23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Desa-Desa Pemenang dalam Anugerah Desa 2018 (10)

Semangat Pemerintah Desa (Pemdes) Janti, Kecamatan Wates membangun perpustakaan dan meningkatkan minat baca berbuah prestasi. Pemkab Kediri mengganjarnya dengan predikat peraih Inovasi Terbaik Bidang Literasi Masyarakat.

 

IQBAL SYAHRONI

 

Siang itu, suasana sayup dan angin berembus sepoi begitu terasa di balai Desa Janti. Meski cuaca sedang mendukung untuk beristirahat, namun para perangkat desa masih siaga dan siap melayani. Tak terkecuali di Perpustakaan Desa (Perpusdes) Sekar yang berada di kompleks balai desa itu.

Bangunan tersebut terletak di lorong yang bersebelahan dengan ruang Pondok Bersalin Desa (Polindes) dan kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kecil, namun terisi penuh dengan buku bacaan. Mulai buku tema sosial, agama, pengetahuan umum, sejarah, budaya, hingga novel ada di sana.

“Untuk saat ini jumlah buku mencapai 1.500 dengan koleksi judul sebanyak 816,” ujar Kepala Perpustakaan Sekar Desa Janti Liling Rahmawati.

Dari 816 judul buku tersebut, semuanya tersusun rapi di rak perpustakaan. Susunan sudah diurutkan berdasarkan kategori buku. Hal tersebut agar memudahkan para pengunjung perpusdes untuk menjangkau bukuyang sesuai.

Perpusdes Sekar dibentuk berawal dari keresahan pemdes karena melihat seiring perkembangan zaman, semakin banyak anak Desa Janti yang mulai meninggalkan bacaan buku. Mereka beralih ke smartphone.

Baca Juga :  Desa-Desa Pemenang dalam Anugerah Desa 2018 (4)

Maka dari itu, Pemdes Janti mengajukan proposal ke pemerintah provinsi (pemprov) untuk mendapatkan hibah buku bacaan. Ini jadi pembuatan awal perpusdes. “Sekitar tahun 2014 pengajuan. Pada 2016 hibah buku bacaan diterima pemdes,” ungkap Liling.

Sedikit demi sedikit, koleksi buku di Perpusdes Sekar bertambah, upaya pemdes untuk menambah judul buku dengan belanja juga diapresiasi warga. Sebagian warga pun ikut menyumbangkan buku. Ini membuat perpusdes semakin lancar pengoperasiannya. Bahkan, pemdes membuat perpustakaan online yang berada di website desa mereka. Sehingga makin memudahkan warga mencari buku apa saja di perpus. “Namun pemdes hanya menuliskan sinopsisnya saja, jika ingin membaca tetap harus ke Perpusdes Sekar,” imbuh Liling.

Hal ini agar menarik minat baca warga desa. Saat ini perpusdes masih difokuskan untuk menarik minat baca anak-anak. Mulai dari usia 0-6 tahun. “Kebanyakan memang termasuk usia PAUD (pendidikan anak usia dini) hingga TK (taman kanak-kanak),” urainya.

Dengan misi mengenalkan buku sejak dini, Perpusdes Sekar menggandeng Taman Posyandu (Tapos) Janti mengadakan kegiatan gemar membaca. Sasarannya adalah anak-anak. “Kegiatannya rutin, setiap Sabtu,” papar Liling.

Baca Juga :  Dokter Suwantoro Meninggal Dunia Tertabrak Truk di Sukomoro

Mengenalkan literasi pada anak sedari dini penting agarpengetahuan anak bertambah. Mulai dari pengenalan buku bergambar, buku cerita, hingga Sejarah Nusantara. “Tujuannya agar anak terbiasa dan tumbuh dengan buku di tangan mereka,” tuturnya.

Agar lebih menarik perhatian anak, Perpusdes Sekar memberikan hadiah bagi mereka yang sering mengunjungi perpus dan mengembalikan buku tepat waktu. Syarat meminjamnya harus bergabung menjadi Kawan Perpus.

Kepala Desa (Kades) Janti Padil mengutarakan, Perpusdes Sekar diterima baik oleh warganya. Khususnya anak-anak. Apalagi berada di sekitar lingkungan sekolah. Anak-anak antusias ketika beristirahat langsung menuju Perpusdes Sekar.

Nantinya, Padil ingin membuat ruang Perpusdes Sekar lebih besar. Sehingga minat anak membaca buku di sana pun meningkat. Selain itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak terganggu.

Dengan Perpusdes Sekar di desa, kebutuhan pengetahuan dan informasi semua lapisan masyarakat terpenuhi. Hal ini mampu meningkatkan minat baca masyarakat secara perlahan yang diharapkan juga berdampak pada penguatan ekonomi warga. “Karena dengan membaca buku, manfaat pasti ada,” terang Padil.

