23.6 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Imlek di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri Tanpa Tari Barongsai

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Perayaan Imlek tahun ini di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, Kota Kediri bakal berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Umat Tri Dharma tidak lagi menampilkan tari barongsai. Mereka menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat selama pandemi Covid-19.

Ketua Umum Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Prajitno Sutikno mengatakan, perayaan Imlek tahun ini, Jumat (12/2), akan disesuaikan dengan kondisi pandemi. Tidak ada pertunjukan tari barongsai seperti Imlek sebelumnya. Acara ramah-tamah yang biasanya digelar sembari makan-makan juga turut ditiadakan. Jadi, kelenteng hanya terbuka untuk sembahyang. 

“Sembahyang juga untuk yang mau datang saja. Karena di masa pandemi ini dilarang untuk berkerumun,” ujarnya kemarin. 

Pria yang akrab disapa Tikno itu sudah mempersiapkan skenario untuk menghindari kerumunan. Yaitu, umat yang datang akan dibagi menjadi beberapa sesi. Mereka yang tidak enak badan diminta untuk tidak datang ke tempat ibadah. “Kita tetap mematuhi protokol kesehatan. Jarak dan waktu antar umat yang sembahyang juga dibatasi,” terangnya. 

Baca Juga :  Kasus Korupsi Jembatan Brawijaya yang Menjerat Samsul Ashar Dihentikan

Dia menambahkan, selama masa pandemi, kelenteng tidak terbuka untuk umum. Hanya untuk umat Tri Darma dan masyarakat yang melakukan sembahyang saja boleh masuk kelenteng di Jl Yos Sudarso itu. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19. “Jadi kalau sekadar berkunjung, lebih baik jangan dulu,” terangnya. 

- Advertisement -

Adapun acara persembahyangan inti tetap diselenggarakan. Di antaranya sembahyang menyambut Kiem Sien turun ke bumi, sembahyang kepada Tuhan Yang Masa Esa (King Thi Kong), dan sembahyang Tjap Go Meh sebagai penutup. “Yang ditiadakan hanya acara hiburannya. Sembahyang tetap ada,” imbuhnya. 

Meskipun merayakan imlek tanpa kemeriahan, Tikno berharap, para umat Tionghoa tetap bersyukur. “Harapannya meskipun tanpa kemeriahan, tetapi imlek tetap disambut dan disyukuri. Hal ini yang lebih penting di masa pandemi saat ini,” tegasnya. (c3/baz)

Baca Juga :  Polisi Hentikan Kasus Tewasnya Janda Jabon di Banyakan

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Perayaan Imlek tahun ini di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, Kota Kediri bakal berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Umat Tri Dharma tidak lagi menampilkan tari barongsai. Mereka menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat selama pandemi Covid-19.

Ketua Umum Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Prajitno Sutikno mengatakan, perayaan Imlek tahun ini, Jumat (12/2), akan disesuaikan dengan kondisi pandemi. Tidak ada pertunjukan tari barongsai seperti Imlek sebelumnya. Acara ramah-tamah yang biasanya digelar sembari makan-makan juga turut ditiadakan. Jadi, kelenteng hanya terbuka untuk sembahyang. 

“Sembahyang juga untuk yang mau datang saja. Karena di masa pandemi ini dilarang untuk berkerumun,” ujarnya kemarin. 

Pria yang akrab disapa Tikno itu sudah mempersiapkan skenario untuk menghindari kerumunan. Yaitu, umat yang datang akan dibagi menjadi beberapa sesi. Mereka yang tidak enak badan diminta untuk tidak datang ke tempat ibadah. “Kita tetap mematuhi protokol kesehatan. Jarak dan waktu antar umat yang sembahyang juga dibatasi,” terangnya. 

Baca Juga :  Pengelola Kebun Raya Bogor pun Minta Bibit Mojolegi

Dia menambahkan, selama masa pandemi, kelenteng tidak terbuka untuk umum. Hanya untuk umat Tri Darma dan masyarakat yang melakukan sembahyang saja boleh masuk kelenteng di Jl Yos Sudarso itu. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19. “Jadi kalau sekadar berkunjung, lebih baik jangan dulu,” terangnya. 

Adapun acara persembahyangan inti tetap diselenggarakan. Di antaranya sembahyang menyambut Kiem Sien turun ke bumi, sembahyang kepada Tuhan Yang Masa Esa (King Thi Kong), dan sembahyang Tjap Go Meh sebagai penutup. “Yang ditiadakan hanya acara hiburannya. Sembahyang tetap ada,” imbuhnya. 

Meskipun merayakan imlek tanpa kemeriahan, Tikno berharap, para umat Tionghoa tetap bersyukur. “Harapannya meskipun tanpa kemeriahan, tetapi imlek tetap disambut dan disyukuri. Hal ini yang lebih penting di masa pandemi saat ini,” tegasnya. (c3/baz)

Baca Juga :  PPKM Level 2, Pembelajaran di Kota Kediri Tetap 100 Persen

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/