23.9 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Joko Kuncoro Adi, Atlet Kediri yang Sumbang Emas di PON XX Papua

Kota, JP Radar Kediri, Wajah ceria terpancar pada Joko Kuncoro Adi. Pemuda 24 tahun asal Kota Kediri ini baru saja mencuri perhatian. Tampil di nomor estafet 100  meter, dia dan regu Jatim tampil bagus di ajang PON XX Papua. Puncaknya adalah keberhasilan regu ini meraih medali emas.

Keperkasaan regu Jatim ini tak tertandingi oleh kontingen lain. Termasuk oleh DKI Jakarta yang ada di peringkat dua atau tim Nusa Tenggara Barat (NTB) yang finish ketiga. Padahal di tim NTB itu ada nama Muhammad Zohri. Atlet atletik yang juga berstatus peraih medali emas kejuaraan dunia atletik junior pada 2018.

Memang, perjuangan Jatim di lintasan final tak menyertakan nama Joko Adi. Yang berlari di lintasan 4 x 100 meter itu adalah Yudi Dwi Nugroho (Banyuwangi), Mohammad Rozikin (Mojokerto), Mohammad Bisma Dewa dan Geraldo Yeskiel (Surabaya). Namun, kerja keras Joko Adi tersaji di babak-babak sebelumnya.

Kegagalannya tampil di final akibat cedera kaki. Sebenarnya, cedera kaki ini dia peroleh jauh sebelum perhelatan PON. Akibat berlatih di lapangan yang kurang standar. Meskipun demikian dia tetap menguatkan diri dan terpilih menjadi anggota kontingen Jatim.

Baca Juga :  Hubungan Dekat Taufiq dengan Javier Roca

Bagi pemuda yang berdomisili di Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, Kota Kediri ini, tantangan sudah dia hadapi jauh sebelum pelaksanaan PON Papua. Pada 2020 dia sebenarnya sudah masuk pusat pelatihan daerah (puslatda). Sayang, karena pandemi korona, para atlet dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Mereka berlatih sendiri dan hanya dipantau melalui zoom.

Para atlet terpilih itu sempat diminta masuk ke Mess KONI pada November 2020. Mereka harus melalui protokol kesehatan yang ketat. Harus menjalani tes PCR.

Dibanding dengan cabang olahraga lainnya, persiapan cabang atletik terutama nomor estafet memerlukan waktu lebih lama. Sekitar 10 bulan. “Sayangnya fasilitas olahraga saat itu banyak yang belum buka,” terangnya.

Seharusnya atletik harus berlatih menggunakan lapangan dengan lintasan sintetis atau tartan. Tapi, untuk mendapatkan izin dipersulit. Terpaksa para atlet PON tersebut berlatih di lapangan biasa. Yang tidak sesuai standar kelayakan. Banyak tanahnya yang berlubang.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polresta Grebek Dua Pengedar Sabu-Sabu di Kota Kediri

Kondisi lapangan yang seperti itu membuat kaki anak pasangan Winarto Sudrajat dan Tutik Harianti ini cedera. Kaki kanannya bengkak sangat parah. Meskipun demikian Joko tetap memaksakan untuk terus berlatih.

Latihan keras Joko dkk juga terkait lawan yang akan mereka hadapi. Salah satunya NTB yang diperkuat Zohri.

“Melihat kemampuan lawan, pada waktu agak grogi karena di tim NTB ada Zohri,” kata mahasiswa jurusan Fakultas Hukum Unair.

Meski tahu ada Zohri di kubu lawan, ia bersama dengan tim sangat optimistis. Terutama mereka sudah berlatih bersama sejak 2017. Sayangnya setelah babak pertama berhasil, cedera kakinya kambuh membuatnya tidak bisa melanjutkan pertandingan. Pada waktu itu, ia diganti oleh Geraldo yang merupakan pemain cadangan. (fud)

- Advertisement -

Kota, JP Radar Kediri, Wajah ceria terpancar pada Joko Kuncoro Adi. Pemuda 24 tahun asal Kota Kediri ini baru saja mencuri perhatian. Tampil di nomor estafet 100  meter, dia dan regu Jatim tampil bagus di ajang PON XX Papua. Puncaknya adalah keberhasilan regu ini meraih medali emas.

Keperkasaan regu Jatim ini tak tertandingi oleh kontingen lain. Termasuk oleh DKI Jakarta yang ada di peringkat dua atau tim Nusa Tenggara Barat (NTB) yang finish ketiga. Padahal di tim NTB itu ada nama Muhammad Zohri. Atlet atletik yang juga berstatus peraih medali emas kejuaraan dunia atletik junior pada 2018.

Memang, perjuangan Jatim di lintasan final tak menyertakan nama Joko Adi. Yang berlari di lintasan 4 x 100 meter itu adalah Yudi Dwi Nugroho (Banyuwangi), Mohammad Rozikin (Mojokerto), Mohammad Bisma Dewa dan Geraldo Yeskiel (Surabaya). Namun, kerja keras Joko Adi tersaji di babak-babak sebelumnya.

Kegagalannya tampil di final akibat cedera kaki. Sebenarnya, cedera kaki ini dia peroleh jauh sebelum perhelatan PON. Akibat berlatih di lapangan yang kurang standar. Meskipun demikian dia tetap menguatkan diri dan terpilih menjadi anggota kontingen Jatim.

Baca Juga :  Level 1, Mal di Kediri Tak Lagi Dibatasi

Bagi pemuda yang berdomisili di Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, Kota Kediri ini, tantangan sudah dia hadapi jauh sebelum pelaksanaan PON Papua. Pada 2020 dia sebenarnya sudah masuk pusat pelatihan daerah (puslatda). Sayang, karena pandemi korona, para atlet dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Mereka berlatih sendiri dan hanya dipantau melalui zoom.

Para atlet terpilih itu sempat diminta masuk ke Mess KONI pada November 2020. Mereka harus melalui protokol kesehatan yang ketat. Harus menjalani tes PCR.

Dibanding dengan cabang olahraga lainnya, persiapan cabang atletik terutama nomor estafet memerlukan waktu lebih lama. Sekitar 10 bulan. “Sayangnya fasilitas olahraga saat itu banyak yang belum buka,” terangnya.

Seharusnya atletik harus berlatih menggunakan lapangan dengan lintasan sintetis atau tartan. Tapi, untuk mendapatkan izin dipersulit. Terpaksa para atlet PON tersebut berlatih di lapangan biasa. Yang tidak sesuai standar kelayakan. Banyak tanahnya yang berlubang.

Baca Juga :  Terpikat Taman Agro

Kondisi lapangan yang seperti itu membuat kaki anak pasangan Winarto Sudrajat dan Tutik Harianti ini cedera. Kaki kanannya bengkak sangat parah. Meskipun demikian Joko tetap memaksakan untuk terus berlatih.

Latihan keras Joko dkk juga terkait lawan yang akan mereka hadapi. Salah satunya NTB yang diperkuat Zohri.

“Melihat kemampuan lawan, pada waktu agak grogi karena di tim NTB ada Zohri,” kata mahasiswa jurusan Fakultas Hukum Unair.

Meski tahu ada Zohri di kubu lawan, ia bersama dengan tim sangat optimistis. Terutama mereka sudah berlatih bersama sejak 2017. Sayangnya setelah babak pertama berhasil, cedera kakinya kambuh membuatnya tidak bisa melanjutkan pertandingan. Pada waktu itu, ia diganti oleh Geraldo yang merupakan pemain cadangan. (fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/