23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Kisah Kedermawanan Parti Liyani, TKW asal Desa Kebonagung, Sawahan

Kisah Parti Liyani, sang TKW asal Desa Kebonagung, Sawahan, Kabupaten Nganjuk yang memenangkan gugatan melawan majikannya di Singapura sudah banyak tersebar. Tetapi, tidak banyak yang tahu jika perempuan pemberani itu ternyata juga memiliki sifat dermawan.

 

IQBAL SYAHRONI, SAWAHAN. JP Radar Nganjuk

Rumah bercat biru di Desa Kebonagung, Sawahan, jadi bukti sifat mulia Parti Liyani. Rumah yang ditinggalkan perempuan berusia 44 tahun itu memang kosong dan atas izinnya dimanfaatkan sebagai gedung PAUD.

Meski tak ada perubahan bentuk bangunan, di bagian depan rumah terpasang banner bertuliskan, “PAUD Imbas, Gugus PAUD Terpadu. PAUD Permata Hati Kebonagung”.

Sesuai banner yang tertera di sana, sebelum wabah Covid-19 melanda Nganjuk pada April lalu, bangunan itu berfungsi sebagai lembaga PAUD. Tempat anak-anak berusia di bawah lima tahun di lingkungan tersebut belajar. “Rumah ini dibeli sekitar 2016 tapi setelah itu dibiarkan kosong,” ujar Sumariyati, kerabat Parti.

Perempuan berusia 46 tahun itu lantas menceritakan ihwal penggunaan rumah Parti itu menjadi gedung PAUD. Sedianya, rumah yang awalnya milik adik Sumariyati itu akan ditempati oleh Parti. Tetapi, hal tersebut urung dilakukan setelah Parti memutuskan berangkat lagi ke Singapura.

Baca Juga :  Didik Fauzan, Menangi Hadiah Utama ‘Sepeda17an Virtual’

Rupanya, kondisi rumah yang tak dimanfaatkan itu dilihat oleh pengurus PAUD Permata Hati. Mereka meminta izin menggunakan rumah sebagai tempat belajar. “Mbak Parti langsung mengizinkannya,” lanjut perempuan yang juga penjaga PAUD Permata Hati ini.

Bahkan, kepada keluarganya di Desa Kebonagung Parti juga berpesan. Yakni, agar penggunaan rumah untuk PAUD itu tidak dipungut uang sewa alias gratis. “Padahal dulu sebelum ke Singapura bilang kalau rumah tidak dikontrakkan. Setelah izin untuk PAUD, langsung boleh,” tutur perempuan berambut panjang itu.

Tak hanya menggratiskan penempatan, Parti juga membayar listrik dan air di rumah tersebut. Praktis, pengurus PAUD tinggal menempati bangunan tersebut tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Kemurahan hati Parti tidak hanya berhenti pada penyewaan rumah untuk PAUD. Sabikan, 73, tetangga Parti Liyani menyebut jika tetangganya itu memang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dia mencontohkan saat ada warga yang meminta bantuan untuk beli beras, atau patungan untuk pembangunan di sekitar rumahnya, Parti langsung memberikan. “Memang orangnya baik dari dulu, Mas. Kalau untuk kasus yang katanya dengan majikannya, saya kurang tahu,” tuturnya.

Baca Juga :  Cuaca Buruk Mengancam Produksi Bawang Merah

Untuk diketahui, meski berita tentang kemenangan gugatan Parti Liyani dengan sang majikan sudah santer diberitakan. Pun demikian dengan rencana kepulangannya ke Nganjuk, kerabat Parti mengaku belum mengetahui hal itu.

Sumariyanti mengaku mendapat kabar terakhir dari kerabatnya itu seminggu lalu. Saat itu Parti mengaku masih ada urusan pekerjaan di Singapura. Karenanya, dia belum bisa memastikan waktu kepulangannya.

Keluarga di Nganjuk pun hanya bisa mendoakan agar perempuan yang tengah bekerja di Singapura itu selalu diberi kekuatan. “Kami hanya bisa mendoakan agar Mbak Parti sehat dan kuat sampai pulang lagi ke Nganjuk,” urai Sumariyanti.

Untuk diketahui, nama Parti Liyani mendadak menjadi perbincangan setelah TKW asal Nganjuk itu memenangkan sidang atas tuduhan pencurian dari majikannya.

Kasus Parti jadi perhatian di Singapura dan Indonesia karena sang majikan bukan orang biasa. Melainkan, merupakan salah satu orang berpengaruh di Singapura.

Dia dituduh mencuri barang-barang milik majikannya. Namun, dalam persidangan hal tersebut tidak terbukti. Parti pun divonis tidak bersalah atas kasus tersebut.

