27 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Fourth of July, Agustusan ala Warga Amerika

Kegiatan Agustusan di Tanah Air sudah mulai menghangat. Di Amerika, warganya punya cara sendiri dalam menyambut kemerdekaan negaranya yang biasa dikenal sebagai 4th of July.

 

MOH. SYIFA, Ohio, AS

 

Perayaan kemerdekaan Amerika Serikat lebih populer disebut dengan Fourth of July. Ini karena hari kemerdekaan AS tepat jatuh setiap tanggal 4 Juli. Tahun ini adalah kedua kalinya saya mengikuti peringatan Fourth of July.

Seperti di Tanah Air, beberapa minggu sebelumnya, suasana peringatan hari kemerdekaan sudah mulai terasa. Ini tampak di beberapa supermarket yang memajang hiasan bernuansa red, white, and blue. Tiga warna yang ada pada bendera Amerika. Selain itu, ada pula beberapa pernak-pernik seperti topi, kaus, hingga handuk yang dijual dengan corak bendera Negeri Paman Sam.

Sayangnya, dalam perayaan kemerdekaan Amerika Serikat, tidak ada lomba-lomba tradisional seperti yang ada di Indonesia. Kendati demikian, masyarakat cukup antusias untuk berkumpul bersama keluarga atau teman di taman-taman kota. Kegiatan utamanya adalah piknik dan menunggu pesta kembang api.

Ya, pesta kembang api memang menjadi tradisi khas perayaan Fourth of July yang bisa ditemukan di seluruh kota yang ada di Amerika Serikat. Tahun ini, di kota Athens, Ohio ada dua kali pesta kembang api yang digelar, yakni pada 3 dan 4 Juli. Saya pun berkesempatan untuk melihat keduanya.

Di hari pertama, saya dan beberapa warga Indonesia di Athens, Ohio memilih untuk menggelar piknik di taman kota sambil menunggu pesta kembang api. Kami menyiapkan makan malam ala Fourth of July, yakni berupa jagung rebus dan hotdog. “Hotdog sudah menjadi menu khas (Fourth of July) setiap tahun. Jadi, kita kali ini juga mengikuti tradisi mereka,” ujar Yojo Surjana, 55, warga Indonesia yang sudah menetap di Amerika selama lebih dari 20 tahun.

Baca Juga :  Libatkan Anak Muda agar Budayawan Konsentrasi ke Riset

Pesta kembang api dimulai pada pukul 22.00. Kami bersiap-siap berangkat ke taman sekitar pukul 21.00. Sambil duduk-duduk di taman, kami menikmati santap malam sebagaimana banyak warga Amerika di sana. Beberapa di antara mereka juga melakukan kegiatan barbecue.

Tepat pukul 22.00, pesta kembang api dimulai. Uniknya, kembang api diluncurkan ke angkasa mengikuti irama musik yang diputar. Mulai dari lagu kebangsaan Amerika, lagu-lagu perjuangan, hingga lagu dari Katy Perry yang berjudul Fireworks. Pesta kembang api berlangsung sekitar 45 menit.

Ada hal unik lainnya yang saya amati dari warga setempat yang sedang berpiknik hari itu. Anak-anak kecil tampak bermain mercon banting, persis yang dilakukan oleh anak-anak di Indonesia saat menjelang Lebaran. Selain itu, ada pula kembang api dengan ukuran kecil yang juga banyak dimainkan oleh anak-anak. Usut punya usut, mercon banting dan kembang api itu memang sama dengan yang ada di Indonesia.

Saya sempat menemui salah satu pedagang kembang api ‘kaki lima’ di taman kota tersebut. Dia mengatakan bahwa semua kembang api dan petasan yang dijual memang produksi dari Tiongkok. “Ada beberapa dari Amerika, tapi sebagian besar memang produksi dari China,” kata Stephen, salah satu penjual kembang api eceran.

Baca Juga :  Menikmati Keindahan Alam dengan River Tubing

Stephen menyebut bahwa kembang api sudah menjadi ciri khas perayaan hari kemerdekaan Amerika. Karena itu pula setiap tahunnya banyak supermarket yang menjual kembang api serta petasan. Mayoritas pembelinya adalah anak-anak.

Hari kedua, yakni tepat tanggal 4 Juli, kembali digelar pesta kembang api yang lebih besar. Jika pesta kembang api sebelumnya digelar di pusat kota Athens, kali ini lokasinya berada sekitar 20 menit berkendara dari Athens. Tepatnya di kawasan Hocking College. Acara malam itu dinamai ‘Thunder in the Valley’. Ini karena letaknya yang berada di kawasan lembah, di antara bukit-bukit Hocking.

Kawasan Hocking College merupakan salah satu wilayah bersejarah karena terdapat jalur kereta tua yang dulunya digunakan untuk mengangkut batu bara. Karena itu pula, pada kesempatan itu kereta tua –mirip kereta kuno di Ambarawa—kembali dioperasikan. Untuk bisa menaikinya, pengunjung dikenakan biaya USD 17.

Bagi warga Amerika, momentum Fourth of July adalah salah satu kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga dan teman. Sebab, itu adalah hari libur nasional. Saatnya untuk bikin acara bareng-bareng. Atau, memborong barang di supermarket. “Karena banyak diskon,” kata Christine, 25, warga Amerika. Sejak kecil, ia juga tak pernah melewatkan pesta kembang api yang sudah menjadi tradisi Agustusan, eh Fourth of July, di negaranya.

