27.4 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Anang Iskandar Tak Bisa Lepas ‘Senjata’

- Advertisement -

Pensiun dari dinas kepolisian, boleh jadi segala senjata yang dulu menjadi perlengkapannya harus dikembalikan. Namun, ada ‘senjata’ yang tidak bisa dilepaskan Anang Iskandar. Dan, itu sudah diakrabinya sejak sekolah dasar (SD): pisau dan gunting cukur.

Hingga kini, dua ‘senjata’ itu masih sering digunakannya. “Selain jadi polisi, saya kan memang pernah jadi tukang cukur,” sebut mantan Kabareskrim dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Ya, saat sekolah, Anang pernah nyambi sebagai tukang cukur profesional. Di kios cukur ayahnya, di Jl Residen Pamudji, Mojokerto. Itu dijalaninya mulai kelas satu SMA. “Kalau tidak di kios cukur ayah saya, di sekolahan saya juga nyukur teman-teman yang rambutnya panjang,” kisah Anang yang juga pernah menjadi kapolres Kediri dan Blitar ini.

Baca Juga :  Setahun Hanya Bisa Terbaring Lemah di Ranjang

Keterampilan itu dipelajari anak pasangan Suyitno Kamari Jaya dan Raunah ini secara otodidak. Sejak kelas tiga SD. Yakni, dengan melihat dan mengamati ayahnya saat mencukur rambut para pelanggan. Dari situ, lama-lama bisa. “Waktu jadi taruna, saya kebagian nyukur para senior,” lanjut lelaki yang kini nyaleg DPR RI dari PPP ini.

Begitu resmi berkarir di kepolisian hingga meraih pangkat jenderal bintang tiga, cukur-mencukur tetap tidak bisa dilepaskan Anang. Bahkan, sampai kini ketika sudah pensiun. Cuma, tak lagi sebagai tukang cukur profesional. Melainkan, sebatas tukang cukur keluarga. Istri dan anak-anaknya, selalu Anang sendiri yang mencukur rambut mereka.

- Advertisement -

Memangnya mengikuti tren rambut masa kini? “Lho, sekali kita bisa nyukur, pasti bisa mencukur dengan model apa pun,” jawabnya mantap. Anda tertarik mencoba?

Baca Juga :  Kaki Kanan Patah, Dinsos Tampung di Rumah Singgah
- Advertisement -

Pensiun dari dinas kepolisian, boleh jadi segala senjata yang dulu menjadi perlengkapannya harus dikembalikan. Namun, ada ‘senjata’ yang tidak bisa dilepaskan Anang Iskandar. Dan, itu sudah diakrabinya sejak sekolah dasar (SD): pisau dan gunting cukur.

Hingga kini, dua ‘senjata’ itu masih sering digunakannya. “Selain jadi polisi, saya kan memang pernah jadi tukang cukur,” sebut mantan Kabareskrim dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Ya, saat sekolah, Anang pernah nyambi sebagai tukang cukur profesional. Di kios cukur ayahnya, di Jl Residen Pamudji, Mojokerto. Itu dijalaninya mulai kelas satu SMA. “Kalau tidak di kios cukur ayah saya, di sekolahan saya juga nyukur teman-teman yang rambutnya panjang,” kisah Anang yang juga pernah menjadi kapolres Kediri dan Blitar ini.

Baca Juga :  Tidak Pakai Helm Pelajar Asal Desa Bulu Tubruk Mobil Boks

Keterampilan itu dipelajari anak pasangan Suyitno Kamari Jaya dan Raunah ini secara otodidak. Sejak kelas tiga SD. Yakni, dengan melihat dan mengamati ayahnya saat mencukur rambut para pelanggan. Dari situ, lama-lama bisa. “Waktu jadi taruna, saya kebagian nyukur para senior,” lanjut lelaki yang kini nyaleg DPR RI dari PPP ini.

Begitu resmi berkarir di kepolisian hingga meraih pangkat jenderal bintang tiga, cukur-mencukur tetap tidak bisa dilepaskan Anang. Bahkan, sampai kini ketika sudah pensiun. Cuma, tak lagi sebagai tukang cukur profesional. Melainkan, sebatas tukang cukur keluarga. Istri dan anak-anaknya, selalu Anang sendiri yang mencukur rambut mereka.

Memangnya mengikuti tren rambut masa kini? “Lho, sekali kita bisa nyukur, pasti bisa mencukur dengan model apa pun,” jawabnya mantap. Anda tertarik mencoba?

Baca Juga :  Mengenal Subroto, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/