- Advertisement -

Kisah Parti Liyani, sang TKW asal Desa Kebonagung, Sawahan, Kabupaten Nganjuk yang memenangkan gugatan melawan majikannya di Singapura sudah banyak tersebar. Tetapi, tidak banyak yang tahu jika perempuan pemberani itu ternyata juga memiliki sifat dermawan.

 

IQBAL SYAHRONI, SAWAHAN. JP Radar Nganjuk

Rumah bercat biru di Desa Kebonagung, Sawahan, jadi bukti sifat mulia Parti Liyani. Rumah yang ditinggalkan perempuan berusia 44 tahun itu memang kosong dan atas izinnya dimanfaatkan sebagai gedung PAUD.

Meski tak ada perubahan bentuk bangunan, di bagian depan rumah terpasang banner bertuliskan, “PAUD Imbas, Gugus PAUD Terpadu. PAUD Permata Hati Kebonagung”.

Sesuai banner yang tertera di sana, sebelum wabah Covid-19 melanda Nganjuk pada April lalu, bangunan itu berfungsi sebagai lembaga PAUD. Tempat anak-anak berusia di bawah lima tahun di lingkungan tersebut belajar. “Rumah ini dibeli sekitar 2016 tapi setelah itu dibiarkan kosong,” ujar Sumariyati, kerabat Parti.

Perempuan berusia 46 tahun itu lantas menceritakan ihwal penggunaan rumah Parti itu menjadi gedung PAUD. Sedianya, rumah yang awalnya milik adik Sumariyati itu akan ditempati oleh Parti. Tetapi, hal tersebut urung dilakukan setelah Parti memutuskan berangkat lagi ke Singapura.

Baca Juga :  Didik Fauzan, Menangi Hadiah Utama ‘Sepeda17an Virtual’

Rupanya, kondisi rumah yang tak dimanfaatkan itu dilihat oleh pengurus PAUD Permata Hati. Mereka meminta izin menggunakan rumah sebagai tempat belajar. “Mbak Parti langsung mengizinkannya,” lanjut perempuan yang juga penjaga PAUD Permata Hati ini.

Bahkan, kepada keluarganya di Desa Kebonagung Parti juga berpesan. Yakni, agar penggunaan rumah untuk PAUD itu tidak dipungut uang sewa alias gratis. “Padahal dulu sebelum ke Singapura bilang kalau rumah tidak dikontrakkan. Setelah izin untuk PAUD, langsung boleh,” tutur perempuan berambut panjang itu.

Tak hanya menggratiskan penempatan, Parti juga membayar listrik dan air di rumah tersebut. Praktis, pengurus PAUD tinggal menempati bangunan tersebut tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Kemurahan hati Parti tidak hanya berhenti pada penyewaan rumah untuk PAUD. Sabikan, 73, tetangga Parti Liyani menyebut jika tetangganya itu memang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dia mencontohkan saat ada warga yang meminta bantuan untuk beli beras, atau patungan untuk pembangunan di sekitar rumahnya, Parti langsung memberikan. “Memang orangnya baik dari dulu, Mas. Kalau untuk kasus yang katanya dengan majikannya, saya kurang tahu,” tuturnya.

Baca Juga :  Dana Rehab Sekolah Belum Bisa Terserap

Untuk diketahui, meski berita tentang kemenangan gugatan Parti Liyani dengan sang majikan sudah santer diberitakan. Pun demikian dengan rencana kepulangannya ke Nganjuk, kerabat Parti mengaku belum mengetahui hal itu.

Sumariyanti mengaku mendapat kabar terakhir dari kerabatnya itu seminggu lalu. Saat itu Parti mengaku masih ada urusan pekerjaan di Singapura. Karenanya, dia belum bisa memastikan waktu kepulangannya.

Keluarga di Nganjuk pun hanya bisa mendoakan agar perempuan yang tengah bekerja di Singapura itu selalu diberi kekuatan. “Kami hanya bisa mendoakan agar Mbak Parti sehat dan kuat sampai pulang lagi ke Nganjuk,” urai Sumariyanti.

Untuk diketahui, nama Parti Liyani mendadak menjadi perbincangan setelah TKW asal Nganjuk itu memenangkan sidang atas tuduhan pencurian dari majikannya.

Kasus Parti jadi perhatian di Singapura dan Indonesia karena sang majikan bukan orang biasa. Melainkan, merupakan salah satu orang berpengaruh di Singapura.

Dia dituduh mencuri barang-barang milik majikannya. Namun, dalam persidangan hal tersebut tidak terbukti. Parti pun divonis tidak bersalah atas kasus tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/