31.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Menjaga Agar Flora dan Fauna Tak Punah

Libatkan Warga, Jangan Jadikan Penonton

Yang terpenting dalam menjaga lingkungan adalah mencegah kerusakan lebih jauh. Muaranya adalah rehabilitasi hutan itu sendiri.

Ketua pembina Pro Fauna Indonesia Rosek Nursahid mengatakan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian hutan. Dan itu tidak terbatas kepada cagar alam saja. Juga untuk hutan lindung dan konservasi.

“Ada tiga, yakni melibatkan masyarakat lokal, penanganan perburuan satwa dalam kawasan hutan, dan rehabilitasi hutan yang sudah alih fungsi,” ujarnya.

Poin melibatkan masyarakat lokal untuk menjaga dan mengelola hutan harus dilakukan secara menyeluruh. Ia tak memungkiri apabila pengelolaan yang sembarangan malah akan mengancam hutan. Makanya, adanya keterlibatan BKSDA, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (K-LHK) juga diperlukan.

“Mulai pendampingan, penjagaan, dan juga pengelolaan lebih baik dengan masyarakat sekitar hutan. Istilahnya lebih dekatlah dengan hutan itu sendiri. Jangan masyarakat sekitar dilibatkan sebagai penonton saja. Perlu pendampingan,” ujar Rosek.

Baca Juga :  Mantan PMI ini Nyaman Jadi Peternak Sapi

Pengelolaan yang dimaksud sangat luas. Mulai dari perawatan, lalu penjagaan, hingga memanfaatkan penanaman tumbuhan di dalam hutan yang bisa bermanfaat sebagai warga sekitar. Namun tidak semerta-merta mengganti jenis hutan demi masyarakat sendiri juga.

Selain pengelolaan hutan di bidang penjagaan tumbuhan, Rosek mengatakan bahwa perlindungan satwa juga penting. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur itu menambahkan bahwa hubungan hutan dengan satwa saling ketergantungan. Apabila ada satu yang rusak maka akan berhubungan dengan kerusakan lainnya. “Bahkan hubungan dengan manusia itu sendiri, juga saling bergantungan,” imbuh lelaki berambut lurus itu.

Seperti yang pernah ia temukan ada sejumlah pemburu di lereng Kelud. Di sekitar Cagar Alam Besowo. Banyak jaring hingga perangkap yang digunakan oleh para pemburu satwa yang dia temukan. “Pernah sekali saat patroli menemukan beberapa orang yang membawa senapan dan jaring. Saat didatangi, kabur. Ini yang perlu ditindak tegas juga,” pinta Rosek.

Baca Juga :  Ratusan Pemudik Tiba di Terminal Tamanan

Ia mengatakan, apabila satwa dari sebuah ekosistem hutan habis, berpengaruh dengan satwa dan hutan lainnya. Rantai makanan terputus hingga mengalami kerusakan. Jika hutan rusak, kualitas dan kuantitas hutan itu sendiri pasti juga rusak. Apalagi jika kerusakan tersebut berakibat ke alih fungsi secara hukum. Bukan dibuat ke alih fungsi pertanian di hutan.  Hal tersebut yang tidak diinginkan para penggiat lingkungan itu.

Ia berharap, ada langkah tegas dan sinergi antara pemkab dan masyarakat. Untuk bersama-sama melindungi hutan. Ketika masyarakat lokal di desa penyangga diberdayakan, itulah yang dianggap sebagai benteng terkuat untuk melindungi hutan dan satwanya.

“Semuanya pasti bergantung dengan alam. Maka menjaga alam adalah satu-satunya yang bisa ketergantungan itu terjaga,” pungkasnya.






Reporter: Iqbal Syahroni
- Advertisement -

Yang terpenting dalam menjaga lingkungan adalah mencegah kerusakan lebih jauh. Muaranya adalah rehabilitasi hutan itu sendiri.

Ketua pembina Pro Fauna Indonesia Rosek Nursahid mengatakan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian hutan. Dan itu tidak terbatas kepada cagar alam saja. Juga untuk hutan lindung dan konservasi.

“Ada tiga, yakni melibatkan masyarakat lokal, penanganan perburuan satwa dalam kawasan hutan, dan rehabilitasi hutan yang sudah alih fungsi,” ujarnya.

Poin melibatkan masyarakat lokal untuk menjaga dan mengelola hutan harus dilakukan secara menyeluruh. Ia tak memungkiri apabila pengelolaan yang sembarangan malah akan mengancam hutan. Makanya, adanya keterlibatan BKSDA, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (K-LHK) juga diperlukan.

“Mulai pendampingan, penjagaan, dan juga pengelolaan lebih baik dengan masyarakat sekitar hutan. Istilahnya lebih dekatlah dengan hutan itu sendiri. Jangan masyarakat sekitar dilibatkan sebagai penonton saja. Perlu pendampingan,” ujar Rosek.

Baca Juga :  Mazendra Chornelius Saputra, Taekwondoin Cilik Berprestasi dari Kediri

Pengelolaan yang dimaksud sangat luas. Mulai dari perawatan, lalu penjagaan, hingga memanfaatkan penanaman tumbuhan di dalam hutan yang bisa bermanfaat sebagai warga sekitar. Namun tidak semerta-merta mengganti jenis hutan demi masyarakat sendiri juga.

Selain pengelolaan hutan di bidang penjagaan tumbuhan, Rosek mengatakan bahwa perlindungan satwa juga penting. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur itu menambahkan bahwa hubungan hutan dengan satwa saling ketergantungan. Apabila ada satu yang rusak maka akan berhubungan dengan kerusakan lainnya. “Bahkan hubungan dengan manusia itu sendiri, juga saling bergantungan,” imbuh lelaki berambut lurus itu.

Seperti yang pernah ia temukan ada sejumlah pemburu di lereng Kelud. Di sekitar Cagar Alam Besowo. Banyak jaring hingga perangkap yang digunakan oleh para pemburu satwa yang dia temukan. “Pernah sekali saat patroli menemukan beberapa orang yang membawa senapan dan jaring. Saat didatangi, kabur. Ini yang perlu ditindak tegas juga,” pinta Rosek.

Baca Juga :  Pemkot Kediri Kontrak P3K Non Guru Selama Lima Tahun

Ia mengatakan, apabila satwa dari sebuah ekosistem hutan habis, berpengaruh dengan satwa dan hutan lainnya. Rantai makanan terputus hingga mengalami kerusakan. Jika hutan rusak, kualitas dan kuantitas hutan itu sendiri pasti juga rusak. Apalagi jika kerusakan tersebut berakibat ke alih fungsi secara hukum. Bukan dibuat ke alih fungsi pertanian di hutan.  Hal tersebut yang tidak diinginkan para penggiat lingkungan itu.

Ia berharap, ada langkah tegas dan sinergi antara pemkab dan masyarakat. Untuk bersama-sama melindungi hutan. Ketika masyarakat lokal di desa penyangga diberdayakan, itulah yang dianggap sebagai benteng terkuat untuk melindungi hutan dan satwanya.

“Semuanya pasti bergantung dengan alam. Maka menjaga alam adalah satu-satunya yang bisa ketergantungan itu terjaga,” pungkasnya.






Reporter: Iqbal Syahroni

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/