23.5 C
Kediri
Saturday, July 2, 2022

Tunanetra Bersaing Jadi ASN

KOTA, JP Radar Kediri- Puluhan peserta seleksi tahap kedua pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) guru dipastikan gugur. Mereka adalah yang tidak hadir selama pelaksanaan tes yang berlangsung sejak Selasa (7/12) hingga hari terakhir kemarin (10/12). 

Berdasarkan catatan hingga Kamis (9/12) sebanyak 52 peserta yang dinyatakan gugur. Jumlah ini dipastikan bertambah karena untuk hari terakhir kemarin belum dilakukan rekapitulasi.

Setelah ini, mereka yang dinyatakan lolos masih akan mengikuti tahapan seleksi lagi. “Nanti aka nada seleksi tahap tiga,” terang Kepala Seksi SMA PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Kediri Chairul Effendi.

Pada tahap tiga nanti jumlah peserta bakal bertambah. Sebab, lulusan pendidikan profesi guru (PPG) yang terdaftar di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) bisa ikut tahap ini. Sekaligus membuat persaingan menjadi aparatur sipil negara (ASN) guru jalur P3K semakin ketat.

Baca Juga :  Tahap II Seleksi P3K di Kota Kediri, Guru Rebut 55 Formasi 

Sementara itu, di tengah ketanya persaingan itu, penyandang disabilitas diberi kesempatan. Salah satunya adalah Muhammad Ibnu Karnabi, 29. Pria ini adalah penyandang tunanetra asal Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto. Dia berebut tempat menjadi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN 3 Kota Kediri.

Saat seleksi di SMKN 1 Kota Kediri dia diantar istrinya, Kuni Sa’adati, 23. Karnabi menempati ruang khusus. “Ini kali pertama suami saya ikut ujian (P3K guru, Red),” ucap Kuni yang mengantar Karnabi hingga ke ruang ujian.

Karnabi terdaftar di data pokok pendidikan (dapodik) di lembaga pendidikan swasta sebagai pengajar di Kelompok Bermain Inklusif Putra Mandiri. Ia memilih formasi guru Pendidikan Agama Islam karena sesuai dengan jurusannya saat kuliah di IAN Kediri.

Baca Juga :  Kampung Kauman di Kediri: Rumah Mbah Naib Dibom (31)

Sebelum ujian yang sebenarnya, panitia perlu melakukan uji coba terlebih dulu. Memastikan tidak terjadi kendala saat pelaksanaan. “Kami harus pastikan headset di komputer normal,” terang Kepala SMKN 1 Hadi Sugiharto melalui proctor Setiyono.

Hal itu membuat Karnabi harus masuk lebih awal. Dia sudah berada di ruangan pukul 13.00, satu jam sebelum ujian. “Untuk waktu pengerjaan 170 menit,” lanjut Setiyono.

Keberadaan proktor hanya mengawasi bila terjadi kendala teknis. Hingga selesai uji coba, panitia ujian memastikan semua lancar. Tidak hanya komputer Karbani tetapi juga yang digunakan peserta lainnya.(rq/fud)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri- Puluhan peserta seleksi tahap kedua pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) guru dipastikan gugur. Mereka adalah yang tidak hadir selama pelaksanaan tes yang berlangsung sejak Selasa (7/12) hingga hari terakhir kemarin (10/12). 

Berdasarkan catatan hingga Kamis (9/12) sebanyak 52 peserta yang dinyatakan gugur. Jumlah ini dipastikan bertambah karena untuk hari terakhir kemarin belum dilakukan rekapitulasi.

Setelah ini, mereka yang dinyatakan lolos masih akan mengikuti tahapan seleksi lagi. “Nanti aka nada seleksi tahap tiga,” terang Kepala Seksi SMA PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Kediri Chairul Effendi.

Pada tahap tiga nanti jumlah peserta bakal bertambah. Sebab, lulusan pendidikan profesi guru (PPG) yang terdaftar di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) bisa ikut tahap ini. Sekaligus membuat persaingan menjadi aparatur sipil negara (ASN) guru jalur P3K semakin ketat.

Baca Juga :  Setahun, Warga Slumbung ‘Rayakan’ Tiga Hari Raya

Sementara itu, di tengah ketanya persaingan itu, penyandang disabilitas diberi kesempatan. Salah satunya adalah Muhammad Ibnu Karnabi, 29. Pria ini adalah penyandang tunanetra asal Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto. Dia berebut tempat menjadi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN 3 Kota Kediri.

Saat seleksi di SMKN 1 Kota Kediri dia diantar istrinya, Kuni Sa’adati, 23. Karnabi menempati ruang khusus. “Ini kali pertama suami saya ikut ujian (P3K guru, Red),” ucap Kuni yang mengantar Karnabi hingga ke ruang ujian.

Karnabi terdaftar di data pokok pendidikan (dapodik) di lembaga pendidikan swasta sebagai pengajar di Kelompok Bermain Inklusif Putra Mandiri. Ia memilih formasi guru Pendidikan Agama Islam karena sesuai dengan jurusannya saat kuliah di IAN Kediri.

Baca Juga :  Gula di Pasar Kediri Rp 17.500 Per Kilo, Bulog Akui di Atas HET

Sebelum ujian yang sebenarnya, panitia perlu melakukan uji coba terlebih dulu. Memastikan tidak terjadi kendala saat pelaksanaan. “Kami harus pastikan headset di komputer normal,” terang Kepala SMKN 1 Hadi Sugiharto melalui proctor Setiyono.

Hal itu membuat Karnabi harus masuk lebih awal. Dia sudah berada di ruangan pukul 13.00, satu jam sebelum ujian. “Untuk waktu pengerjaan 170 menit,” lanjut Setiyono.

Keberadaan proktor hanya mengawasi bila terjadi kendala teknis. Hingga selesai uji coba, panitia ujian memastikan semua lancar. Tidak hanya komputer Karbani tetapi juga yang digunakan peserta lainnya.(rq/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/