23.6 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

Kediri Bikin Rindu

Namanya Alshya Sekar A.W. Akrab disapa Alshya. Gadis cantik ini adalah finalis Putri Indonesia Perwakilan Jawa Timur 2018. Dan, perempuan yang masih duduk di bangku kuliah ini punya kesan khusus pada Kediri. Terutama saat kali kedua mendatanginya beberapa waktu lalu.

“Kediri begitu berkesan. Kalau sempat rasanya pingin datang lagi,” papar Alshya pada Jawa Pos Radar Kediri.

Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini mengaku terkesan dengan arsitektur bangunan Simpang Lima Gumul (SLG). “Bangunannya kokoh, indah juga. Seperti monumen Paris di tanah Jawa,” pujinya sambil tersenyum.

Ia juga terkesima dengan motif budaya yang mencerminkan kekhasan Kediri. Motif tersebut berada pada setiap sisi dinding monumen.  Karena baru kali pertamanya berkunjung ke SLG, ia berharap bisa naik hingga ke bagian atas monumen.

Baca Juga :  Hakim Tersesat bila Penyalahguna Dipenjara

“Saat itu waktunya terbatas. Jadi nggak sempat naik ke (bagian) atas monumen,” terang gadis kelahiran 1997 ini.

Ia berharap, saat berkunjung kembali ke SLG dapat memenuhi keinginannya untuk naik ke atas monument. Melihat wilayah Kediri dari atas sembari menikmati keindahan alamnya.

“Kediri bikin rindu,” ungkap gadis asal Surabaya ini.

Ya, ia mengaku tidak hanya terkesan dengan bangunan monumen SLG saja. Melainkan juga terkesan dengan sikap warga Kediri yang ramah dan murah senyum. “Saat saya ke SLG, banyak yang menyapa. Menebar senyum dan foto bersama,” ceritanya.

Tak lupa ia juga menyebutkan kekagumannya pada cita rasa tahu takwa Kediri. “Rasanya, teksturnya, dan varian olahan tahunya beda. Pingin bawa pulang,” pungkasnya seraya tersenyum.

Baca Juga :  Kisah Pemenang Undian Pelanggan Jawa Pos Radar Kediri Asal Grogol
- Advertisement -

Namanya Alshya Sekar A.W. Akrab disapa Alshya. Gadis cantik ini adalah finalis Putri Indonesia Perwakilan Jawa Timur 2018. Dan, perempuan yang masih duduk di bangku kuliah ini punya kesan khusus pada Kediri. Terutama saat kali kedua mendatanginya beberapa waktu lalu.

“Kediri begitu berkesan. Kalau sempat rasanya pingin datang lagi,” papar Alshya pada Jawa Pos Radar Kediri.

Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini mengaku terkesan dengan arsitektur bangunan Simpang Lima Gumul (SLG). “Bangunannya kokoh, indah juga. Seperti monumen Paris di tanah Jawa,” pujinya sambil tersenyum.

Ia juga terkesima dengan motif budaya yang mencerminkan kekhasan Kediri. Motif tersebut berada pada setiap sisi dinding monumen.  Karena baru kali pertamanya berkunjung ke SLG, ia berharap bisa naik hingga ke bagian atas monumen.

Baca Juga :  Sore Pohon Tumbang, Malam Banyakan Banjir

“Saat itu waktunya terbatas. Jadi nggak sempat naik ke (bagian) atas monumen,” terang gadis kelahiran 1997 ini.

Ia berharap, saat berkunjung kembali ke SLG dapat memenuhi keinginannya untuk naik ke atas monument. Melihat wilayah Kediri dari atas sembari menikmati keindahan alamnya.

“Kediri bikin rindu,” ungkap gadis asal Surabaya ini.

Ya, ia mengaku tidak hanya terkesan dengan bangunan monumen SLG saja. Melainkan juga terkesan dengan sikap warga Kediri yang ramah dan murah senyum. “Saat saya ke SLG, banyak yang menyapa. Menebar senyum dan foto bersama,” ceritanya.

Tak lupa ia juga menyebutkan kekagumannya pada cita rasa tahu takwa Kediri. “Rasanya, teksturnya, dan varian olahan tahunya beda. Pingin bawa pulang,” pungkasnya seraya tersenyum.

Baca Juga :  Satgas Covid-19 di Kabupaten Kediri Terus Gelar Razia dan Patroli

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/