25.6 C
Kediri
Saturday, June 25, 2022

Langganan Tugas di Daerah Konflik

Sebagai karyawan, Ivan Abdul Latif tidak bisa menolak tugas dari pimpinannya. Karena itulah, pemimpin BRI Cabang Nganjuk ini selalu bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja. Termasuk penempatan tugas di daerah rawan konflik. “Itu menjadi pengalaman tak terlupakan,” kata Ivan.

Pria kelahiran Ciamis, Jawa Barat ini pernah merasakan bertugas di daerah konflik.  Mulai di Aceh; Poso, Sulawesi Tengah hingga Papua. “Di Aceh dua tahun lima bulan, Poso sekitar setahun dan di Papua sekitar dua tahun tiga bulan,” kenangnya.

Di tiga daerah tersebut, Ivan berbagi pengalamannya. Termasuk merasakan suasana mencekam yang berlangsung berhari-hari. “Sangat menegangkan setiap hari,” ujar Ivan.

Selain itu, dia juga pernah mendapat tekanan berupa ancaman. Kala itu, Ivan diminta menyetujui pengajuan kredit dari salah satu keluarga yang sedang terlibat konflik. “Karena takut akhirnya saya ambil cuti untuk menenangkan diri,” katanya.

Baca Juga :  Konflik Bapak-Anak, PN Eksekusi Objek Sengketa

Dengan dimutasi di Kota Angin, dia merasa bersyukur. Namun demikian, Ivan tidak bisa menolak jika kelak kembali ditugaskan di daerah rawan konflik. “Sebagai karyawan harus mengikuti perintah perusahaan,” kata bapak dua anak ini.

- Advertisement -

Sebagai karyawan, Ivan Abdul Latif tidak bisa menolak tugas dari pimpinannya. Karena itulah, pemimpin BRI Cabang Nganjuk ini selalu bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja. Termasuk penempatan tugas di daerah rawan konflik. “Itu menjadi pengalaman tak terlupakan,” kata Ivan.

Pria kelahiran Ciamis, Jawa Barat ini pernah merasakan bertugas di daerah konflik.  Mulai di Aceh; Poso, Sulawesi Tengah hingga Papua. “Di Aceh dua tahun lima bulan, Poso sekitar setahun dan di Papua sekitar dua tahun tiga bulan,” kenangnya.

Di tiga daerah tersebut, Ivan berbagi pengalamannya. Termasuk merasakan suasana mencekam yang berlangsung berhari-hari. “Sangat menegangkan setiap hari,” ujar Ivan.

Selain itu, dia juga pernah mendapat tekanan berupa ancaman. Kala itu, Ivan diminta menyetujui pengajuan kredit dari salah satu keluarga yang sedang terlibat konflik. “Karena takut akhirnya saya ambil cuti untuk menenangkan diri,” katanya.

Baca Juga :  Lanjutan Kasus Penusukan Kabid Sekuritas Bank Sinarmas Kediri

Dengan dimutasi di Kota Angin, dia merasa bersyukur. Namun demikian, Ivan tidak bisa menolak jika kelak kembali ditugaskan di daerah rawan konflik. “Sebagai karyawan harus mengikuti perintah perusahaan,” kata bapak dua anak ini.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/