masjid Agung, Kota Kediri, sore kemarin. Lantunan salawat dan doa memenuhi langit-langit angkasa. Menciptakan suasana khusyuk menjelang pergantian tahun baru Islam 1439 H.

Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Saifullah Yusuf pun turut hadir dalam gelar istighotsah dan doa menyambut pergantian tahun di Masjid Agung tersebut. Tampak pula Wali Kota Abdullah Abu Bakar hadir bersama pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Kediri. Abu Bakar Abdul Jalil, ketua PCNU Kota Kediri, terlihat mendampingi.

Di awal sambutan, Saifullah Yusuf melantunkan salawat nabi yang diikuti gemuruh suara jamaah yang memadati masjid barat alun-alun kota tersebut. Tidak hanya itu, Gus Ipul – sapaan karib Wagub Jatim ini – tidak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

“Lewat acara seperti inilah Indonesia tetap kuat sampai hari ini. Atas pertolongan Allah, kesulitan-kesulitan bisa dihadapi,” terangnya kepada para jamaah.

Baca Juga :  Ketika Pemuda Desa Peduli Sungai, Cari Ikan tanpa Setrum dan Potasium

Lebih lanjut, Gus Ipul menceritakan, betapa perjuangan para pahlawan zaman dahulu sangat sulit. Namun atas pertolongan Allah, mereka bisa mengalahkan para penjajah yang bersenjatakan modern. Padahal pejuang hanya bermodalkan semangat dan bambu runcing.

“Saat ini kita juga banyak tantangan. Soal solidaritas kerukunan umat beragama, narkoba. termasuk kemiskinan dan kriminalitas. Dengan kerja keras dibantu pertolongan Allah semoga kita bisa menghadapinya,” tandasnya.

Untuk diketahui, acara doa bersama dimulai sejak pukul 16.00 WIB. Meski demikian, gelombang umat datang sejak sebelum dilaksanakan salat Asar. Saking banyaknya warga yang datang, ruas Jalan PB Sudirman, Kota Kediri ditutup total.

Bahkan jamaah meluber hingga lahan parkir Dhoho Plaza dan Alun-Alun Kota Kediri. Acara doa bersama kemarin dimulai dengan pembacaan surat Yasin yang kemudian dilanjut istighotsah. Doa akhir dan awal tahun dipanjatkan usai salat Magrib hingga akhirnya rangkaian acara ditutup dengan jamaah salat Isya.

Baca Juga :  Hormati Tarawih, Sembahyang di Pura dan Gereja Maju Sejam

Wali Kota Abdullah Abu Bakar sendiri bangga melihat antusiasme warga Kota Kediri mengikuti istighotsah di Masjid Agung. Pasalnya, puluhan ribu jamaah sampai memadati seluruh areal masjid bahkan sampai membeludak ke jalanan.

“Di sini niatan kita sama. Yakni bertasyakur atas nikmat yang telah diberikan Allah,” terangnya dalam sambutan.

Abu juga sempat menyinggung kondisi saudara muslim Rohingya. Dia menuturkan, merasa prihatin atas kondisi mereka yang mengalami penindasan. Makanya, wali kota muda tersebut mengajak para jamaah untuk sama-sama peduli membantu mereka.

“Bisa dengan doa atau sedikit rezeki yang disisihkan. Semoga dengan semangat berbagi, kita semua mendapat rida Allah,” urainya.

Abu juga menekankan, betapa keharmonisan saat ini sangat rentan rusak karena isu-isu yang tidak dibuat sekelompok orang. Makanya, ia berharap, Kota Kediri ke depannya tetap kondusif.

“Mohon doanya para sesepuh, kiai, dan alim ulama serta seluruh warga Nahdliyin agar Kota Kediri selalu guyub rukun,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/