27.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Kelurahan Mangundikaran Raih Juara II Lomba Pangan Aman Nasional

Usai dinobatkan sebagai juara II lomba pangan aman nasional, bukan berarti aktivitas pengecekan keamanan makanan di Kelurahan Mangundikaran, Kota Nganjuk berhenti. Para kader tetap saja blusukan ke rumah warga untuk memastikan tidak ada bahan makanan berbahaya di sana.

Membawa kotak berisi tes kit atau sejumlah peralatan untuk mengetes bahan pengawet dalam makanan, Kumiasih, 71, bersama tiga perempuan kader Sajian Paman-Ku atau satukan janji pangan aman Kelurahan Mangundikaran, masuk ke salah satu rumah warga di Kelurahan Mangundikaran.

Dari beberapa bagian rumah, mereka langsung menyasar dapurnya. Di sana, mereka mengecek beberapa bahan makanan. Mulai makanan mentah hingga makanan yang sudah selesai dimasak. Dengan terampil mereka mengambil contoh makanan untuk dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan dicampur cairan.

Baca Juga :  Alkafi, Bayi yang Meninggal karena DBD

Ada pula yang dicampur serbuk untuk mengetahui apakah makanan tersebut mengandung bahan berbahaya atau tidak. Di antaranya tes untuk melihat kandungan boraks dan formalin. “Kami sudah dibekali ilmu (mengetes makanan, Red) saat bimtek dulu,” ujar Kusmiasih, 71, ketua Kader Sajian Paman-Ku.

Aktivitas tersebut memang jadi rutinitas kader. Mereka terbiasa blusukan ke rumah warga untuk memastikan makanan mereka aman dari bahan berbahaya. Kebiasaan yang dilakukan saat penilaian lomba itu berlangsung hingga sekarang. Secara acak mereka memilih rumah warga yang dituju.

Kus bersyukur hingga saat ini semua kader masih kompak dan aktif. Selain rumah warga, kader juga biasa menyasar sekolah, posyandu, hingga jajanan sekolah.

Baca Juga :  Kota Siapkan Kawasan Heritage Budaya

Usaha kader ini pula yang membuat mereka meraih juara II Lomba Pangan Aman Nasional. Melihat semangat kadernya, Lurah Mangundikaran Azfandi Miftakhul Yaqin terlecut untuk terus melakukan inovasi. Pria yang akrab disapa Fafan ini berupaya agar kesadaran akan keamanan pangan ini bisa terus dipupuk.

Jika kebiasaan itu terus berlangsung, keamanan pangan di Kelurahan Mangundikaran tidak hanya terjadi saat lomba saja. Melainkan akan terus terpelihara. Tidak hanya pangan di rumah. Melainkan makanan jajanan sekolah dan tempat lainnya juga aman. “Kami dorong kader untuk terus aktif,” jelasnya.

- Advertisement -

Usai dinobatkan sebagai juara II lomba pangan aman nasional, bukan berarti aktivitas pengecekan keamanan makanan di Kelurahan Mangundikaran, Kota Nganjuk berhenti. Para kader tetap saja blusukan ke rumah warga untuk memastikan tidak ada bahan makanan berbahaya di sana.

Membawa kotak berisi tes kit atau sejumlah peralatan untuk mengetes bahan pengawet dalam makanan, Kumiasih, 71, bersama tiga perempuan kader Sajian Paman-Ku atau satukan janji pangan aman Kelurahan Mangundikaran, masuk ke salah satu rumah warga di Kelurahan Mangundikaran.

Dari beberapa bagian rumah, mereka langsung menyasar dapurnya. Di sana, mereka mengecek beberapa bahan makanan. Mulai makanan mentah hingga makanan yang sudah selesai dimasak. Dengan terampil mereka mengambil contoh makanan untuk dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan dicampur cairan.

Baca Juga :  Angga Santoso: Bikin Godam dan Jadi Volunteer Kuliner Kediri Raya

Ada pula yang dicampur serbuk untuk mengetahui apakah makanan tersebut mengandung bahan berbahaya atau tidak. Di antaranya tes untuk melihat kandungan boraks dan formalin. “Kami sudah dibekali ilmu (mengetes makanan, Red) saat bimtek dulu,” ujar Kusmiasih, 71, ketua Kader Sajian Paman-Ku.

Aktivitas tersebut memang jadi rutinitas kader. Mereka terbiasa blusukan ke rumah warga untuk memastikan makanan mereka aman dari bahan berbahaya. Kebiasaan yang dilakukan saat penilaian lomba itu berlangsung hingga sekarang. Secara acak mereka memilih rumah warga yang dituju.

Kus bersyukur hingga saat ini semua kader masih kompak dan aktif. Selain rumah warga, kader juga biasa menyasar sekolah, posyandu, hingga jajanan sekolah.

Baca Juga :  Curi Kambing, Maling Diamuk Massa

Usaha kader ini pula yang membuat mereka meraih juara II Lomba Pangan Aman Nasional. Melihat semangat kadernya, Lurah Mangundikaran Azfandi Miftakhul Yaqin terlecut untuk terus melakukan inovasi. Pria yang akrab disapa Fafan ini berupaya agar kesadaran akan keamanan pangan ini bisa terus dipupuk.

Jika kebiasaan itu terus berlangsung, keamanan pangan di Kelurahan Mangundikaran tidak hanya terjadi saat lomba saja. Melainkan akan terus terpelihara. Tidak hanya pangan di rumah. Melainkan makanan jajanan sekolah dan tempat lainnya juga aman. “Kami dorong kader untuk terus aktif,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/