 

- Advertisement -

Semangat Pemerintah Desa (Pemdes) Janti, Kecamatan Wates membangun perpustakaan dan meningkatkan minat baca berbuah prestasi. Pemkab Kediri mengganjarnya dengan predikat peraih Inovasi Terbaik Bidang Literasi Masyarakat.

 

IQBAL SYAHRONI

 

Siang itu, suasana sayup dan angin berembus sepoi begitu terasa di balai Desa Janti. Meski cuaca sedang mendukung untuk beristirahat, namun para perangkat desa masih siaga dan siap melayani. Tak terkecuali di Perpustakaan Desa (Perpusdes) Sekar yang berada di kompleks balai desa itu.

Bangunan tersebut terletak di lorong yang bersebelahan dengan ruang Pondok Bersalin Desa (Polindes) dan kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kecil, namun terisi penuh dengan buku bacaan. Mulai buku tema sosial, agama, pengetahuan umum, sejarah, budaya, hingga novel ada di sana.

“Untuk saat ini jumlah buku mencapai 1.500 dengan koleksi judul sebanyak 816,” ujar Kepala Perpustakaan Sekar Desa Janti Liling Rahmawati.

Dari 816 judul buku tersebut, semuanya tersusun rapi di rak perpustakaan. Susunan sudah diurutkan berdasarkan kategori buku. Hal tersebut agar memudahkan para pengunjung perpusdes untuk menjangkau bukuyang sesuai.

Perpusdes Sekar dibentuk berawal dari keresahan pemdes karena melihat seiring perkembangan zaman, semakin banyak anak Desa Janti yang mulai meninggalkan bacaan buku. Mereka beralih ke smartphone.

Baca Juga :  Merasakan Nyantri Bersama Lansia di Pondok Kencong (4)

Maka dari itu, Pemdes Janti mengajukan proposal ke pemerintah provinsi (pemprov) untuk mendapatkan hibah buku bacaan. Ini jadi pembuatan awal perpusdes. “Sekitar tahun 2014 pengajuan. Pada 2016 hibah buku bacaan diterima pemdes,” ungkap Liling.

Sedikit demi sedikit, koleksi buku di Perpusdes Sekar bertambah, upaya pemdes untuk menambah judul buku dengan belanja juga diapresiasi warga. Sebagian warga pun ikut menyumbangkan buku. Ini membuat perpusdes semakin lancar pengoperasiannya. Bahkan, pemdes membuat perpustakaan online yang berada di website desa mereka. Sehingga makin memudahkan warga mencari buku apa saja di perpus. “Namun pemdes hanya menuliskan sinopsisnya saja, jika ingin membaca tetap harus ke Perpusdes Sekar,” imbuh Liling.

Hal ini agar menarik minat baca warga desa. Saat ini perpusdes masih difokuskan untuk menarik minat baca anak-anak. Mulai dari usia 0-6 tahun. “Kebanyakan memang termasuk usia PAUD (pendidikan anak usia dini) hingga TK (taman kanak-kanak),” urainya.

Dengan misi mengenalkan buku sejak dini, Perpusdes Sekar menggandeng Taman Posyandu (Tapos) Janti mengadakan kegiatan gemar membaca. Sasarannya adalah anak-anak. “Kegiatannya rutin, setiap Sabtu,” papar Liling.

Baca Juga :  Dokter Suwantoro Meninggal Dunia Tertabrak Truk di Sukomoro

Mengenalkan literasi pada anak sedari dini penting agarpengetahuan anak bertambah. Mulai dari pengenalan buku bergambar, buku cerita, hingga Sejarah Nusantara. “Tujuannya agar anak terbiasa dan tumbuh dengan buku di tangan mereka,” tuturnya.

Agar lebih menarik perhatian anak, Perpusdes Sekar memberikan hadiah bagi mereka yang sering mengunjungi perpus dan mengembalikan buku tepat waktu. Syarat meminjamnya harus bergabung menjadi Kawan Perpus.

Kepala Desa (Kades) Janti Padil mengutarakan, Perpusdes Sekar diterima baik oleh warganya. Khususnya anak-anak. Apalagi berada di sekitar lingkungan sekolah. Anak-anak antusias ketika beristirahat langsung menuju Perpusdes Sekar.

Nantinya, Padil ingin membuat ruang Perpusdes Sekar lebih besar. Sehingga minat anak membaca buku di sana pun meningkat. Selain itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak terganggu.

Dengan Perpusdes Sekar di desa, kebutuhan pengetahuan dan informasi semua lapisan masyarakat terpenuhi. Hal ini mampu meningkatkan minat baca masyarakat secara perlahan yang diharapkan juga berdampak pada penguatan ekonomi warga. “Karena dengan membaca buku, manfaat pasti ada,” terang Padil.

 

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/