 

- Advertisement -

Kegiatan Agustusan di Tanah Air sudah mulai menghangat. Di Amerika, warganya punya cara sendiri dalam menyambut kemerdekaan negaranya yang biasa dikenal sebagai 4th of July.

 

MOH. SYIFA, Ohio, AS

 

Perayaan kemerdekaan Amerika Serikat lebih populer disebut dengan Fourth of July. Ini karena hari kemerdekaan AS tepat jatuh setiap tanggal 4 Juli. Tahun ini adalah kedua kalinya saya mengikuti peringatan Fourth of July.

Seperti di Tanah Air, beberapa minggu sebelumnya, suasana peringatan hari kemerdekaan sudah mulai terasa. Ini tampak di beberapa supermarket yang memajang hiasan bernuansa red, white, and blue. Tiga warna yang ada pada bendera Amerika. Selain itu, ada pula beberapa pernak-pernik seperti topi, kaus, hingga handuk yang dijual dengan corak bendera Negeri Paman Sam.

Sayangnya, dalam perayaan kemerdekaan Amerika Serikat, tidak ada lomba-lomba tradisional seperti yang ada di Indonesia. Kendati demikian, masyarakat cukup antusias untuk berkumpul bersama keluarga atau teman di taman-taman kota. Kegiatan utamanya adalah piknik dan menunggu pesta kembang api.

Ya, pesta kembang api memang menjadi tradisi khas perayaan Fourth of July yang bisa ditemukan di seluruh kota yang ada di Amerika Serikat. Tahun ini, di kota Athens, Ohio ada dua kali pesta kembang api yang digelar, yakni pada 3 dan 4 Juli. Saya pun berkesempatan untuk melihat keduanya.

Di hari pertama, saya dan beberapa warga Indonesia di Athens, Ohio memilih untuk menggelar piknik di taman kota sambil menunggu pesta kembang api. Kami menyiapkan makan malam ala Fourth of July, yakni berupa jagung rebus dan hotdog. “Hotdog sudah menjadi menu khas (Fourth of July) setiap tahun. Jadi, kita kali ini juga mengikuti tradisi mereka,” ujar Yojo Surjana, 55, warga Indonesia yang sudah menetap di Amerika selama lebih dari 20 tahun.

Baca Juga :  Katirah, Lansia Sebatang Kara asal Berbek

Pesta kembang api dimulai pada pukul 22.00. Kami bersiap-siap berangkat ke taman sekitar pukul 21.00. Sambil duduk-duduk di taman, kami menikmati santap malam sebagaimana banyak warga Amerika di sana. Beberapa di antara mereka juga melakukan kegiatan barbecue.

Tepat pukul 22.00, pesta kembang api dimulai. Uniknya, kembang api diluncurkan ke angkasa mengikuti irama musik yang diputar. Mulai dari lagu kebangsaan Amerika, lagu-lagu perjuangan, hingga lagu dari Katy Perry yang berjudul Fireworks. Pesta kembang api berlangsung sekitar 45 menit.

Ada hal unik lainnya yang saya amati dari warga setempat yang sedang berpiknik hari itu. Anak-anak kecil tampak bermain mercon banting, persis yang dilakukan oleh anak-anak di Indonesia saat menjelang Lebaran. Selain itu, ada pula kembang api dengan ukuran kecil yang juga banyak dimainkan oleh anak-anak. Usut punya usut, mercon banting dan kembang api itu memang sama dengan yang ada di Indonesia.

Saya sempat menemui salah satu pedagang kembang api ‘kaki lima’ di taman kota tersebut. Dia mengatakan bahwa semua kembang api dan petasan yang dijual memang produksi dari Tiongkok. “Ada beberapa dari Amerika, tapi sebagian besar memang produksi dari China,” kata Stephen, salah satu penjual kembang api eceran.

Baca Juga :  Tenaga Kesehatan RS Kabupaten Kediri, Garda Depan Hadapi Covid-19

Stephen menyebut bahwa kembang api sudah menjadi ciri khas perayaan hari kemerdekaan Amerika. Karena itu pula setiap tahunnya banyak supermarket yang menjual kembang api serta petasan. Mayoritas pembelinya adalah anak-anak.

Hari kedua, yakni tepat tanggal 4 Juli, kembali digelar pesta kembang api yang lebih besar. Jika pesta kembang api sebelumnya digelar di pusat kota Athens, kali ini lokasinya berada sekitar 20 menit berkendara dari Athens. Tepatnya di kawasan Hocking College. Acara malam itu dinamai ‘Thunder in the Valley’. Ini karena letaknya yang berada di kawasan lembah, di antara bukit-bukit Hocking.

Kawasan Hocking College merupakan salah satu wilayah bersejarah karena terdapat jalur kereta tua yang dulunya digunakan untuk mengangkut batu bara. Karena itu pula, pada kesempatan itu kereta tua –mirip kereta kuno di Ambarawa—kembali dioperasikan. Untuk bisa menaikinya, pengunjung dikenakan biaya USD 17.

Bagi warga Amerika, momentum Fourth of July adalah salah satu kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga dan teman. Sebab, itu adalah hari libur nasional. Saatnya untuk bikin acara bareng-bareng. Atau, memborong barang di supermarket. “Karena banyak diskon,” kata Christine, 25, warga Amerika. Sejak kecil, ia juga tak pernah melewatkan pesta kembang api yang sudah menjadi tradisi Agustusan, eh Fourth of July, di negaranya.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/