25.5 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Mengejar Peluang Jadi Kota Pusaka

Ada beberapa kota tua di Indonesia yang disulap menjadi kawasan wisata. Di antaranya adalah Jayakarta dan Kota Tua Semarang. Dua tempat itu bisa menjadi rujukan untuk menata Jalan Dhoho.   

 

Dalam penyusunan dokumen rencana tata bangunan dan lingkungan di Kota Kediri, Jalan Dhoho sudah ditetapkan sebagai kawasan central business district (CBD). Artinya adalah, kawasan bisnis terpadu yang difungsikan untuk pusat bisnis, perniagaan, hingga rekreasi. Selain menjadi tempat kegiatan ekonomi, CBD juga sebagai pusat kegiatan sosial budaya, politik, hingga teknologi.   

Menurut Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Khoirul Anwar, CBD Kota Kediri merupakan kawasan strategis pertumbuhan ekonomi. Terutama sektor perdagangan dan jasa berskala regional serta kawasan perkantoran.

Baca Juga :  Pupur Sawise Benjut

“Lokasi di pusat kota, di Kecamatan Kota,” terangnya menekankan nilai strategis kawasan ini.

Jalan Dhoho yang masuk kawasan CBD ini memiliki aktivitas bisnis dengan skala besar. Mulai dari pertokoan yang menyediakan barang seperti garmen, elektronik, perbankan, hingga showroom mobil dan sepeda motor. Lokasinya memanjang dari Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Urip Sumoharjo.

Karena sudah menjadi kawasan CBD, tidak menutup kemungkinan kelak di tempat itu akan tumbuh bangunan baru yang megah untuk kepentingan bisnis. “Jangka panjangnya mungkin saja akan ada gedung bertingkat hingga 15 lantai,” papar Khoirul.

Agar tidak tergerus oleh bangunan baru yang modern maka konsep bangunan di Jalan Dhoho ini perlu memunculkan ciri khas. Yaitu dengan tidak meninggalkan budaya dari sejarah masa lalu. Karena itu dinas PUPR berupaya untuk mewujudkan Jalan Dhoho menjadi kota pusaka. Usulan ini akan diajukan lewat program Dirjen Ciptakarya di Kementerian PUPR.

Baca Juga :  Catatan Ekspedisi Wilis I, Tradisi dan Legenda Warga Pegunungan (1)

Di Dirjen Ciptakarya itu ada program untuk pembangunan kota pusaka. Peluang itulah yang kini dikejar Dinas PUPR untuk mengembangkan Jalan Dhoho. “Semoga saja program itu masih ada, untuk menjadi kota layak wisata harus ada tahapannya,” katanya.

Beruntung di kawasan Jalan Dhoho ini sudah ada beberapa tempat yang menjadi cagar budaya. Setidaknya kekayaan dari peninggalan budaya masa lalu adalah dasar untuk menjadikan Jalan Dhoho sebagai kota pusaka. (rq/fud/bersambung)

- Advertisement -

Ada beberapa kota tua di Indonesia yang disulap menjadi kawasan wisata. Di antaranya adalah Jayakarta dan Kota Tua Semarang. Dua tempat itu bisa menjadi rujukan untuk menata Jalan Dhoho.   

 

Dalam penyusunan dokumen rencana tata bangunan dan lingkungan di Kota Kediri, Jalan Dhoho sudah ditetapkan sebagai kawasan central business district (CBD). Artinya adalah, kawasan bisnis terpadu yang difungsikan untuk pusat bisnis, perniagaan, hingga rekreasi. Selain menjadi tempat kegiatan ekonomi, CBD juga sebagai pusat kegiatan sosial budaya, politik, hingga teknologi.   

Menurut Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Khoirul Anwar, CBD Kota Kediri merupakan kawasan strategis pertumbuhan ekonomi. Terutama sektor perdagangan dan jasa berskala regional serta kawasan perkantoran.

Baca Juga :  Tolak MD3, Mahasiswa Kediri Datangi DPRD

“Lokasi di pusat kota, di Kecamatan Kota,” terangnya menekankan nilai strategis kawasan ini.

Jalan Dhoho yang masuk kawasan CBD ini memiliki aktivitas bisnis dengan skala besar. Mulai dari pertokoan yang menyediakan barang seperti garmen, elektronik, perbankan, hingga showroom mobil dan sepeda motor. Lokasinya memanjang dari Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Urip Sumoharjo.

Karena sudah menjadi kawasan CBD, tidak menutup kemungkinan kelak di tempat itu akan tumbuh bangunan baru yang megah untuk kepentingan bisnis. “Jangka panjangnya mungkin saja akan ada gedung bertingkat hingga 15 lantai,” papar Khoirul.

Agar tidak tergerus oleh bangunan baru yang modern maka konsep bangunan di Jalan Dhoho ini perlu memunculkan ciri khas. Yaitu dengan tidak meninggalkan budaya dari sejarah masa lalu. Karena itu dinas PUPR berupaya untuk mewujudkan Jalan Dhoho menjadi kota pusaka. Usulan ini akan diajukan lewat program Dirjen Ciptakarya di Kementerian PUPR.

Baca Juga :  Mereka yang Juara Kompetisi Film Pendek ‘Kisahku di Smart City’

Di Dirjen Ciptakarya itu ada program untuk pembangunan kota pusaka. Peluang itulah yang kini dikejar Dinas PUPR untuk mengembangkan Jalan Dhoho. “Semoga saja program itu masih ada, untuk menjadi kota layak wisata harus ada tahapannya,” katanya.

Beruntung di kawasan Jalan Dhoho ini sudah ada beberapa tempat yang menjadi cagar budaya. Setidaknya kekayaan dari peninggalan budaya masa lalu adalah dasar untuk menjadikan Jalan Dhoho sebagai kota pusaka. (rq/fud/bersambung)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/