25.3 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Jadi Guru Honorer Abadi di SMK   

Afandi tidak hanya sebagai penjual pentol keliling. Namun, dia juga seorang guru. Namun, statusnya bukan guru pegawai negeri sipil (PNS). Dia hanya sebagai guru honorer. Masa kerjanya adalah 42 tahun!. “Saya jadi guru honorer sejak tahun 1980,” ujar Afandi.

Bapak dua anak ini mengajar beberapa mata pelajaran. Mulai dari guru bimbingan dan konseling (BK), sejarah hingga pendidikan kewarganegaraan. Dia mengajar di

SMK Al-Asyariyah Prambon. “Jika pagi mengajar. Setelah pulang mengajar saya jualan pentol dan es lilin,” ujarnya.

Di usianya yang sudah di atas 60 tahun, Afandi sudah tidak berharap lagi menjadi PNS. Karena batas usia guru PNS adalah 60 tahun. Usia 60 tahun adalah usia pensiun.

Baca Juga :  Petani Kota Kediri Kesulitan Dapat Pupuk

Beruntung, meski saat ini usia Afandi sudah 62 tahun tetapi dia tetap diizinkan mengajar. Karena pihak sekolah masih membutuhkan tenaganya untuk mengajar. “Saya diperpanjang mengajarnya,” ujarnya.

Meski sebagai guru tetapi Afandi tidak malu jualan pentol keliling. Dia juga tidak gengsi harus berjualan mulai dari Prambon hingga Warujayeng. Karena baginya, apapun pekerjaannya jika halal maka tidak boleh malu.

Sementara itu, Sono Agung, 57, guru akuntansi di SMK Al-Asyariyah Prambon mengaku ikut bahagia Afandi akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Karena Afandi menjadi teladan bagi teman-temannya di sekolah dan murid-muridnya. “Perjuangan Beliau (Afandi, Red) dan dedikasinya itu patut kita contoh,” ujarnya.

Baca Juga :  Dirikan Rumah Pemberdayaan hingga Pojok Laktasi

Agung berharap, Afandi bisa menjalankan ibadah haji dengan khusyuk dan lancar. Dia juga tetap sehat dan kuat selama di Tanah Suci. “Semoga menjadi haji yang mabrur,” harapnya.






Reporter: Andhika Attar Anindita
- Advertisement -

Afandi tidak hanya sebagai penjual pentol keliling. Namun, dia juga seorang guru. Namun, statusnya bukan guru pegawai negeri sipil (PNS). Dia hanya sebagai guru honorer. Masa kerjanya adalah 42 tahun!. “Saya jadi guru honorer sejak tahun 1980,” ujar Afandi.

Bapak dua anak ini mengajar beberapa mata pelajaran. Mulai dari guru bimbingan dan konseling (BK), sejarah hingga pendidikan kewarganegaraan. Dia mengajar di

SMK Al-Asyariyah Prambon. “Jika pagi mengajar. Setelah pulang mengajar saya jualan pentol dan es lilin,” ujarnya.

Di usianya yang sudah di atas 60 tahun, Afandi sudah tidak berharap lagi menjadi PNS. Karena batas usia guru PNS adalah 60 tahun. Usia 60 tahun adalah usia pensiun.

Baca Juga :  Gugat Cerai karena Boscu Honorer

Beruntung, meski saat ini usia Afandi sudah 62 tahun tetapi dia tetap diizinkan mengajar. Karena pihak sekolah masih membutuhkan tenaganya untuk mengajar. “Saya diperpanjang mengajarnya,” ujarnya.

Meski sebagai guru tetapi Afandi tidak malu jualan pentol keliling. Dia juga tidak gengsi harus berjualan mulai dari Prambon hingga Warujayeng. Karena baginya, apapun pekerjaannya jika halal maka tidak boleh malu.

Sementara itu, Sono Agung, 57, guru akuntansi di SMK Al-Asyariyah Prambon mengaku ikut bahagia Afandi akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Karena Afandi menjadi teladan bagi teman-temannya di sekolah dan murid-muridnya. “Perjuangan Beliau (Afandi, Red) dan dedikasinya itu patut kita contoh,” ujarnya.

Baca Juga :  Awalnya Tak Diunggulkan

Agung berharap, Afandi bisa menjalankan ibadah haji dengan khusyuk dan lancar. Dia juga tetap sehat dan kuat selama di Tanah Suci. “Semoga menjadi haji yang mabrur,” harapnya.






Reporter: Andhika Attar Anindita

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/