24.4 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Dilema Keberadaan Pohon Tua yang Menggerogoti Candilor

Candilor yang jadi simbol kemenangan Pu Sindok melawan pasukan Melayu dalam kondisi kritis. Bangunan bersejarah yang dicengkeram pohon kepuh selama ratusan tahun itu bisa ambruk setiap saat.

Pohon kepuh yang terletak di sebelah selatan Candilor sepintas terlihat memayungi situs peninggalan kerajaan Mataram itu. Kondisi berbeda akan terlihat jika dilihat dari belakang. Akar pohon berusia ratusan tahun itu mencengkeram hampir separo bangunan candi yang memang sudah tidak terlihat lagi bentuknya itu. “Pohon itu mulai tumbuh jauh sebelum tahun 1887. Pertumbuhan pesatnya mulai 1950,” ujar Kasi Sejarah, kebudayaan, dan Kepurbakalaan Disparporabud Nganjuk Amin Fuadi.

Keberadaan pohon kepuh tua di Candilor itu diakui Amin menjadi dilema. Disparporabud tidak bisa mengambil langkah lanjutan meski mengetahui semakin lama semakin luas bagian candi yang tercengkeram akar pohon kepuh.

Baca Juga :  Menelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk (4)

Disparporabud, jelas Amin, tidak bisa mengambil opsi menebang pohon. Sebab, getaran saat penebangan akan langsung merusak struktur candi. “Pohon juga tidak bisa dimatikan. Nanti ambruk juga bisa menimpa candi,” lanjutnya serbasalah.

Almarhum Bupati Sutrisno menurut Amin pernah berencana melakukan restorasi pada 1995 lalu. Tetapi, melihat kondisi candi saat itu dinilai tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Lalu, apa yang bisa dilakukan agar bangunan setinggi sembilan meter itu bisa lestari? salah satu opsi yang bisa diambil menurut Amin adalah dengan dilakukan konsolidasi alias penguatan saja. “(Konsolidasi, Red) terutama untuk sisi utara yang mulai rusak,” terangnya.

Selebihnya, Amin mengaku akan meminta bantuan dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan dan Balai Arkeologi (Balar) Jogjakarta untuk pelaksanaan konsolidasi tersebut. Langkah penyelamatan selanjutnya menurut Amin tergantung kemauan pemkab untuk mempertahankan bangunan bersejarah itu.

Baca Juga :  Ibnu Terancam 20 Tahun Penjara

 

Opsi Penyelamatan Candilor:

-Melakukan konsolidasi atau memperkuat struktur yang mulai rapuh dan rusak

-Melakukan rekonstruksi untuk mengetahui perkiraan bentuk asli Candilor

-Langkah mendesak yang harus diambil adalah melakukan rekonstruksi digital

-Berkoordinasi dengan BPCB Trowulan, Balar Jogjakarta dan Pusarkenas terkait nasib Candilor

- Advertisement -

Candilor yang jadi simbol kemenangan Pu Sindok melawan pasukan Melayu dalam kondisi kritis. Bangunan bersejarah yang dicengkeram pohon kepuh selama ratusan tahun itu bisa ambruk setiap saat.

Pohon kepuh yang terletak di sebelah selatan Candilor sepintas terlihat memayungi situs peninggalan kerajaan Mataram itu. Kondisi berbeda akan terlihat jika dilihat dari belakang. Akar pohon berusia ratusan tahun itu mencengkeram hampir separo bangunan candi yang memang sudah tidak terlihat lagi bentuknya itu. “Pohon itu mulai tumbuh jauh sebelum tahun 1887. Pertumbuhan pesatnya mulai 1950,” ujar Kasi Sejarah, kebudayaan, dan Kepurbakalaan Disparporabud Nganjuk Amin Fuadi.

Keberadaan pohon kepuh tua di Candilor itu diakui Amin menjadi dilema. Disparporabud tidak bisa mengambil langkah lanjutan meski mengetahui semakin lama semakin luas bagian candi yang tercengkeram akar pohon kepuh.

Baca Juga :  Ibnu Digelandang ke Rutan Nganjuk

Disparporabud, jelas Amin, tidak bisa mengambil opsi menebang pohon. Sebab, getaran saat penebangan akan langsung merusak struktur candi. “Pohon juga tidak bisa dimatikan. Nanti ambruk juga bisa menimpa candi,” lanjutnya serbasalah.

Almarhum Bupati Sutrisno menurut Amin pernah berencana melakukan restorasi pada 1995 lalu. Tetapi, melihat kondisi candi saat itu dinilai tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Lalu, apa yang bisa dilakukan agar bangunan setinggi sembilan meter itu bisa lestari? salah satu opsi yang bisa diambil menurut Amin adalah dengan dilakukan konsolidasi alias penguatan saja. “(Konsolidasi, Red) terutama untuk sisi utara yang mulai rusak,” terangnya.

Selebihnya, Amin mengaku akan meminta bantuan dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan dan Balai Arkeologi (Balar) Jogjakarta untuk pelaksanaan konsolidasi tersebut. Langkah penyelamatan selanjutnya menurut Amin tergantung kemauan pemkab untuk mempertahankan bangunan bersejarah itu.

Baca Juga :  Demi Combre Cari sampai Lereng Gunung

 

Opsi Penyelamatan Candilor:

-Melakukan konsolidasi atau memperkuat struktur yang mulai rapuh dan rusak

-Melakukan rekonstruksi untuk mengetahui perkiraan bentuk asli Candilor

-Langkah mendesak yang harus diambil adalah melakukan rekonstruksi digital

-Berkoordinasi dengan BPCB Trowulan, Balar Jogjakarta dan Pusarkenas terkait nasib Candilor

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/